Jangan pernah berharap dukungan secara berlebihan atas usaha yang kita lakukan, penyembuhan yang sedang kita upayakan. Sebab tak setiap orang mengerti atas apa yang sedang kita rasakan.
Ris sutanto

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Poland
seen from Türkiye
seen from Yemen
seen from Hong Kong SAR China
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from China
seen from Brazil
seen from China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Poland
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
Jangan pernah berharap dukungan secara berlebihan atas usaha yang kita lakukan, penyembuhan yang sedang kita upayakan. Sebab tak setiap orang mengerti atas apa yang sedang kita rasakan.
Ris sutanto
Kamu tidak bisa memaksakan orang lain menjadi seperti yang kamu inginkan. Sekalipun dia adalah orang terdekat seperti keluargamu, sahabat karib, atau bahkan orang yang paling mencintaimu...
Semua orang punya prinsip hidup masing-masing. Prinsip dibangun atas pemahaman hasil dari belajar, kekuatan hati dan komitmen dalam diri. Walaupun kamu dan dia menempuh proses belajar yang sama, dimotivasi oleh motivator yang sama, dan berada dalam ruang lingkup hidup yang sama, tentu dalam beberapa hal kamu dan dia akan memiliki prinsip yang berbeda. Hal itu karena kamu dan dia berasal dari tulang sulbi yang berbeda, dibesarkan dengan cara yang berbeda, memiliki prioritas hidup yang berbeda, dan masing-masing memiliki kebiasaan yang berbeda.
Secanggih apa pun kata-kata yang kamu lontarkan, kamu tidak bisa memaksakan orang lain menjadi seperti yang kamu inginkan ...
karena sebenarnya yang berjuang adalah yang menjaga setiap tingkah laku, bukan yang banyak tingkah tanpa tahu mana yang jujur.
memelena
💝 Proses Pembentukan Karakter Anak #1 💝
Halo moms dads, #seninbersamabuku kembali hadir masih dengan buku "The Secret of Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menuju Pribadi Gemilang". Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana suatu karakter pada anak terbentuk.
Karakter pada anak terbentuk melalui serangkaian proses, yang mana tidak selalu bertahap karena memungkinkan terjadi pada beberapa area atau bahkan keseluruhan area sekaligus. Menurut Robert Dilts, secara umum proses ini berlangsung dalam enam area. Berikut penjelasan setiap area tersebut.
1. Lingkungan Perilaku awal mulanya terbentuk dari proses observasi lingkungan dan orang-orang yang ada di dalamnya. Proses observasi ini menghasilkan rekaman dalam pikiran. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu yang singkat, beberapa detik, hingga kurun waktu bertahun-tahun. Manusia itu sendiri menunjukkan perilaku yang berbeda-beda berdasarkan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, orang tua perlu menciptakan lingkungan yang baik di dalam rumah pada masa-masa awal tumbuh kembang anak karena pada masa ini lah anak hampir 24 jam berinteraksi di dalam rumah.
2. Perilaku Anak meniru perilaku serta ekspresi, terhadap apa saja yang terjadi di sekitarnya. Hasil rekaman terhadap lingkungan tersebut mewujud menjadi perilaku. Perilaku di area ini masih bisa diubah karena belum stabil. Oleh karena itu, kemampuan orang tua mencermati perilaku yang baru pada anak sangat lah penting. Hal ini dikarenakan perilaku yang masih baru diadopsi anak masih cukup mudah dihentikan. Caranya yaitu dengan menghilangkan sumber yang menjadi contohnya dan tidak memberikan perhatian berlebihan terhadap perilaku tersebut.
contoh: ketika anak pertama kali meniru ucapan buruk (makian), atasi segera dengan mencari sumbernya dan jauhkan atau hilangkan sumber tersebut. Beri teguran yang efektif saat anak mengatakannya dan tidak perlu bereaksi berlebihan karena justru akan membuat anak semakin penasaran. Berikan pula pujian saat anak mengatakan hal-hal yang baik. Area ini cukup krusial ketika orang tua terlambat mengenali terbentuknya perilaku dengan segera, anak akan menjadi cakap untuk melakukannya.
