Seandainya kamu tidak bisa mengelola dan menghargai 10.000 rupiah ditanganmu dengan dermawan. Alangkah akan lebih susah mengelola nilai uang yang lebih banyak dari itu. Seakan tiba-tiba habis tanpa kamu sadari.
Seperti mereka yang menyempatkan waktunya untuk bertanya kepadaku, "apa kamu gak bosen tiap hari ngerjain desain grafis, mengelola konten sosial media orang lain, menggeluti usaha sablon kaos yang belum kelihatan hasilnya, mencetak stiker, mmt terkadang, neon box, cod lintas kota perbatasan. memutar otak dari pagi sampai larut malam, apa gak capek?
Akupun beberapa kali kesulitan untuk menjawab, diam dengan tatapan kosong. namun suatu yang kusadari hanyalah aku melakukannya karena aku suka melakukannya, buka lagi demi uang, lebih-lebih untuk tujuan agar diapresiasi orang lain. Oh mungkin bisa saja aku berhenti melakukan nya sejak langkah pertama jika tujuannya adalah uang dan pengakuan orang lain.
Yah... Mungkin ini dapat ku istilahkan sebagai lelaku, suatu ketekunan tanpa tekanan, berkompetisi dengan diri sendiri, serta kuistilahkan sebagai caraku memaknai kehidupan.
Semoga kalian pun menjalani aktifitas seperti apa yang kalian kehendaki, memaknai kehidupan dengan penuh rasa syukur. Amin
Ris autanto














