#diskusiinlagiyuk . Antara aku dan orang tuaku Setiap orang punya keberuntungannya masing-masing. Iyakan ? Pasti kalian sudah paham dan mengerti dengan sangat tentang hal itu. Begitupun dengan memiliki orang tua yang sedekat nadi sejak dulu. Dekat dengan ayah dan ibu layaknya teman. Selalu mengerti, menemani, mendukung, menanyakan kabar, saling merindu, ah betapa menyenangkan ya. Tidak. Aku tidak ingin membenarkan ataupun menyalahkan, pun membandingkan perihal kau lebih dekat dengan ibumu, ayahmu, nenekmu, kakekmu, kakakmu atau bahkan orang lain diluar keluarga intimu. Yang terpenting, yang harus selalu diingat adalah kau mau meredam egomu, merendahkan nadamu, menghilangkan benteng yang kau buat untuk tetap menyayangi orang tuamu. Menikmati, memahami, memaknai kebersamaanmu dengan mereka. Mungkin ayahmu tak perhatian seperti ayah temanmu. Mungkin ibumu hanya bisa membandingkanmu dengan yang lain. Tapi hanya mereka yang menjadi perantara Allah untukmu melihat dunia ini. Lakukanlah hal terbaik untuk mereka. Mengutip kalimat teh Pipi saat kulwap #healyourmotherissues : 'Orang lain belum tentu bisa menghadapi orang tua kita. Orang tua lain belum tentu juga bisa kita hadapi dengan bakti terbaik kita. Yang sesuai dengan keunikan diri kita dan diri orang tua kita. Lagipula Allah itu Maha Adil, kekurangan orang tua kita itu bisa jadi dikasihnya dalam bentuk lain. Misalnya ilham langsung dari Allah, atau orang tua ideologis dari organisasi, atau teman yg masyaAllah keibuan sekali' Jadi, bagaimanapun hubungan kita dengan orang tua kita yang terpenting adalah kita tetap menyayanginya sepenuh hati, meredam ego untuk bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. Karena salah satu taat kepada Allah adalah menerima dengan lapang segala apa yang diberikan pada kita. Yuk sama-sama benahi hubungan dengan keluarga inti. Ayah, ibu, kakak dan adik 💕 When I miss you, I just can write it. Mom. ❤ #diskusirasa #hariketiga #29harimenulis #februarimanis https://www.instagram.com/p/B8HA3dZjY1H/?igshid=4vf5uzz0di6n