# XV, judulnya: Pengakuan
Hari ini adalah Ramadahan ke-5, anak-anak sekolah berpuasa di rumahnya masing-masing karena himbauan pandemi covid-19 masih berlanjut. Memang membosankan bila harus berdiam diri di rumah saja, tapi harusnya memudahkan juga. Anak-anak tidak perlu beralasan buka puasa setengah hari karena kehausan sepulang sekolah. Hahaha itu saya dulu.
Dulu SD sekitar kelas 4, saya lebih senang berjalan kaki dari sekolah ke rumah bersama teman-teman. Biasanya kami melewati rute yang berbeda-beda, mencari jalan baru sekaligus mencari kadal atau bunglon untuk dipelihara.
Hari itu entah puasa ke berapa, energi kami sudah habis karena bermain bola dari botol plastik. Kami sepakat pulang melewati rute tercepat menuju rumah kami, yaitu lewat lapangan musholla.
Lapangan musholla adalah pertengahan jalur pulang kami, di pojok lapangan ada panggung yang terbuat dari tumpukan batu bata yang disemen, kami berjalan menuju balik panggung tersebut untuk sekedar beristirahat di warung kecil.
Warung itu menjual es lilin dan es seduh dari marimas, finto, cola-cola, sprite yang tergantung pada satu batang rotan. Namanya anak kecil, kami tergoda. Kami semua akhirnya membeli es seduh itu, sayangnya saya tidak punya uang. Puasa bawa uang untuk jajan apa pikir saya kan? Makanya uang jatah jajan saya hari itu sengaja saya tinggal di rumah untuk bekal jajan sore harinya.
Akhirnya saya beranikan diri untuk berhutang sebesar lima ratus rupiah kepada ibu penjual es tersebut. Sisa perjalanan menuju rumah, saya tempuh dengan semangat yang baru.
Besoknya ketika saya pulang lewat jalan itu lagi, warung tersebut tutup. Besoknya lagi masih tutup, besoknya pun tetap masih tutup.
Sampai suatu hari saya lewat jalan itu lagi, warung tersebut sudah berganti pemiliknya, pemiliknya yang sekarang tidak lagi menjajakan jajanan dan es di depan rumahnya, tapi untuk tempat istirahat dan leyeh-leyeh.
Itulah hutang lima ratus saya yang sampai saat ini belum saya bayar, entah bagaimana cara saya akan membayarnya, semoga pemilik warung itu selalu sehat, dan diberikan tempat terbaik di surga nantinya.
@adhit21 @henniarum @gugunm @fadhila-trifani @mathmythic













