Semangat mau menggunakan hak pilih, pede banget datangin TPS (=Tempat Pemungutan Suara) terdekat tapi sampai TKP gak boleh ikutan pesta akbar karena gak terdaftar di daftar pemilih tetap dan gak membawa undangan untuk memilih; malah disuruh bertanya ke kelurahan. Lhaa..bapak gak bisa jelasin? bu RT pak RW gimana nih? kalo ada hajatan cepat banget tuh list permintaan sumbangan datang, koq untuk pesta rakyat kita gak diikutin yak? Capek dehhh !
Ironis banyak yg pengen menggunakan haknya untuk memilih wakilnya yang akan duduk di kursi yg banyak diincar itu (walau akhirnya ketika terpilih banyak yg kerjanya cuma tidur bukannya membela nasib rakyat yg telah memberinya suara) tapi harus kecewa karena namanya tak terdaftar, di sisi lain nama-nama lain yg terdaftar pemilih justru memilih golput.
Lucu melihat berita di beberapa tps menawarkan sarapan agar warganya berbondong-bondong datang untuk memilih, bahkan ada yg sengaja datang memilih ke tps agar bisa mencelupkan jarinya ke tinta sebagai bukti untuk mendapatkan kopi gratisan di starbuck. Seru melihat ada caleg di Setiabudi yg datang ke tps emosi karena namanya tidak terdaftar terus panitia pemungutan suara yg ada di tps dengan enteng menjawab si calegnya yg gak mendaftarkan diri. Lalu ..lalu..ada banyak yg namanya dobel-dobel seperti Rizal Mallarangeng & Mbak Tutut beserta keluarganya.
Kalau dikaitkan dengan berita-berita belakangan ini, ada juga partai yg gerah karena sekelompok warga ramai-ramai membuat penolakan di jaringan fb lalu meminta bawaslu & polri untuk mengusut pelakunya. Lho bukannya setiap warga negara Indonesia itu bebas untuk memilih idolanya? Kenapa juga hal kecil itu dipusingin ?
Jadi kesimpulannya menurut pengamat yg tadi ditanya di salah satu stasiun tipi mengenai pelaksanaan Pemilu 2009, persentase Golput Politik turun tapi Golput Teknis naik (banyak yg ingin memilih tapi tidak terdaftar dalam daftar pemilih) artinya yg perlu dipertanyakan adalah urusan administrasi & manajemennya.
Katanya satu suara sangat berarti untuk menentukan nasib bangsa tapi gimana ngasih suaranya kalo kata panitia di tps namanya harus tercantum di list dia?
Jakarta, tps-016 090409