Penilaian..
kamu bilang bahwa manusia bukanlah tujuanmu. Itu benar, sayang. Manusia bukanlah tujuanmu, sebab tujuanmu sebenarnya adalah menuju ampunan Allaah. Sekalipun hari ini manusia termasuk orang yang kau kasihi tidak melihat seberapa besar effortmu untuknya, bukankah Allaah melihat kesungguhan hati dan upayamu untuknya?
Jika bahkan hari ini kamu harus menangis dengan semua kesakitan mu, sementara orang yang kau cintai tidak tahu tentang kesakitanmu, bukankah Allaah melihat akan hal itu? Allaah bahkan tahu betapa pedih dan perihnya kamu melalui hal sukar itu semua. Tidak ada yang terluput dariNya, semua atas izinNya terjadi, maka terjadilah.
Jika pada hari ini kamu menyimpan rapat-rapat keinginanmu atau bahkan mimpimu yang begitu menjulang tinggi itu dari orang-orang yang ingin kamu bahagiakan. Allaah tahu perihal mimpi dan upaya yang telah kau lakukan sekalipun itu langkah kecil. Allaah tahu, Allaah melihat akan hal itu. Meskipun kau menyembunyikannya begitu rapat bahkan didalam relung hatimu sekalipun.
Lantas pada bagian mana lagi kamu merasa dirimu terdzolimi? Pada bagian mana lagi Allaah tidak tahu akan upayamu itu? Allaah tahu bahkan kamu belum mengungkapkan sepenuhnya, atau bahkan kamu tak mampu mengatakan seluruhnya.
kamu hanya diminta untuk sabar dan terus berbaik sangka kepada Allaah. Urusan nanti kamu akan sampai pada mimpimu itu urusan Allaah. kamu hanya diminta untuk berupaya semampumu, sekuatmu, semaksimal yang bisa kamu lakukan.
Dan jika bahkan pada hari ini kamu dihina dikatakan buruk atas upaya penjagaan dan usahamu untuk melakukan hal baik. Penilaian manusia tidak berarti banyak untukmu selama kamu memiliki Allaah. Pertolongan Allah selalu ada untukmu sekalipun kamu memintanya dalam tangismu. Lantas mengapa kau kerdilkan doamu? Mengapa kau hentikan pintamu kepadaNya?
Manusia bukanlah tujuanmu, sayang. Nanti kamu lelah jika terus mengejar keridhoan manusia. Tak ada habisnya. Fokuslah pada dirimu dan upayamu untuk mendekat kepada Allaah. Berserah diri dengan totalitas penuh kepadaNya, dengan banyak harap agar diri diampuni, dengan banyak harap agar Allaah meridhoi.
Sekalipun seluruh dunia ridho kepadamu, jika Allaah tidak. Tak bernilai itu semua untukmu. Sebab bukan ridho manusia yang harus kamu cari. Jadi mengapa harus berlelah-lelah sampai kamu begitu kepayahan? Mengapa berlelah-lelah pada sesuatu yang akhirnya akan hilang dan tidak bisa kau genggam?
Menenun sabar pada akhirnya nanti akan berbuah manis. Meski kamupun tak tahu akan sampai kapan. Kita tidak akan pernah tahu masa depan bukan? Namun satu yang kita tahu dan sepakati bahwasanya kesabaran akan mengantarkan seseorang pada akhir yang baik. Entah bagaimana hal itu akan terjadi. Sebab Allaah yang memerintahkannya. Mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat.
Jadi mari sederhanakan wahai diri, sederhanakan keinginan yang seringkali membuatmu lupa untuk bersyukur kepadaNya. Mintalah kelembutan hati, agar ia paham bahwa hati yang lembut akan mempertemukan pada pintu kebaikan lainnya. Melembutlah, melembutlah...
Senja merah saga || 17.29












