Ujian Kebaikan dan Keburukan
Disaat kita merasa senang, bahagia, atau hal indah lainnya, kita merasa Allah sayang pada kita karena telah banyak memberi nikmat. Padahal belum tentu, bisa jadi kebahagiaan tersebut adalah sebuah ujian bagi kita.
"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku.”" (QS. Al Fajr: 15)
Sedangkan kita merasa diuji saat merasa sedih, terpuruk, sempit atau hal-hal buruk lainnya yang membuat hati gundah gulana. Kita merasa Allah tidak sayang pada kita. Padahal, kita tidak tau bisa jadi Allah beri kebaikan dibalik musibah tersebut.
"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinakanku.”" (Q.S Al Fajr: 16)
"Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (cobaan). Dan kepada Kami kalian dikembalikan" (Q.S Al-Anbiya: 35)
Allah berikan kenikmatan dan kesedihan untuk kita silih berganti. Namun, apakah keduanya membuat kita semakin dekat dengan Allah? Atau malah semakin menjauhkan kita dari-Nya? Segala keadaan yang Allah hadirkan dalam hidup kita ialah ujian.
Semoga, hati kita tidak lalai dari mengingat-Nya, dan pula tidak meremehkan perintah juga larangan-Nya. Hanya hati kita sendiri yang jujur merasakan, apakah kita dekat atau semakin jauh dari Allah?
Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbiy 'ala diinik. Yaa musharrifal quluub sharrif qalbiy 'ala thaa'atik
Buntok, 30 Oktober 2021 | Pena Imaji













