Kegeruhan
di tengah hiruk pikuk panasnya kota di tengah getirnya luka di tengah usangnya hati ada yang hilang tak dicari, lulus tak terselami
aku bersandiwara seolah akulah yang paling kuat menerjang tingginya ombak menembus dinginnya malam
tak peduli duri menancap tak peduli racun merasuk jiwa
aku bersandiwara seolah padi sekapuk hampa emas seperti loyang kerbau sekandang jalang
dalam hatiku bergumam,
mengapa hidupku bagai pucuk layu disiram hujan bagai diiris dengan sembilu bagai semang kehilangan induk
lalu kubertanya pada semesta,
diantara luka dan pilu diantara badai dan petir diantara hujan dan panas akankah ada pelangi setelah itu?
ini untukmu yang berada dalam tetangkai orang dari aku yang menanti putih gagak hitam
—आदित्य dibaca: Aditya, 2019














