Salahkah? Aku berprinsip, tentang masa lalu, yang meskipun ia indah, ia hanya cukup untuk kenanganmu. Tutuplah. Sebab ketika ia terbuka, masa depanmu bisa terluka.
@heroandika

seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Iraq

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from China

seen from France

seen from United States
seen from Brazil
seen from Norway

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from South Africa
seen from Australia
seen from China

seen from United States
seen from Peru

seen from Tajikistan
seen from T1
Salahkah? Aku berprinsip, tentang masa lalu, yang meskipun ia indah, ia hanya cukup untuk kenanganmu. Tutuplah. Sebab ketika ia terbuka, masa depanmu bisa terluka.
@heroandika
How lucky we are to find each other? :)
Indri Pertiwi :*
Pulau Panjang, August 16th, 2015.
Kubiarkan Engkau mengembara, Kekasih. Dalam samudra harapan. Kelak setelah aku temukan hidup, kugapai Engkau meski sampai awan.
Perkutut Dan Sepi
Bersandar tembok kerut Depan layar di bawah sangkar Bermusuh sepi, disaksikan perkutut.
Aku dipukul tiap hari Tak memar memang, tapi aku mencoba marah. Perkutut menyindir; sepi kok kau ajak berkelahi?!
Coba kelabuhi sepi dengan bernyanyi. Perkutut membalas; coba kau ganti sepi dengan rindu. Ah sama saja, sangkaku.
Daripada menggeluti rindu, kupilih diam saja. Lalu perkutut berceloteh, mengejek, tanpa jeda.
Semarang, Agustus 2014. 23:32 WIB
Pagi ini ku kacakan rasa pada embun. Yang terlihat jelas rindu, menyasar rekat bayanganmu, pada rimbun semak belukar.
Penikmat Asap
Berbekal korek api Sebatang demi sebatang Disulut dengan nafsi Senang bukan kepalang
Lebam abu-abu dihembuskan Otak kosong hilang depresi Padahal entah terasa bukan Apa dikata kalau hobi
Dasar kalap, Tunggu saja nanti Sampai otakmu membusuk ngeri Dihanguskan asap yang kau hirup sendiri.
Ternyata Kentut
Gelegar di kerumunan Orang-orang sibuk mencari Bukan, bukan kebenaran Salah siapa ini?
Biasa, hanya salah dicari Dengan bergumul situasi Tak acuh muncul suasana Benar apalagi.
Tapi ini benar adanya Jangan menyangkal Jangan memaki Mari bersama telusuri
Ah sebetulnya siapa ini Tipu muslihat apa ini
Penuh oleh kekosongan rupanya tak berwujud berbunyi bak kesunyian. Hhh bau disudut
Dikira siapa, ternyata kentut.
Pohon Pepaya
Kau, pohon pepaya
Diam berdiri kau berguna
Sedang aku
Binatang malang
sedang menunggu
buahmu jatuh matang.