Kira-kira di 2019 "Pengen nikah aja" akan sehits tahun-tahun lalu ga ya, setiap kali capek ngapa-ngapain; capek ngerjain PR ga berujung, capek revisi bolak-balik tapi ga naik-naik BAB alih-alih diperbolehkan sidang, capek kerja senin sampai jumat pukul delapan pagi sampai pukul lima sore, capek jomblo ga kelar-kelar, capek ngejar tapi dilirik aja kagak, capek berdiri sendiri (ya duduk dong, elah!), dan segala kecapekan lainnya yang mengundang kata-kata itu keluar dengan mudahnya. Menuliskan ini bukan mentang-mentang sudah menikah. Bukan. Namun sebagai bahan buat berbagi aja. Jadi, menikah itu bukan sebuah jalan pintas--yang mana jika sudah maka semua akan baik-baik saja, akan teratasi, lancar jaya, bebas hambatan (dikata jalan tol). Proses menuju pernikahan itu panjang apalagi menyangkut menyatukan dua keluarga. Dikira berdaptasi dengan orang baru mudah? Belum kalau ternyata pasangan dan keluarga kitanya berbeda budaya, tradisi, kebiasaan, dan lain sebagainya. Setelah menikah masih ada yang harus dipikirkan dan dicari jalan keluarnya. Mau tinggal dimana; suami ikut istri, istri ikut suami atau malah sementara LDM dulu (menikah sudah, namun masih dipisahkan jarak berkilo-kilometer). Mau makan apa; masak ga bisa, makan di luar terus, kok ya boros. Hidup sebagai perantauan; cari kerja susah, diem di rumah juga bosan, mau main ga ada temen, ada temen tapi ga bisa bahasa daerah yang ditempatin, kadang paham, banyak enggaknya, biar dikata paham kalau ketawa ikut ketawa, kalau ga ketawa manggut-manggut sok paham. Ada yang bilang jika sudah menikah bahagianya lengkap. Salah! Menikah bukan puncak tertinggi kebahagiaan. Jelas yang iri karena teman-temannya sudah menikah pun salah. Namanya hidup pasang surut. Hari ini bahagia, besok berduka. Detik ini tertawa, detik berikutnya menangis lara. Jadi jangan sekali-kali menikah karena modal nekat; biar hilang rasa capek atau biar behagianya paripurna. Apalagi hanya biar boboknya ada teman. Jangan. Karena menikah bukanlah sebuah shortcut. Menikah adalah tentang kemantapan; hati, jiwa, raga, nurani, dan semua elemen yang seharusnya bersinergi(?) #aksarannyta #30haribercerita @30haribercerita #30hbc1907 https://www.instagram.com/p/BsVL6sMAsJ_/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1wa9gqmcnncu7
















