LAGI
Seberapa penting mereka
yang mengemis temu padamu?
Kau begitu lagi
aku lahir kembali.
— Bandung, A.

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#batfam#dick grayson#batfamily#tim drake#dc fanart

seen from United States
seen from Türkiye
seen from China

seen from Brazil
seen from United States
seen from China

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Jordan
LAGI
Seberapa penting mereka
yang mengemis temu padamu?
Kau begitu lagi
aku lahir kembali.
— Bandung, A.
Jika kamu #mencintai seseorang Jangan pernah #mengemis #cinta dia Tetapi mengemislah kepada #Tuhan agar pantas menjadi #jodoh @HabibiRizqiR
MENGEMIS KASIH by Nazrey Johani ft. Far East
Tuhan dulu pernah aku menagih simpati Kepada manusia yang alpa jua buta Lalu terheretlah aku di lorong gelisah Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah Semalam sudah sampai ke penghujungnya Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu Tak ingin lagi ku ulangi kembali Gerak dosa yang menghiris hati Tuhan dosaku menggunung tinggi Tapi rahmatMu melangit luas Harga selautan syukurku Hanyalah setitis nikmatMu di bumi Tuhan walau taubat sering ku mungkir Namun pengampunanMu tak pernah bertepi Bila selangkah ku rapat padaMu Seribu langkah Kau rapat padaKu Ya Allah…
New Post has been published on The Rakyat Post BM Version
New Post has been published on http://bm.therakyatpost.com/buzz/2015/02/18/tegar-ditipu-lagi-bekas-pengurus/
Tegar ditipu lagi bekas pengurus
KUALA LUMPUR, 18 Februari :
Nasib penyanyi remaja Indonesia, Tegar kembali miskin apabila ditipu bekas pengurusnya buat kali kedua.
Remaja itu kini kembali menjalani hidup susah sehingga menyebabkan ibunya terpaksa kembali menjadi pengemis jalanan.
Sebelum ini, penyanyi itu pernah ditipu pengurus lamanya dan perkara itu berulang kembali apabila dia mengambil pengurus baru bagi menguruskan kerjaya seninya.
Astro Gempak melaporkan sumber yang juga bekas pegawai perhubungan awam syarikat rakaman naungan penyanyi berusia 13 tahun itu kini telah hilang sumber pendapatan.
“Saya simpati dengan Tegar. Dia kini berada di kampung kerana tidak bekerja lagi. Pasport Tegar telah dibawa lari bekas pengurusnya, ‘A’
“Disebabkan itu, Tegar tidak boleh ke mana-mana dan terpaksa menolak tawaran ‘show’ di Malaysia kerana ketiadaan passport.
“Kasihan ibunya kini kembali mengemis kerana mereka tiada wang. Tidak sangka ‘A’ tergamak aniaya Tegar,” katanya.
Menurutnya lagi, ‘A’ merupakan warganegara Singapura dan kini dipercayai berada di Kuala Lumpur.
“Saya dapat tahu ‘A’ berada di sini. Dia biarkan Tegar terkontang-kanting selepas menipu budak itu.
“Banyak duit Tegar habis disebabkan dia dan ibunya pula pernah beritahu kepada salah seorang ahli kelab peminat Tegar di Malaysia yang anaknya tidak mempunyai sebarang simpanan sejak bersama ‘A’,” ujarnya.
Katanya, Tegar juga pernah beritahu kepada ibunya bahawa dia tidak mempunyai wang kerana ‘A’ membelanjakan wangnya sesuka hati.
Tambah sumber, kali terakhir Tegar kelihatan bersama ‘A’ ialah pada dua minggu lalu ketika dia menghantar penyanyi tersebut pulang ke Indonesia.
“Dia hantar balik selepas sebulan ‘simpan’ Tegar di Malaysia tanpa kebenaran ibu dan syarikat rakaman di Jakarta.
“Sepanjang tempoh itu Tegar tidak dibenarkan menghubungi ibunya di kampung dan ‘A’ telah merampas telefon bimbit Tegar,” katanya.
Menurutnya, ketika di Malaysia, ‘A’ menggunakan Tegar demi kepentingan diri sendiri dan mencari populariti.
“Dia pernah membawa Tegar menumpang rumah beberapa peserta program realiti lawak popular Malaysia sambil menjaja cerita bohongnya.