3. Kapabilitas Area ini adalah area dimana seseorang menjadi cakap menghasilkan perilaku. Pada umumnya terjadi karena proses pengulangan tetapi bisa juga karena mendapatkan penguatan. Penguatan tersebut contohnya yaitu dengan terbukti menghasilkan sesuatu yang diharapkan atau adanya pembenaran dari pihak lain atas perilaku yang ditunjukkan anak.
Tiga area selanjutnya akan dibahas pada edisi #seninbersamabuku selanjutnya. Semoga bermanfaat. (ay)
📒Sumber: Fitriani, Okina. 2017. The Secret of Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menjelang Generasi Gemilang. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
🌷SUPERMOM's NOTE🌷 Edisi #seninbersamabuku 10 Desember 2018
🔖 Email: [email protected] 🔖 Fanpage FB: https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/ 🔖 Twitter: https://twitter.com/supermom_w 🔖 Instagram: https://www.instagram.com/supermom_w/ 🔖 Tumblr: http://supermomwannabee.tumblr.com/ 🔖 WhatsApp: http://bit.ly/supermomwannabe
Kalau materialisme bilang "yang penting nilai gue A, dan gue lulus". Kalau spiritualisme bilang "yang penting gue paham ilmunya, mau gue lulus apa ngga, intinya gue ngerti tu materi." Nah kalo dualisme bilang "gue kudu paham dan lulus tepat waktu, bukan pada waktu yang tepat."
Yang aku dapat dari ilmu Ontologi kali ini adalah,
Metode berfikir ditentukan oleh cara pandang kita terhadap sesuatu, yang mana dg pemikiran tsb lah yang akan menentukan kepribadian atau perilaku kita sehari-hari.
Malang, 17 Sept 2018
Kameliafay
banyak kejadian tidak pantas ditangisi. bukan menyoal harga diri, tapi karena banyak manusia sudah terbiasa bertingkah menyakiti.
memelena
Kuesioner Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMA dan SMA
PERHATIAN : Tujuan survei ini adalah untuk : 1. memperoleh informasi secara komprehensif mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), IMS dan HIV/AIDS. 2. Memperoleh informasi tentang perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMA 2 ............... dan SMA............. 3. Memperoleh rancangan strategi intervensi kesehatan reproduksi remaja (KRR), IMS dan HIV/AIDS bagi remaja sekolah 4. Mengidentifikasi kebutuhan remaja terhadap layanan program KRR dan HIV/AIDS spesifik remaja berbasis sekolah 5. Pengembangan program Kesehatan Reproduksi Remaja. dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
DATA ANAK SEKOLAH / RESPONDEN NOMOR RESPONDEN UMUR JENIS KELAMIN 1. Laki-laki 2. Perempuan ASAL SEKOLAH 1. SMA 2 ............... 2. SMA.............
