Menghindari obrolan itu melelahkan, tetapi didengarkan malah menjadi obrolan yang membosankan. Baru lulus kuliah mintanya banyak; gajinya plus-plus. Padahal, semestinya bertahap. Kita lahir saja gak langsung lari. Perlu nangis guling kanan-kiri, merangkak, jalan terbata-bata lalu jatuh diikuti nangis buaya atau kuat-kuat tahan sakit, jalan normal akhirnya, dan mencoba eksperimen berlari kecil hingga kencang. Kenapa harus buru-buru terpenuhi? Apakah mungkin sedang terdesak?
Tuhan sudah mempersiapkan rejeki pada hamba-Nya sesuai porsinya. Tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Cukup
Apa yang perlu dikhawatirkan? Yaitu kamu, yang banyak maunya. Pola hidupnya yang luar biasa berlebihan sehingga ingin posisinya diatas saja, diterima lingkungan kerja tapi adaptasi ogah-ogahan, dan sebagainya yang tidak mau sengsara dahulu- sambat terosss
Jika dilihat dari kacamata yang berbeda, mungkin tujuannya bukan karena tidak puas melainkan ingin mengasah diri tuk berkembang jadi lebih baik agar tidak jalan di tempat yang bisa saja masuk dalam zona aman dan nyaman.
Dimana, zona aman dan nyaman mau menetap atau keluar tidaklah mudah karena tidak ada yang menjanjikan akan mudah kedepannya.
Apapun keuntungan yang diinginkan? Tolong, lebih manusiawi mengunakan otak dan hatinya. Jangan sikut-menyikut rekan kerja, membandingkan orang lain dengan diri sendiri atau juga orang lainnya, dan sebagainya yang menyakitkan pikiran dan perasaan orang lain.
Berprasangka baik itu perlu.