Musim yang Tak sempat Kita Miliki--Rintik Sedu
Buku yang akhirnya kupilih jadi kado pilihan sendiri ada dua, salah satunya novel barunya Rintik Sedu; Musim yang Tak Sempat Kita Miliki. 🍂
Sebenarnya udah dari lama tau kalau Tsana atau si Rintik Sedu ini rilis novel baru, tapi belum ada niat yang "harus beli nih" gitu. Lalu pada suatu hari, ada seorang produser film, yang beberapa filmnya aku juga suka, sebut saja Mas Ernest Prakasa posting review novel ini di akun instagramnya. Nah dari sanalah aku jadi semakin tertarik baca.
Dari awal emang lagi pengen cari novel yang ringan, seru, ceria, bikin senyum-senyum gemes, yang bikin happy pokonya. Dan beruntungnya, vibes itu aku dapetin di novel ini. Kisah romance yang sebenernya udah sering kita temui, tapi tetep seru diikutin. Bahkan aku ga bisa berhenti baca sejak pertama kali mulai. Kesan pertamaku setelah baca prolognya adalah "wah okei, ini seru!" 🤸🏻
Cerita cinta segitiga, tentang seorang perempuan bernama Rani beserta kehidupan pekerjaannya di kantor penerbit sebagai editor buku, dengan seorang teman kerja bernama Surya dari masa sekarang--yang selalu secara jujur dan terbuka menunjukkan perasaan sukanya, dan tokoh dari masa lalu bernama Dipta dengan sifatnya yang misterius dan sulit ditebak. Nah, dari sanalah dengan alur maju mundur itu, kita diajak kepo, siapa sih yang akan nemenin Rani jalan ke masa depan.
Sebenernya, di satu bab terakhir sebelum ending akan mudah untuk tau siapa tokohnya, tapi tetep dikasih konflik yang justru menarik dan klimaks sehingga kita ngga males baca sampai ketemu kata tamat di halaman paling belakang👏🏻 Dan di sana--di halaman terakhir, aku baru tau maksud sesungguhnya dari musim yang tidak sempat dimiliki itu 🌥️🌞🧃🍮🍂🍁
Di bagian awal, aku dapat keseruan yang aku cari itu dari interaksi Rani-Surya yang gemes tapi tetep enak dibaca, bukan yang berlebihan. Tapi setelah masuk halaman seratus sekian, banyak dibikin diem karena di beberapa kalimat dan percakapan terasa begitu dekat dan "sampai". Banyak berhentinya karena bengong, baca ulang, menandai banyak halaman, tiba-tiba nangis di bagian yang sebenernya ngga sedih tapi ngga tau kenapa jadi emosional aja, dan di bagian lain tiba-tiba lega. Aku menyukai semua kombinasi perasaan ketika baca novel ini. Happy. 🐣
Padahal, pas bukunya sampai, aku masih mikir, "apa harusnya beli novel detektif aja ya" WKWKWKKW tapi setelah beres baca, aku beruntung bisa baca ini, ngga nyesel sama sekali.
Kalau aku boleh menganalogikan, novel ini kaya makanan penutup yang manisnya ngga bikin eneg, ada segarnya, porsinya pas, tampilannya lucu menarik, dan ketika udah selesai makan, ngga bisa langsung ngambil makanan lain, karena ada semacam "kok ini enak ya, kalau makan sama dia kayanya seru deh" uhui 🐣
Selesai baca, aku seperti remaja putri pada umumnya (😄) yang pengen juga dong ketemu versi realnya Surya Wijaya yang nama tengahnya Si paling seru itu HAHAHAHA maap :) tapi di luar itu, mungkin alasan kenapa ada beberapa part yang begitu "sampai" adalah karena relate dan dekat. Semacam "Oh ternyata benar kalau di beberapa hal, ngga usah terlalu dipaksakan dan dipertanyakan, kita lewatin aja pertanyaan kenapa dan bagaimana kalau-nya, dan langsung ke kalimat terakhir--ya memang bukan dia orang nya, ya memang bukan sekarang waktunya, atau ya memang bukan di sini tempatnya, dan yang lainnya."
Yang kedua, kita boleh takut untuk coba satu hal, tapi kalau kita beneran pengen, ya sudah mulai melangkah dengan rasa takut itu, nikmati jalannya satu persatu, dan lihat bagaimana rasa takut itu membawa kita ke tempat yang lebih jauh dari yang kita pernah bayangkan. 🌻
Terakhir, kalau ada temen yang tanya rekomendasi novel yang ringan tapi seru dan komplit, aku akan bilang " Musim yang Tak Sempat Kita Miliki" karya Rintik Sedu.
Thank youuu~ yeai akhirnya aku posting di sini lagi walaupun ngelantur ke mana-mana tapi yaudah ngga papa. 🍓
Tapi, menurut kalian, cewe sama cowo beneran bisa temenan ngga? Coba diskusi sama Surya.
(✿ ♡‿♡)
Judul : Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Penulis : Rintik Sedu
Jumlah halaman : 272 hlm
Genre : Romance
Rating usia : 17+
















