Kode~
Kemarin, ibu bikin menu kupat tahu plusplus (plus sayuran-sayuran yang jelas itu gaada di resep aslinya kupat tahu, wkwk).
Pas lagi makan, tiba-tiba aja ngebatin.
Wah, udah lama ya ga makan siomay/batagor.
Tiba-tiba keinget aja gitu sama siomay/batagor, mungkin karena bumbunya yang sama yaa. Tapi ya lagi-lagi itu hanya sebatas ngebatin, nggak sampai keluar di mulut. Yaa nanti-nanti ajalah request makanannya, kemarin-kemarin aku sudah banyak dapat dispensasi makan (re: makan mie instan) wkwk.
Terus ceritanya hari ini aku keluar sama ibu. Ke Puskesmas karena butuh periksa gigi. Lalu nganter ibuku ke bank, dan di perjalanan pulang ibu bilang.
“Beli siomay aja yuk, yang depannya alfamart deket rest area.”
“Oh okee.”
Teringatlah aku kalau kemarin habis ngebatin siomay.
“Bu, padahal kemarin aku pas makan kupat tahu mbatin, udah lama ya nggak makan siomay.” Kataku melanjutkan. Ibu cuma ketawa.
Terhitung sejak Agustus 2020 aku di rumah, entah kenapa, qadarullah sesering itu keinginan perkara makanan terwujud.
Pernah, suatu hari, ibu masak tumis tahu sawi. Terus nyeletuklah aku,
“Wah enak tuh bu kalo tahunya ditumis cabe ijo santen gitu.”
Tahu-tahu, sorenya, tetangga sebelah rumah mengetuk jendela (iya, jendela bukan pintu wkwk). Beliau memberi kami serantang makanan.
“Tahu nggak, ternyata dikasih tahu cabe ijo. Tadi kamu pengen itu kan.” Seru ibuku. Aku tertawa, tidak menyangka. Alhamdulillah.
Beberapa minggu kemudian, lagi-lagi nyeletuk,
“Bu, udah lama ya nggak makan gurame.”
Eh, selang beberapa hari, aku berkesempatan silaturrahim ke rumah temanku. Ternyata, keluarganya punya kolam ikan. Ikan lele dan gurame. Sewaktu hendak berpamitan, aku dibekali satu bungkus besar keresek.
Yes, sekotak gurame bakar.
Sesampainya di rumah, aku ceritakan ke orangtuaku. Lagi-lagi, qadarullah yang aku inginkan aku dapatkan. Alhamdulillah.
Gara-gara ini, aku jadi kepikiran. Kadang omongan yang terlontar begitu saja, justru mungkin datang dari hati terdalam, ya. Dan, Allah Maha Mendengar segala sesuatu. Bahkan yang tak sampai di mulut pun, Allah tahu, Allah kabulkan.
Rasa-rasanya ingin menasihati diri sendiri,
Makanya, Ran. Kalo ngode ke Allah aja. Nggak usahlah kamu ngode ke manusia.
Doa yang terlintas saja Allah tahu, Allah dengar, Allah kabulkan. Maka, harusnya nggak ada alasan untuk lelah berdoa untuk setiap hajat baik kita, kan?
Maitsa’ Fatharani Kuningan, 5 Januari 2021

















