Hal ini pun aku membencinya; bertengkar dengan seorang yang paling sering membuatku tersenyum
seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Panama

seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Israel
seen from Canada

seen from United States

seen from Germany
seen from Germany

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Italy

seen from Jamaica
Hal ini pun aku membencinya; bertengkar dengan seorang yang paling sering membuatku tersenyum
Move-on? Lakukanlah sepenuhnya
Jika sudah jatuh cinta dan mencinta seseorang lakukanlah sepenuhnya, jangan setengah-setengah. Pun jika memang benar itu cinta, raga dan rasa harus dengan lapang menerima. Jangan hanya hal baik saja yang terlihat oleh mata yang kamu terima. Tingkah buruk, masa lalu kelam, hal-hal aneh, bahkan semua resiko yang belum nampak harus siap menerima juga tetap mencintainya.
Sama halnya dengan melepaskan atau dilepaskan. Hal serupa harus dilakukan, lakukan sepenuhnya. Jika tidak ingin terus-menerus terjerat dalam ruang angan kebersamaan dengannya, dengan orang yang telah mengkhianati rasa juga harapmu. Itu tak cukup, dengan hanya kamu meninggalkannya atau hanya sekedar tak mencari tahu tentangnya. Benar-benar tak cukup untuk kamu bisa pulih kembali.
Bahkan jika saja kamu dan dia sudah tidak di tempat yang sama lagi, itu masih belum cukup untukmu bisa dikatakan move-on. Bukan hal yang mustahil jika tiba-tiba kamu teringat kembali lalu mengharap kembali bisa terikat lagi. Bisa bersama kembali dengan orang yang jelas-jelas telah mencurangi.
Yang lebih penting kamu harus jadi orang yang berbeda. ini bukan tentang kebiasaan, tapi. kebisaan kamu. Seharusnya hal sebelumnya yang telah menyakiti sudah cukup menjadi penyebab kamu tak lagi bersikeras mengharap bisa bersatu lagi dengannya. Ingatlah bahwa itu nyata, begitu pun dengan rasa sakitmu yang nyata, tentu saja bukan rekayasa.
Berhentilah mengharapkan kemungkinan indah dengannya bisa terulang kembali. Berhentilah menjadi dirimu yang sebelumnya dan jadilah dirimu yang setelahnya. Tak ada hal yang tak bisa dilakukan. Tergantung niat dan tekadmu. Dan jika sudah membulatkan
Lakukanlah sepenuhnya. Jangan setengah-setengah.
Mencintai wujud angin. Untuk sekarang inilah yang bisa aku cinta. Dia ada tapi tak terlihat, dia ada namun raganya tak pernah sekalipun bisa kuraba. Hingga di titik ini, aku menuai segala proses agar sesegera bisa menjadi nyata, bisa aku ajak bercerita. Berdua.
Tak terlihat bukan berarti tak ada. Karena debar yang dirasa benar adanya, senyum yang kucipta juga disebabkan olehnya. Jadi untuk apa aku meragunya. Ibarat aku sedang membaca, satu alinea akan menyebabkan rasa penasaran pada alinea selanjutnya. Begitu juga dengan yang aku cinta saat ini, semakin lama serasa hidupku menjadi penuh warna.
Musim silih berganti. Aku yakin jalan ini ada ujungnya, hanya perlu kesabaran saja dalam menjalani.
Kamu pun tetaplah begitu. Jangan kau rubah sikapmu, biar aku saja yang meyakinkanmu.
Setelah tercipta. Marilah kita rangkai naDa-nada untuk mengiringi kisah cinta kita.
••••••• Sifat malu yang keterlaluan menyebabkan kau tak bisa lagi bangkit dari kesendirian. Keberanianmu yang sekarang terlalu tumpul, untuk mengubah masa depanmu sendiri mungkin takkan pernah terwujud Aku tak tahu bagaimana dirimu pada masa itu. Pada saat kamu masih berdiri diatas segalanya, pada saat kamu menyiksa orang-orang yang tidak sesuai dengan kehendakmu, atau kesalahan lainnya yang dulu kamu lakukan dan sekarang menjadi sebuah penyesalan yang menakutimu Ada satu hal yang membuatku mendengarkan cerita panjangmu. Aku sangat memahaminya lebih dari siapa pun, aku bisa tau rasanya menjadi dirimu pada masa itu. Bahkan jika dibandingkan denganku, kesalahanmu itu tidak ada apa-apanya Kamu merasa sangat berdosa, berarti seolah-olah dosaku lebih besar dari pada dirimu, karena yang aku lakukan dimasa lalu lebih dari itu. Ya, aku juga pernah berpikir takkan pernah menerima maaf dari orang lain, tapi dugaanku salah. Jika hati kita sudah mempunyai visi dan misi untuk melakukan perubahan, lingkungan dan seisinya pun akan ikut mendukung, bahkan bisa memberikan maaf jika kita sudah benar-benar memantapkan diri untuk berubah Setiap manusia memiliki masa lalunya masing-masing, tak penting baik dan buruknya. Namun jika ingin terus melangkah dan tak ingin mempunyai penyesalan, maka mau tak mau walau secara terpaksa kamu harus membuat dirimu lebih berguna untuk orang-orang. Memantaskan diri dan perbaiki diri, agar kelak jika kau sudah melewati semua itu maka ucapan 'menyesali masa lalu' menjadi tiada. Karena kau sudah melakukan hal-hal yang lebih baik untuk diri sendiri, tepatnya kebaikan untuk orang lain Mulailah dari sekarang, niatmu sudah baik ingin berubah, jadi sangat tidak baik jika kamu menunda-nunda. Kau memang masih membutuhkan penyemangat dari orang lain, orang yang bisa memberikan bimbingan dan pengarahan perbuhanmu. Berbanggalah jika ada orang yang mengingatkan dan memberikan teguran, berarti mereka peduli. Karena tidak semuanya bisa kita hadapi sendiri, makan ada orang yang disisi akan sangat membuatmu nyaman melakukan kebaikan hati Dengan begitu, semoga saja bisa menjadi penyembuh dan menyembuhkan masa lalumu yang fana #noreadnodream #puisi #sajak https://www.instagram.com/p/B_jhETSp_fy/?igshid=1govhqkueu1sa
Pikiran jahat yang lewat sesaat
Aku harus berdo'a, atau sekedar mengharapkan, mengsemogakan pada setiap yang pernah menimpa karenamu. Luka-luka, duka-duka, dusta-dusta, dan semua rasa-rasa yang pernah kamu cerca. Hanya kamu diamkan saja, berdiri diatas penderitaanku lalu tertawa diatas perih yang bergemuruh menggerogoti tanpa henti. Mencaci apa yang telah aku beri.
Sangat sekali aku ingin. Masa-masa sulit yang aku lewati suatu saat atau bahkan saat ini juga kamu mengalaminya, merasakannya, tak ada orang yang mencoba mengerti dan memahami, pun tak ada orang mau mendengarkan curahan kepedihan yang kamu rasakan. Cobalah dengan sekuat tenaga untuk menikmati derita, dengan sekuat hati memendam benci, karena kebingungan siapa yang harus dibenci.
Aku bahkan sampai pernah berpikir. Jika saat ini dan suatu nanti kamu tak mengalaminya, semoga saja yang memiliki ikatan darah denganmu-lah yang akan merasakan berlipat-lipat kesakitan.
Lupakan saja. Ini hanya pikiran yang hanya lewat sesat. Merasuk dalam sela-sela pikir kala posisiku sedang diselimuti oleh penderitaan yang begitu getir. Pipi yang dibasahi oleh air mata dan bibir yang berteriak keras sampai aku tak mengenali suara diri sendiri. Maafkanlah, itulah yang yang terjadi. Maafkanlah, itulah keinginan kejiku padamu. Maafkanlah, walau hanya terlihat dalam deretan aksara, catatan ini pernahlah aku ucap sama halnya seperti orang yang sedang membaca. Berdiri dihadapan raga sendiri, lalu memukul kaca yang sedang aku ajak bicara.
Sakit akan hilang jika tak ada yang mengulang-ngulang kejadian penyebabnya. Sakit akan kembali bangkit jika mengungkit-ngungkit kejadian yang pernah menimpanya.
Sesulit inilah. Se-takmudah itulah aku melewati dan menjalaninya selama beratus-ratus hari yang pernah aku lalui. Selama beberapa tahun terkurung dan terbodohi. Jangan terlalu sungkan, itu hanya pikiran sesaatku. Belum pernah aku ucapkan dalam keadaan hati tanpa diselimuti emosi. Hati dengan kesadaran hakiki.
Aku, mencintai aku. Kamu, dicintai kamu. Aku dan kamu, belum bersatu.
Manusia = Mentari
Saat pagi. Ada kalanya memberikan kehangatan yang menggugah. Banyak orang yang menantikan kedatangannya. Fajar yang terbit dipagi hari itu, memberikan semangat pada orang-orang yang baru terbangun dari lelapnya. Kekuatan bagi orang-orang yang akan menjalankan aktifitasnya.
Saat siang. Mentari tak lagi memberikan kehangatan, tetapi kegersangan yang ia pancarkan. Bahkan kebanyakan orang lebih memilih untuk menghindari daripada terus diguyur keringat tiada henti. Ya, mentari di siang hari sebagian banyak orang tak menyukai.
Saat sore. Mentari kembali dinanti-nanti. Orang-orang berbondong-bondong untuk melihat percikan cahaya yang mulai memudar, membuat rona jingga pada awan yang disinarinya, menjadi tontonan terutama bagi orang yang sedang menikmati kesepiannya.
Saat malam. Mentari menghilang, posisinya diganti oleh rembulan. Gelap gulita menjadi titik awak kerinduan bagi mereka yang ingin segera menantikan fajar keemasan di pagi hari lagi. Lagi dan lagi.
Ya, seperti itulah manusia penilaian sesaat tak cukup untuk menentukan sikap sejatinya. Waktu terus berganti begitu pula dengan sifat dan sikap manusia, sakit akan berganti.
Mentari
Create by: Resa & Syn_Anymore
Dari tempat-tempat yang telah aku pijaki, Ku temukan satu jejak yang membuka gerbang ilusi
Dan disitulah hatiku selalu tersiksa oleh bayangan kenangan indah masa lalu
Kenangan yang tak bisa ku ajak kembali.
Selalu berseteru dengan damaiku.
Selalu mengusik setiap apa yang menurutku baik, selalu merenggut apa yang ingin pungut, dan selalu mengambil sesuatu yang membuatku labil dalam menjalani kehidupan. Apa harus sesakit ini?
Bahkan badai rasa maklumku tak dapat menghapus rasa piluku.
Meski ku takut.
Ingin ku lawan rasa pilu itu.
Karena aku tak ingin terus hidup dalam kenestapaan
Maaf..
Ku harus matikan rasa hingga melahirkan rasa acuh.
Meski ku tak ingin.
Dengan berat hati, aku harus sedikit melupa tentang catatan kisah lampauku. Aku harus mencoba membuat lembaran perjalanan baru untuk bahagiaku
Bukan bahagiamu lagi.
Bukan tentang dirimu lagi.
Karena, semesta pun tahu bahwa dirimu layak bahagia.
Begitupula aku.
Walaupun pun sebenarnya kebahagiaanku telah kau rebut. Jadi biarkanlah aku terus berlari mencari yang seharusnya kumiliki. Ya, yang kucari adalah bahagia!
Cukup sederhana bukan
Sesederhana Sebagaimana kau robek rasa percayaku.
Cukup, bagiku titipkan bahagia.
Kini.. tak ingin lagi ku titipkan bahagia. Sebagaimana dulu ku titipkan bahagiaku padamu.
Biarkanlah aku berada pada jalan yang Tuhan telah gariskan, agar aku bisa bernafas dengan senyumanku lagi, bukan dengan air mata kesedihan yang mengiringi
Aku percaya Tuhan.
Gelap ini akan kabur oleh lentara.
Meski ku tak tahu, akan sampai kapan.
Namun..
Yang aku tahu, Semesta tak buta
Ia pasti sudah menyediakan tempat dan arah untukku menuju kebaikan yang telah disediakan. Karena aku percaya setelah kesedihan, kesenangan adalah akhir yang pantas untuk di dapat
Ku akan bahagia.
Itu janjiku.
Kau ingat bukan, benih harapan yg telah jatuh pada tanah akan menumbuhkan pohon kehidupan.
Mungkin kau nyata untuku kali ini.
Namun, esok lusa mungkin kau hanya ilusi masa laluku.
Oleh karenanya aku sangat membenci masa lalu yang hanya menyediakan harapan-harapan yang tak mungkin aku dapatkan. Mungkin aku hidup karena ada masa lalu, tapi untuk bisa bertahan hidup aku terus mencoba hal-hal baru agar tetap bertahan, walau untuk menjalaninya tidak semudah mengucakannya
Maka dari itu, melepaskan mu.
Itu caraku bertahan hidup.
#NoReadNoDream