SEPERTI HUJAN SORE INI
Hari ini, aku bersama rekanku, Nduy, bertugas di salah satu pabrik di pinggiran Ibukota. Bulan puasa, membuat jadwal pulang kerja menjadi lebih awal. Kami juga pulang namun lebih lama sedikit dari karyawan yang lain. Kami kerja di dalam ruangan sehingga begitu keluar aku tidak tahu kalau ternyata di luar sedang hujan. Lumayan deras. Kami tetap melangkah melawan hujan menuju mobil.
Tak berapa lama, kami pun meluncur. Menyatu bersama mobil-mobil yang lain di jalanan. Mulailah kami bertarung melawan kemacetan dan juga hujan. Seperti biasa, ibukota selalu ramai. Ketika tidak hujan saja begitu macet, apalagi hujan begini. Semua berlomba ingin lebih cepat. Manalagi sedang puasa, tentu semua akan mengejar waktu berbuka. Mungkin mereka ingin berbuka bersama keluarga, atau dengan teman-teman mereka. Kami juga begitu, telah memprediksikan akan sampai di mana ketika azan berbuka berkumandang nanti.
Memasuki pintu tol, jalanan semakin ramai. Kami jalan merayap. Berlomba untuk menuju pintu masuk. Mobil pribadi, truk, dan segala jenis kendaraan roda empat ke atas.
Dalam kemacetan itu, aku merasakan hujan yang kian terasa nyaring pada atap mobil kami. Diam-diam, ia menyertakan hawa dingin. Perlahan membuatku menggigil. Biasanya, hujan selalu membawa sesuatu yang selalu dapat kunikmati hadirnya. Membawa aroma petrichor yang merasuk dalam otakku yang membuat ku terlena.
Namun, hujan sore ini sedikit egois. Ia membuatku menggigil di tengah kemacetan begini. Disaat aku menggigil, aku teringat dengan seorang perempuan yang saat ini tiba-tiba menjadi dingin. Padahal, dahulunya ia begitu ceria sekali. Seperti seseorang yang ketahuan bahagia saat listrik menyala setelah beberapa lama mati.
Namun, kali ini ia sedang memaksakan dirinya untuk menjadi dingin. Padahal, tak selamanya dingin itu menyegarkan. Terkadang ia adalah penyebab penyakit datang. Flu, misalnya. Tapi itu tidak masalah. Karena sebenarnya aku tahu, bahwa ia adalah orang yang hangat.
Sore ini, ia seperti hujan yang membawa dingin dan tubuhku menggigil.












