“Jika engkau ingin mengubah jalan hidupmu tapi tak tahu darimana engkau akan mulai, maka mulailah dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.”
~Habib Umar bin Hafidz
Za.

seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Kuwait
seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from Germany
seen from China
seen from Türkiye

seen from Ecuador
seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
“Jika engkau ingin mengubah jalan hidupmu tapi tak tahu darimana engkau akan mulai, maka mulailah dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.”
~Habib Umar bin Hafidz
Za.
ليته خصني برؤية وجه
زال عن كل رآه شقاء
Andai saja Allah mengizinkanku untuk dapat memandang wajah yang menghilangkan segala kesengsaran dan kesedihan bagi yang memandangnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam❤️
-Imam Bushiri
Yaumu-l-Hisaab
Engga bisa bayangin, berat banget ya bagaimana Allah menghisab semua amal perbuatan kita. Semua amal perbuatan, bukan cuma harta benda material, tapi ilmu, perkataan, perasaan, dan apa yang terjadi dalam hidup kita dihitung.
Kamu belajar, kamu mengerti.
Tapi kenapa kamu tidak kembali mengajarkan? Kenapa kamu tidak kembali mengamalkan? Kenapa kamu diam, sedangkan kamu tahu mana yang buruk, mana yang benar. Kamu tahu mana yang harus diutamakan? Kenapa kamu dzhalim?
Kamu makan, kamu kenyang.
Sedangkan kamu tahu, saudaramu masih lapar. Kamu meninggalkannya dalam perut kosong, sedangkan kamu terlena dalam kenikmatan. Kamu tahu, bahwa mereka membutuhkan, tetapi mengapa kamu tidak datang memberi makan?
Kamu cukup, kamu punya uang, kamu punya harta.
Tapi, kenapa saudaramu masih saja ada yang mencuri? Masih ada yang belum tercukupi, masih ada yang tidak merasa bahwa Allah itu Maha Memberi.
Kamu sehat,
Tapi kenapa kamu tidak menjaga apa yang ada dalam diri. Kamu sering kali mengeluh. Bukannya Allah menyuruhmu untuk menjaga segala titipan dan apa yang diberi. Mengapa kamu tidak bersyukur?
Kamu sehat,
Tapi sering kali mengeluh tentang nikmat apa saja yang Allah titipkan. Kamu bisa melakukan dibandingkan mereka yang cukup dan bahkan kurang darimu, tetapi kenapa kamu tidak bersyukur?
Sekali kali, kamu dzhalim jika kamu tak memohon ampunan kepada Allah. Dan sungguh sangat merugi, bagi mereka yang tidak mensyukuri apa yang Allah beri. Hari Perhitungan dan yaumul hisaab, adalah pedih perih, bagi mereka yang tidak meminta kemudahan pada Allah.
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Inni kuntu minadzh dzhaalimin!
Mencintai yang Belum Pernah Ditemui
Flashback 2019
Beberapa hari yang lalu, saat sedang bertadarrus, sampailah saya pada QS. Al-Ahzab ayat 56-57. Entah mengapa saat sampai ayat ini, saya selalu terharu, juga ada air mata yang tertitikkan. Memori ini selalu kembali ke tanggal 15 Agustus 2019 silam, saat saya melakukan thawaf wada’ di masjidil haram selepas subuh. Saat itu, saya memutuskan utk bermalam di masjidil haram,sebab esok hari harus segera meninggalkan Makkah, menuju ke madinah. Sehingga saya manfaatkan betul waktu waktu terakhir di Makkah.
Tibalah waktu subuh. Di hari terakhir di Makkah itu, saya menangis. Mengingat betapa sedih karena pada hari itu saya meninggalkan kota suci ini, namun di sisi lain ada kerinduan menggebu kepada Madinah, terlebih terakhir kali mengunjungi pada tahun 2015 atau 4 tahun sebelumnya saat umroh bersama keluarga.
Saat itu, saya mengambil shaf sebisa mungkin lurus dengan Multazam. Pesan dari ustadz saya yang selalu saya ingat agar sebisa mungkin berada di posisi ini, sebab di situlah tempat doa yang mustajab. Iqamat dikumandangkan, dan shubuh pun segera dilaksanakan. Sang Imam pun bertakbir, dan mendengar suaranya saya langsung menangis, sebab pada akhirnya resolusi saya untuk mendengar langsung suara salah satu Syaikh favorit saya, hari itu Allah ijabahi. Yak, tepat pada hari itu, Syaikh Maher Al-Muayqali menjadi imam untuk shalat Subuh. Bacaan beliau yang sebelumnya hanya terdengar melalui murattal, pada waktu itu akhirnya saya mampu mendengarnya langsung.
