Aku sedang membuka hp ketika tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari seorang teman -semoga Allah menjaganya dan memberkahinya- di aplikasi instagram.
"Assalamu' alaikum warahmatullah wabarakatuh, Kakak Digna hafizhakillah. Izin share nasehat Ustadz hafizhahullah, semoga bermanfaatt"
la mengirimkan catatan pribadinya dari nasihat yang ia simak mengenai bagaimana seharusnya kita menyikapi malam yang kemungkinan akan menjadi malam terakhir di Bulan Ramadan. Nasihat yang tidak terlalu panjang, namun sangat padat makna dan menyentuh sekaligus menyentil diri ini.
Aku bersyukur sekalii dapat kesempatan untuk membacanya dan aku pun mengucapkan terima kasih.
"Jazaakillah khairan yaa, terima kasih sudah ingat aku!"
Tanpa kusangka, jawaban yang dia kirimkan sungguh di luar dugaanku. Jawabannya bukan sekadar "wajazaakillah khairan", atau "sama-sama", atau "dengan senang hati." Bukan. Bukan sekadar itu. la mengatakan,
"Sejatinya Allah yang ingat kita ya kak ketika Allah gerakkan orang mengingat kita."
Allah. Yang. Ingat. Kita.
Jujur aku merinding membacanya.
Setelah itu ia menambahkan potongan sebuah ayat dari Surat Al-Ankabut ayat 45:
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
"And the remembrance of Allah is greater."
Di mana disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir dari Ibnu Abbas, bahwa di antara tafsir ayat ini adalah:
"Allah lebih mengingat hamba-hamba-Nya ketimbang hamba-hamba-Nya mengingat-Nya ketika mereka berdzikir kepada-Nya."
Betapa luar biasanya kenikmatan ini!
Betapa dermawannya Allah jika Allah mengingat kita, walau sekali saja...
(sebagaimana bagian ini dikutip dari website Alukah.)
Ah, ternyata, kalau mau menelisik ke belakang, betapa seriiiingg sekali sebetulnya Allah sudah mengingatkan kita! Allah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim, mengingatkan kita dengan cara-Nya yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Allah, Raja seluruh alam, memanggil kita yang dosanya tidak terhitung ini untuk kembali... mengingatkan kita untuk stay on track.
Kadang, bentuknya berupa postingan seseorang yang lewat tanpa sengaja di hadapan mata kita. Adakalanya, bentuknya lewat ayat yang kita baca saat tilawah. Di kesempatan lain, bisa jadi bentuknya berupa kata-kata yang diucapkan teman, atau nasihat yang ia kirimkan, seperti momen kali ini.
Apa yang seharusnya kita lakukan setelah sadar dengan panggilan-panggilan dari Allah ini? Mari simak penggalan Surat Adz-Dzāriyāt ayat 50 ini:
"Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allāh..."
Tafsir ayat tersebut sebagaimana dilihat dalam Tafsir Al-Mukhtashor halaman 522:
"Maka larilah kalian dari bukuman Allah menuju pahala-Nya dengan cara menaati-Nya dan tidak melakukan kemaksiatan terhadap-Nya."
Ya Allah... selamatkan kami.
Betapa indahnya jika Allah mengingat kita... Hamba Allah sangatlah banyakkk, namun kita hanya punya Ia, Allah yang Maha Esa.
Dosa kita sangatlah banyak, namun apabila kita bertaubat darinya dengan taubat yang sebenar-benarnya, Allah tidak akan menyia-nyiakannya dan tidak meninggalkan kita...
Betapa menenangkannya firman Allah dalam Surat Adh-Dhuha ayat 3:
"Tuhanmu tidak meninggalkanmu, dan tidak pula membencimu."
Maka hendaklah kita memperbanyak doa berikut, yang juga jangan sampai kita tinggalkan untuk dibaca sebelum salam dalam sholat,
اَللّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
O Allah, help me remember You, to be grateful to You, and to worship You in an excellent manner 🍃
"Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
"Semoga Allah karuniakan kita taufiq-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya di setiap episode kehidupan kita," kata temanku.
Allahumastajib Ya Mujibas-sailin..
Tak lupa, di penghujung Ramadan ini marilah kita juga berdoa agar Allah menerima segala amal ibadah kita...
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا...
Ya Allah, terimalah amal ibadah kami...
جزاها الله خيرا وبارك فيها 💕
Semoga Allah balas kebaikan temanku yang mengirimkan nasihat tersebut untukku dengan kebaikan 🍃
Semoga teman-teman yang membaca berkenan mendoakan kebaikan untuk beliauu ❤️