Hari Kedua Ramadhan
Puasa itu menahan diri dari segala godaan. Termasuk salah satunya ketika kita lupa melaksanakan sahur, dan ketika bangun menyadari kalo kita hanya berjarak beberapa menit dari adzan subuh. Perasaan menyesal dan takut campur aduk menjadi satu.
Menyesal karena tidak bisa melaksanakan sahur, dan memperoleh kemuliaan-kemuliaan nya, serta takut apakah kita masih bisa bertahan di hari ini tanpa sahur? Sedangkan perut sudah berbunyi keroncongan, tenggorokan pun juga sudah mengering karena terakhir minum ya sebelum tidur. Belum lagi kepikiran beban pekerjaan di hari ini, kegiatan kuliah dan laboratorium, serta tidak adanya yang berpuasa di sini, membuat perjuangan puasa di negeri Korea menjadi tambah menantang hari demi hari.
Perasaan takut muncul begitu saja, menyeruak dan menghampiri pikiran. Walaupun kita tahu, insyaAllah kita akan tetap kuat dalam menjalankan puasa hari ini.
Salah satu hikmah dari peristiwa lupa sahur adalah semakin menguatkannya bahwa kita manusia sangatlah lemah, tanpa makanan dan minuman kita tak punya tenaga. