hay kamu
seen from United States
seen from United States

seen from Finland
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Switzerland

seen from United States
seen from Germany
hay kamu
Pagi itu kamu terlihat cantik Duduk di sudut ruang dengan jendela di sampingnya. . Namun seperti biasanya Aku nahkan tak sanggup menyapamu Bibir ini ingin namun hati ini enggan. . Mungkin karena aku sudah mulai lapar Jadi aku lebih memilih menyapa mbak mbak di belakang meja itu untuk memesan sarapan dan menikmati pagi yang indah hari itu. . #haloarul #haikamu
Hai pujangga
Pejuang jarak yang tidak ada hentinya
Kau menempuh sejauh mana saja sebisanya
Tapi benak mu sangat merindunyaIa yg pernah kau putuskan bisa menemani kau apa adanya
Pertemuan bukan hal yang sering adaKerinduan hal yang nyaris membunuh nyawa si pencinta nya
Kuat tak kuat, angin hanya menyejukkan bukan menghantarkan kepada yang dirindukan
Ada yg Maha Hebat, doa yang jadikan itu kuat, tak bersekat. Nyaris sekarat, tapi dinikmatinya sungguh nikmat.
Zaman telah mengubah cara kau memperlakukan pasangan
Hanya dengan layar ponsel kau bisa tatap muka seolah kerinduan tak pernah ditakdirkanLarut malam, sejuk pagi, dilewati tetap dengan janji awal berdua disiniArungi dunia bersama dengan cinta
Maka, dunia pertemukan kita dengan kebahagiaan tiada duanya.Sekian untukmu pujangga, Tulisan tak membuatmu berperasaan sama. Ku semogakan kau didalam kehebatan Tuhan.
Semoga kau dirindukan org yg kau harapkan
Semoga kau dibahagiakan dengan org yang mau bersama memperjuangkan.
"Hai Kamu, Si Jaket Merah Marun" (Submission for #AksaRabu #HaiKamu 24/06/2015) - Kiky A4 Sketch Book - Snowman Drawing Pen 0.3 & 0.8 - Daisy Background from Google 😆 (Still practicing digital lettering) ______________________________ Agak ga habis fikir sama tema #AksaRabu kali ini dimana kita harus nulis nama orang yang kita pilih secara acak, dengan cara scroll ke atas-ke bawah dan berhenti di satu nama dari kolom likers di postingan @kaligrafina. Bener-bener unik! Hahaha. . Hallo. Salam kenal untuk Ukhti @diaanovitaaa. Mudah-mudahan suka sama tulisan ini. Maklum belum sebagus karya-karyanya Dian hehe. Mudah-mudahan silaturahim nya manjang. Aamiin 😊
Yang bertahun-tahun relation saja tidak menjamin berarti; bisa jadi yang sering ketemu juga tidak menjamin 😃😁😁
Obrolan kawan siang ini
Hai..adakah sesuatu yang kau tulis kali ini? Sesungguhnya aku rindu membaca tulisan tulisanmu. Kau tahu…sore ini aku seperti seorang melankolis Tiba-tiba saja menangis… Jatuh..rintik-rintik air mata cukup deras membasahi pipi Aku bahkan tak tahu apa penyebab pastinya Hai… Jadi adakah sesuatu yang kau tulis? Barangkali aku bisa membacanya sebagai nasehat untukku Ah tapi sudahlah… Buku abadi dengan ratusan halaman itu saja belum selesai-selesai Ku baca… Ku pahami maksudnya.. Atau bahkan bisa kuhapal jalan ceritanya Ya, kau tahu kan buku cinta itu? Buku dari sang pencipta, yang mencipta diriku dan dirimu Ku harap aku bisa menyelesaikan membacanya di sisa-sisa umurku Sebelum maut menjemputku Hai…. Sepertinya aku tahu penyebab kemelankolisanku sore tadi Mungkin aku hanya rindu Rindu pada sang penulis buku ~depok, 21 agustus 2016, dalam sebuah renungan singkat
2/2 Dan ini senja yang aku sebut sebut itu, senja di selat sunda. Senja yang dinikmati sendirian. . Jadi, kapan bisa menikmati senja bersama (dan bersamaan)? -tamat #senja #bersama #bersamaan #kapan #selatsunda #tamat #haikamu #siapakamu (di Selat Sunda)
Kamu ingin aku menerimamu apa adanya. Dan aku berharap kau berubah. Kita saling membentak. Jari tertuding tak mau kalah.
Jika suatu hari kita bertengkar hebat, tolong ingatlah…
Tuhan tak mungkin mempersatukan kita dengan suci hanya untuk semudah itu diakhiri.
Saat aku sedang keras kepala – peluk aku dan ingatkan — mau tak mau salah satu dari kita harus diam. Cinta bukan kompetisi yang perlu menghitung poin menang-kalah. Waktu kau lelah menghadapi egoismeku, bicaralah. Calon istrimu ini tak pandai membaca kode tanpa arah. Di titik kau tak mampu lagi dan ingin pergi, ingat kembali. Tuhan tak mungkin mempersatukan kita dengan suci hanya untuk semudah itu diakhiri.