Day 23: a letter to someone, anyone
Untuk pasangan hidup saya di masa depan,
Siapa pun kamu, saya harap kamu adalah seseorang yang dengan ikhlas hati mengajak saya untuk mengarungi lautan kehidupan ini bersama.
Hidup bersama saya tak melulu jadi sesuatu yang mudah, tapi kalau kamu bersedia, saya akan mengerahkan segala yang saya punya untuk berusaha.
Saya sama seperti perempuan lain pada umumnya. Tak setiap saat berbicara dengan lemah lembut, kalau kadang-kadang tertinggikan suara; mohon dengan sangat maklumi lah saya.
Saya sangat suka sekali bercerita. Semoga, telingamu kuat untuk selalu mendengarkan. Kalau sesekali kamu mau adu argumen, tak apa, tapi berjanjilah tak akan dimasukkan ke hati apa-apa yang menjadi perdebatan kita.
Maaf kalau nanti saya tak secantik yang lainnya, memang cantik bukan salah satu kelebihan saya. Maaf kalau saya sedikit gendut, atau bahkan tidak tinggi.
Kalau nanti saya sering terlupa suatu hal tentang agama, tolong jangan marahi saya. Tapi ajari saya, bimbing saya, bukankah kita ingin meraih surga bersama?
Saya ingin sekali memelihara binatang. Kelinci atau itik, boleh kah? Kalau sudah banyak uang, mungkin ingin berternak, sapi atau kuda, boleh kah?
Saya tak masalah diajak tinggal di mana saja. Asal beratap dan berdinding. Asal ada kamu di dalamnya. Asal selalu bersama ketika hujan dan panas menerpa.
Siapa pun kamu, saya berdoa semoga kamu selalu sehat-sehat saja. Terima kasih sudah berjuang hari ini untuk apa pun itu. Semoga kita kelak bertemu di sebaik-baik waktu.