biar aku ingat kenangan menyenangkan saat menantimu
akan kutunjukkan padamu nanti
bapak, bolehkan aku memanggilmu itu
atau bayang? bapak sayang. ea
jodoh katanya adalah cerminanmu, seperti bayang
kusebut bayang juga karena kamu belum tampak nyata
selalu ada harap di tgl 3 Agustus ini
dan aku menemukan keajaiban-keajaiban dari Allah
Dimulai dari bangunku yang tak begitu pagi hari ini, maaf karena aku masih pemalas :(
Aku bangun dan langsung potong rambut, oiya, aku tak suka rambut panjang dan bertepatan hari ini Jumat, nyunnah katanya. Kukuncir rambutku dan kupotong tepat di atas kuncirku. Ya , itu cara praktis untuk rambut model bob yang katanya sesuai dengan wajahku yang kotak ini. "Hari baru, rambut baru, semoga hidup baru juga untukku" pikirku.
Dilanjut berjualan dan melihat senyum anak-anak SD seperti biasa. Pergi tukar tiket FMF yang tahun ini jauh lebih mahal dari tahun sebelumnya, karena acara berlangsung 3 hari. Ada sedikit salah paham yang agak mengecewakan.
Tapi , yap abaikan, mari kuceritakan keajaiban-keajaiban hari ini.
Acara FMF ini acara yang kutonton tiap tahun mulai 2016. Tahun ini tak menarik menurutku, tapi tetap berangkat karena ajakan teman yang katanya sedang patah hati. Beberapa hari sebelum beli tiket tidak sengaja aku tertarik dengan pappermonn puppet dan mbatin mau nonton itu suatu saat nanti. Tak disangka sama sekali ternyata ada pertunjukkannya di FMF. Ajaib kan.
Katanya yg tak punya tiket literasi tidak bisa nonton papermoon, ternyata aku datang dan tidak masalah meskipun tak bertiket. Antrianku agak lama, tapi gebetan temanku tukar antrian supaya aku bisa masuk duluan. Ajaiiib.
Kuceritakan tentang pertunjukkannya. Jadi pertunjukkan hanya ditonton 4 orang dalam ruang sempit itu biar intim katanya. Tiap pertunjukkan ceritanya berbeda, tergantung si penonton ingin tema apa, nanti akan "dijahitkan" cerita oleh dalang. "Kepalsuan" celetuk mas (yang kulupa namanya) dari Makasar itu. Mereka mulai menjahit cerita dan penonton dipersilahkan berkenalan. Kami mengobrolan hangat tentang kuliner Batu saat itu.
Tirai pun dibuka, ada puppet yang diberi suara ringikan dan digerakkan mirip seperti tingkah anak kecil. Ya, ternyata karakter itu adalah anak-anak. Tangan ajaib mereka sungguh bisa mengekspresikan perasaan puppet. Menunduk, menengok kanan kiri seperti mencari sesuatu dengan rengekan "ibu", saat itu kurasakan si anak sedih, ternyata ia menunggu ibunya. Si ibu datang membawa mainan dan berkali-kali anak membuangnya dan tetap merasa sedih. Mainan pesawat terbang (atau ntah apalah itu), burung, dan kelinci. Kemudian properti lain dikeluarkan, matahari dari kanan ke kiri, sambil tenggelam perlahan. Menandakan hari sudah malam pikirku. Sang ibu pun pulang, dan puppet anak digerakkan seperti kegirangan melihat ibunya. Sambil si dubber bilang "ibu ibu, no kerja, no kerja" si puppet digerakkan memainkan semua mainannya dengan ibunya. Tangan puppet ibu diletakkan dimulutnya dan dubber tertawa hangat. Kemudian mereka berpelukan, hangaaat.
Tes, hwaaa aku menangis. Ntah karena tersentuh cerita sederhana yang hampir banyak diceritakan orang ini. Atau karena dalangnya yang pandai mengekspresikan cerita. Atau aku yang merasa sendiri dan ingin dipeluk siapapun saat itu. Atau karena aku terlalu senang bisa melihat pertunjukkan ini. Ya mungkin karena itu semua. Sampai sekarang ketika ini ku tulis, aku menangis lagi, hehe.
Lain kali lihat pertunjukkan Pappermoon Puppet di Jogja yuk :)
Keluar dari sana kulihat ada seniman yang karya-karyanya sangat ku kagumi. Bahasanya yang enteng, campuran Jawa sama Bahasa Indonesia. Selalu menyebarkan energi baik di setiap karyanya. Gambarnya yang sederhana tapi berkarakter. Pembawaan yang terlihat ramah. Aku tau namanya, no telpnya, sosial medianya, tapi aku tak berani menyapanya. Aku nikmati karyanya saja. Setiap bertemu dengannya adalah suatu kejaiban ^^
Lanjut agenda rapat dengan teman-teman, di tempat yang ternyata asri sekali. Banyak tanaman, terdengar suara gemricik air, meja kursi dari batang pohon besar.
Nanti rumah kita buat seperti itu ya :)
Ku pesan Herb tea, kutanya apa itu, ternyata semua tanaman herbal dicampur di dalamnya. Aku mengeluh karena jahenya, ternyata bisa dihilangkan jika aku tak mau jahe. Aku ingat menu bandaneira dari Rempah Ripah yang kusuka. Ternyataaa... Herb tea adalah bandaneiranya Rempah Ripah. Dari sekian banyak menu, aku ditakdirkan memilih Herb tea, Allah memang ajaib kan? ^^
Sekian dulu, nanti kuceritakan lagi sesuatu yang menyenangkan saat aku menunggumu :)