Jarak menyadarkanku pentingnya setiap temu. Waktu menyadarkanku pentingnya ada kamu.
- R
seen from China
seen from United States

seen from Poland
seen from Maldives
seen from United Kingdom
seen from Israel

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from Russia
seen from Türkiye

seen from United States
Jarak menyadarkanku pentingnya setiap temu. Waktu menyadarkanku pentingnya ada kamu.
- R
Sebenarnya waktu tidak memulihkan—namun menyadarkan. Ia tak memberi penawar apapun pada luka. Ia hanya membuat diri kita menjadi terbiasa.
Arief Aumar Purwanto | 18/01/2017
Menyadari Tulisan dan Pengaruhnya
Di malam yang cerah ini. Saya kembali menulis mengenai fenomena unik antara tulisan dan pengaruhnya. Yang bisa dikaitkan dengan pergerakan politik juga. Pergerakan politik yang tidak terpisahkan dari peran tulisan.
Generasi sekarang merupakan generasi yang tidak lepas dari media sosial. Hampir setiap jam kita terhiasi oleh teknologi media sosial. Kadang sebagai media komunikasi maupun sharing ilmu pengetahuan. Kita berlebihan dalam penggunaannya. Bagi yang tidak sadar, cepatlah bertaubat. Karena bagaimanapun juga terlalu lama di media sosial tidak baik.
Tidak sedikit juga media sosial dijadikan media efektif para elit politik. Dalam berkampanye maupun berpendapat. Media sosial adalah representasi dari tulisan yang diunggah secara umum yang merevolusi buku menjadi digital. Tulisan yang mudah di akses. Dan berpengaruh besar dalam perkembangan generasi manusia. Yang mulanya membaca melalui buku atau mendengarkan radio atau melihat televisi. Berubah menjadi bermain Handphone maupun internet. Tidak perlu koran lagi dalam membaca berita. Tinggal klik di Handphone kalian masing-masing maka berita itu akan menghampiri anda.
Kita akui, kita sekarang adalah generasi yang bebas berpendapat. Iya, kamu bebas menulis pendapat apapun yang kamu suka. Entah itu untuk khalayak umum atau pribadi. Kamu dapat mengunggahnya di media sosial. Asalkan sesuai dengan batasan norma-norma yang berlaku ya. Misal menulis sesuatu yang dapat menghibur orang, berita, dan hal-hal yang menambah wawasan. Hingga mengajak responden untuk melakukan bisnispun bisa. Tapi bagaimanapun juga media sosial termasuk tulisan yang bisa jadi subjektif dan berkepentingan.
Banyak jurnalis tidak henti-hentinya bekerja menulis. Dan menyebarkan isu di media sosial. Hal ini dinilai efektif karena sebagian besar penduduk indonesia pemakai Handphone berlayanan internet untuk mengakses berita.
Apa yang kita kerjakan apa yang kita pikirkan. Dengan mudah semua orang bisa melihatnya melalui media sosial. Maka berhati-hatilah dan kontrol apa yang kita tulis. Seolah-olah semua orang kepo itu mudah. Tinggal investigasi dan observasi saja di media sosial. Maka kita dapat menemukan banyak hal yang kita cari.
Sama halnya sebuah politik. Sepanjang sejarang dunia politik. Awal dari pergerakan politik itu bermula dari tulisan. Tidak heran jika di era sekarang. Banyak orang membangun citra politiknya melalui dunia tulisan termasuk menulis di media sosial. Melalui media sosial. Contohnya adalah isu mengenai calon Kapolri bapak KOMJENPOL Budi Gunawan yang ditetapkan KPK menjadi tersangka pada tanggal 13 januari 2014. Ada bapak jokowi maupun bapak prabowo yang pada tahun 2014 banyak diisukan pencitraan sebagai calon presiden melalui media sosial.
Kita dengan mudah dapat mempengaruhi orang. Dengan kreativitasnya masing-masing kita dapat membuat banyak opini di masyarakat. Tapi tentu dengan batasan-batasan dan etikanya. Begitu juga dengan politik akan selalu diawali dengan tulisan yang banyak kita temui di media sosial. Selalu didampingi kekuatan tulisan.
Untuk itu bolehlah belajar menulis mulai sekarang dengan santun dan bijak. Menghormati orang lain dan tidak menggunakan tulisan sebagai senjata untuk menyudutkan lawan.
15 januari 2015
Kepergianmu menyadarkan aku, bahwa nyatanya ada rasa takut kehilanganmu dalam diriku.
Menyadarkan Tentang Syi'ah dengan Buku
Di antara sekian banyak cara menyadarkan ummat Islam akan bahayanya agama Syi'ah adalah dengan menyebarkan sebanyak-banyaknya buku yang mengupas tuntas tentang hal ini. Di antara buku yang direkomendasikan untuk disebarluaskan adalah buku yang ditulis oleh seorang ulama ahlussunnah yang sangat dibenci oleh pemuka-pemuka agama Syi'ah. Bahkan mereka berani membayar mahal kepada siapa saja yang berhasil membunuhnya. Dialah syaikh Ihsan Ilaahi Zhahiir, rahimahullaah. Na'am, mereka berhasil membunuhnya. Akan tetapi mereka tidak akan mampu "membunuh" karya-karya tulisnya. Tulisan beliau dalam membongkar dan mematahkan syubhat-syubhat agama Syi'ah sampai sekarang masih dijadikan sebagai rujukan bagi para ulama masa kini, bahkan sampai akhir zaman kelak, insyaAllah. Salah satu karya tulisnya yang saya maksud adalah yang beliau beri judul: "Asy-Syii'ah wa -t Tasyayyu', Firaq wa Taariikh" Alangkah bahagianya hati ini, jika buku tersebut mengisi setiap perpustakaan masjid di Indonesia. Bagi yang mau mendownloadnya, silakan: http://www.waqfeya.com/book.php?bid=5058
Sumber: https://www.facebook.com/abu.y.nurdin