“Kepada ‘A’, sudah-sudahlah menipu dan menganiaya orang lain. Pulangkan sahaja pasport dan barangan peribadi berharga Tegar yang dilarikan sebelum tindakan diambil,” katanya mengakhiri perbualan.
Tidak Mengemis Kepada Mahluk
Tidak Mengemis Kepada Mahluk
Tidak mengemis kepada mahluk. Bagaimana kategori mengemis kepada manusia itu? Salah satunya adalah ketika hati membenarkan bahwa gaji atau upah yang didapatkan diberi oleh pimpinan sehingga rela melakukan apa pun yang diperintahkan oleh pimpinan. Merasa sangat takut kepada pimpinan kalau dipecat. Rela melakukan hal-hal yang dilarang Allah Swt demi menyenangkan hati pimpinan.
Ciri Telah Mengemis…
View On WordPress
Hidup itu untuk berjuang bukan untuk mengemis.
Aku menulis, bukan untuk mengemis. Meski hatiku teriris, aku tak akan menangis. Aku ini seorang gadis, dengan cinta yang tak pernah habis. Meski caramu begitu sadis, aku tetap tersenyum manis.
Nyaris Sempurna
ud'uni astajiblakum
Suatu ketika sehabis perjalanan dari Bekasi kami melihat beberapa anak kecil yang meminta-meminta di sekitaran gerbang tol Pasteur. Jika kita melewati gerbang tol ini pemandangan seperti ini akan lumrah sekali. Ketika itu kami melihat ada seorang kakak yang menggendong adiknya yang tertidur menghampiri mobil dalam kemacetan. Ia melewati mobil kami dengan air wajah lelah mungkin karena seharian berpanas-panasan. Kami pun memberikan ia makanan yang ada di mobil kami. Harapan anak itu adalah mendapatkan uang dari para pengendara mobil yang lewat jalan ini. Namun kami yang di dalam mobil seolah sependapat jika memberikan uang akan lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya. Oleh karena itu, dari pada tidak menolong sama sekali kami pun memberikan makanan kami. Anak itu pun berterimakasih kemudian menepi dari jalanan. Kulihat ia langsung menyantap makanan yang kami berikan tentunya bersama adiknya yang dibangunkan terlebih dahulu.
"Kasian ya", ujar salah satu temanku
"Siapa yang salah coba?",sanggah temanku yang lain
Aku hanya diam memperhatikan
"Mereka harusnya mendapatkan kehidupan yang layak juga"
"Negara menjamin mereka sebenarnya, tapi kenyataannya?"
"Entah karena jumlah mereka yang terlalu banyak atau bagaimana pada akhirnya janji negara itu pun tak pernah dirasakan mereka"
"Kerjanya dinas sosial apa ya?"
"Dari lembaga pemerintahan dinas sosial kan yang memelihara mereka sebenarnya?"
"Aku sering membayangkan kalau aku yang berada di posisi mereka, akan seperti apa ya aku jadinya"
"Apa mungkin aku akan lebih baik dari mereka? atau malah lebih buruk keadaannya dari mereka?"
"Mereka mengajarkan kita ketegaran"
"Walaupun sering sekali berita menyiarkan kalau mereka adalah anak-anak yang bandel dan susah diatur karena sudah keenakan hidup di jalan"
"Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain apa yang harus dilakukan sekarang"
"Mereka lemah dan entahkah untuk ke depannya juga akan seperti apa."
"Untuk yang bersekolah mungkin masih ada secercah harapan untuk mereka bisa merubah nasibnya"
"Namun bagaimana untuk mereka yang tidak sama sekali berkesempatan menikmati bangku sekolah"
"Seandainya aku punya kuasa"
"Satu lagi yang aku pelajari dari mereka"
"Apa?"
"Mereka mengemis seperti itu. mungkin bagi sebagian orang menggangu. Namun Allah menciptakan dan mempertemukan dengan kita pasti ada maksudnya"
"Alllah pernah berkata bahwa jika kita menginginkan permintaan kita dikabulkan olehNya. kita harus selalau meminta kepadaNya. Terus mengemis kasihNya"
"Bagiku para pengemis jalanan itu mengajarkan contoh yang nyata bagaimana seharusnya kita pun meminta agar doa-doa kita terkabul. mengemis kepadaNya justru tidak akan menghinakan kita malah menyenangkanNya."
Aku tertegun mendengarkan percakapan itu.