A. PENGETAHUAN 1. Laki-laki disebut matang secara seksual apabila : a. Sudah dikhitan b. Mengalami mimpi basah c. Pernah melakukan hubungan seksual d. Tidak tahu 2. Perempuan dianggap mulai matang secara seksual apabila (Jawaban boleh lebih dari satu) a. Tumbuh payudara b. Mengalami menstruasi c. Pernah melakukan hubungan seksual d. Tidak tahu 3. Darimana anda memperoleh pengetahuan tersebut ? (Jawaban boleh lebih dari satu) a. Orang tua b. Guru c. Teman d. Media cetak e. Media elektronik 4. Penyakit kelamin yang anda ketahui (Jawaban boleh lebih dari satu) a. Rajasinga/sifilis b. Kencing nanah/Gonorhoe c. HIV/AIDS d. Herpes e. Kutil kelamin f. Kutu kelamin g. Tidak tahu 5. Cara-cara/proses penularan penyakit kelamin (Jawaban boleh lebih dari satu) a. Hubungan seks b. Berciuman c. Bersalaman/bersentuhan dengan penderita d. Memakai barang penderita e. Memakai jarum suntik secara bergantian f. Transfusi darah g. Ibu kepada anak yang dilahirkan h. Tidak tahu dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
B. SIKAP 1. Masa remaja adalah masa yang harus dilalui sebebas-bebasnya karena masa remaja tidak mungkin terulang lagi a. Setuju b. Tidak setuju 2. Merokok, mabuk-mabukan, menyalahgunakan narkoba adalah gaya hidup remaja yang gaul : a. Setuju b. Tidak setuju dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
C. PERILAKU 1. Apakah anda pernah/sedang pacaran ? a. Pernah b. Tidak pernah (Lanjut ke pertanyaan nomor 5) 2. Usia berapa pertama kali anda berpacaran ? a. < 12 tahun b. 12 – 14 tahun c. 15 – 17 tahun d. 18 – 20 tahun dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
D. PENGEMBANGAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA 1. Apakah anda tahu di Puskesmas atau di sekitar tempat tinggal anda ada pelayanan kesehatan reproduksi Remaja ? a. Ya b. Tidak 2. Pernahkah anda menggunakan jasa pusat pelayanan remaja di daerah anda? a. Pernah b. Tidak pernah dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
Silahkan download selengkapnya 32 pertanyaan Kuesioner KTI Skripsi Judul
"Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMA dan SMA" klik dibawah
© Kuesioner Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMA dan SMA (kode182) | KUESIONER Sumber: https://4kuesioner.blogspot.com/2013/09/kuesioner-perbedaan-pengetahuan-dan-sikap-terhadap-perilaku-kesehatan-reproduksi-remaja-pada-siswa-sma-dan-sma.html
Kuesioner Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan Anak
Petunjuk : Pilih salah satu jawaban yang paling benar dengan melingkari jawaban yang tersedia.
1. Menurut ibu sejak umur berapa anak diberikan stimulasi atau rangsangan atau latihan a. Sejak lahir/diniKuesioner Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan Anak
b. Sejak umur 2 – 4 bulan c. Sejak umur 6 – 9 bulan d. Sejak umur 9 – 12 bulan 2. Apa kegunaan atau kebaikan dari pemberian rangsangan/latihan untuk: a. Untuk pertumbuhan badan b. Agar anak tidak sakit c. Agar anak dapat berkembang dengan baik d. Supaya anak cepat besar 3. Pemberian rangsangan/latihan pada anak disesuaikan dengan: a. Umur atau tahap perkembangan anak b. Berat badan anak c. Tinggi badan anak d. Keinginan ibu dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
Sikap Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan Anak 1. Penyuluhan yang dilakukan petugas kesehatan sangat berguna bagi keluarga terutama ibu dalam perkembangan anak: a. Setuju b. Tidak setuju 2. Ibu perlu memahami tahapan perkembangan seorang anak sehingga dapat memberikan stimulasi / rangsangan / latihan perkembangan : a. Setuju b. Tidak setuju 3. Saya merasa pemberian stimulasi / rangsangan / latihan dini pada anak sangat perlu untuk perkembangan anak yang lebih baik: a. Setuju b. Tidak setuju dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
Perilaku Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan 1. Ibu mempertimbangkan atau melihat usia anak dalam memberikan stimulasi / rangsangan / latihan perkembangan anak ? a. Ya b. Tidak 2. Ibu menunjukkan rasa cinta, kasih sayang, rasa aman dengan memeluk, mencium, membuai dan menggendong anak ? a. Ya b. Tidak 3. Ibu telah menyediakan alat yang sederhana, murah dan mudah di dapat pada waktu melakukan stimulasi / rangsangan / latihan perkembangan seperti kain berwarna – warni ? a. Ya b. Tidak dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
Silahkan download selengkapnya 36 pertanyaan Kuesioner KTI Skripsi Judul
"Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan Anak" klik dibawah
© Kuesioner Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Ibu Mengenai Stimulasi Perkembangan Anak (kode178) | KUESIONER Sumber: https://4kuesioner.blogspot.com/2013/09/kuesioner-pengetahuan-sikap-dan-prilaku-ibu-mengenai-stimulasi-perkembangan-anak.html