Al-Fatihah beliau berkumandang merdu. Ada air mata yang menetes dengan syahdu, ada hati yang bergemuruh seolah tak ingin meninggalkan Makkah Al-Mukarromah, ada sayup-sayup isak tangis jamaah lain yang barangkali merasakan hal yang sama. Tibalah beliau membaca surat pasca Al-Fatihah, lantas semakin deras-lah air mata ini manakala beliau membaca ayat yang bagi saya entah mengapa menggetarkan, dan entah mengapa hadir di waktu yang tepat, di hari di mana saya akan bertolak menuju Madinah.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
Ayat yang pada waktu itu membuat saya serindu-rindu-nya pada sosok Rasululah SAW. Untuk mengunjungi makam beliau di Masjid Nabawi, serta para sahabat di makam Baqi. Yang membuat saya terisak manakala masih sering melalaikan hari-hari tanpa banyak mengucap shalawat kepada beliau. Yang seolah menjawab kegalauan saya saat harus meninggalkan Makkah dan bertolak ke madinah.
Mencinta walau Belum Pernah Bertatap Muka
Peristiwa tersebut, membuat saya berefleksi, bahwa perasaan cinta hanya Allah jua-lah yang menumbuhkannya. Saya pribadi merenung bahwasanya mungkin terkadang kita bertanya-tanya. Bagaimana bisa mencintai seseorang walau tak pernah bertatap muka. Bagaimana bisa cinta ditumbuhkan padahal tak pernah berinteraksi denganNya. Terlebih beliau sudah wafat sekian lama, dan kita hanya mendengar cerita-cerita beliau melalui al quran dan buku-buku sejarah.
Namun, sekarang coba kita merefleksikan diri kembali. Sudah seharusnya kita cemburu, pada teman kita yang begitu mudahnya meneteskan air mata saat mendengar nama beliau, saat bershalawat untuk beliau, dan saat membaca kisah-kisah beliau, sementara kita, barangkali mudah untuk berkata cinta, tapi apakah mudah untuk menggetarkan hati ini hanya dengan menyebut nama beliau?
Bagaimana mungkin kita tidak bisa jatuh cinta. Pada sosok yang pernah dilempari batu di tanah thaif, namun melarang malaikat untuk membalikkan gunung kepada mereka, malah justru mendoakan kebaikan untuk penduduknya.
Bagaimana mungkin kita tidak bisa jatuh cinta, pada sosok yang pernah dicaci dan dimaki, sementara saat yang memaki sakit, beliau justru menjenguknya dan mendoakan atas kesembuhannya.
Serta bagaimana mungkin ktia tidak bisa jatuh cinta, pada sosok, yang di akhir hayatnya menyebut kan ummati-ummati--ummati.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa kelak di hari kiamat, ketika setiap orang justru sibuk akan dirinya sendiri, bahkan nabi-nabi yang lain pun masih sibuk akan dirinya sendiri, tak mampu menolong umat sedunia, justru Rasulullah SAW yang dirinya disibukkan untuk menyelamatkan kita dari kemurkaan Allah SWT. Rasulullah yang akan memberikan syafaat bagi ummat-ummatnya yang Beliau cintai.
Jadi, jika kelak Rasulullah akan hadir di saat di mana kita benar-benar membutuhkan syafaat beliau, maka adakah alasan lain untuk tidak mampu mencintainya?
Allahumma sholli alaa sayyidinaa muhammad Wa aalihi wa shohbihi wasallim...
Malang, 26 Ramadhan 1441 H 12.31
Allah itu selalu punya cara terbaik bagaimana mengatur sedemikian rupa takdir yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan sekalipun oleh kita. Apalagi kalau dibayangin, dishalawatin, diikhtiarin setiap mimpi kita. InsyaAllah Allah kasih jalan terbaik, di waktu yang baik, bahkan dibuka segala pintu kemudahan buat menujunya
Cara Terbaik-Nya
لكل مقام مقال، ولكل مقال مقام
setiap tempat ada perkataannya.
setiap perkataan ada tempatnya.
@maydaummah | Bekasi, 18 April '20
Khasiat Sholawat Jibril untuk Jodoh
Banyak sekali manfaat sholawat, salahsatunya adalah untuk mendapatkan jodoh. Baca selengkapnya disini : Khasiat Sholawat Jibril-untuk Jodoh
Ayo baca sholawat. Semoga hajat-hajat kita cepat dikabulkan oleh Allah.
Sholawat
Doa, dzikir, atau apalah definisi yang kalian pilih, terserah.
Bagiku, shalawat adalah cerita cinta segitiga yang tak akan pernah bertepuk sebelah tangan, akan selalu terbagi adil, malah seringkali mendapat bagian lebih (dibandingkan mereka yang tidak bersholawat), beradasarkan pengalaman.
Sholawat
Tak harus panjang, tak harus dilagu.
Dalam segala keadaan, berdiri, duduk, maupun berbaring
Tak harus dalam keadaan suci (memiliki wudhu) tapi tentu akan menjadi lebih utama jika iya.
Bahkan Shalawat menjadi rukun dalam sholat
Ini yang aku maksud cinta segitiga, mengingat Allah maka ingat nabi, ingat nabi maka ingat Allah, dan Allah tak akan pernah membiarkan hamba yang selalu mengingat-Nya kering dari rasa kasih sayang, akan selalu tercurah, akan selalu berlimpah, dalam bentuk apapun.
Perbanyaklah shalawat, sebab tak ada satupun ibadah yang Allah perintahkan dan Dia juga ikut melaksanakan kecuali Shalawat.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat bersholawat pada Sang Nabi, Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian padanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan" (Al Ahzab: 56)