Rezeki itu hakikatnya yang mengejar kita, lebih daripada maut mencari kita. "Sesungguhnya rezeki itu mencari seorang hamba lebih kerap daripada apa yang dicari oleh ajalnya,” (Riwayat Thabrani melalui Abu Daud).
Jadi umumnya bukan rezeki yg bertambah, tapi rezeki yg dibatasi...
Sebab rezeki itu sejak awal telah ditetapkan, dan itu cakupannya luas... Dikatakan rezeki orang bertaqwa itu tanpa batas. Hanya ada yg membatasi seperti dosa2 hamba itu sendiri.
Maka jika kamu bertaqwa Allah akan bukakan jalan keluar (rezeki) dari arah yang tidak di sangka2 (artinya jika seorang hamba bertaqwa, pembatasnya akan dibuka dan rezeki akan mengalir laksana air yg menekan ke segala arah mencari celah untuk keluar)
Jadi selama ini bukan Allah tak ingin memberi kitalah yang menutup pintu pemberiannya
Tapi ada juga rezeki yang bagi sebagian orang yang dibatasi. Sebagai cara Allah menjaga hambaNya ... Sebab Allah tahu apabila rezekinya lapang itu buruk baginya. Dan pembatasan ini bermakna rezeki juga "rezeki berupa perlindungan agar terhindar dari musibah dan kemudharatan" Dan Allah yang Maha Tahu lebih mengetahui kondisi Hamba2Nya. Dia mentaqdirkan yang terbaik dengan ilmuNya. Seringkali kita hanya memikirkan hajat2 yang belum dikabulkan. Tapi tidak terpikirkan betapa sering Allah... menggagalkan suatu musibah yang harusnya terjadi pada kita dikarenakan dosa2 kita? Fokus kita hanya pada sesuatu yg ingin qt dapatkan. Jarang kita mensyukuri nikmat yang tidak Dia hilangkan.













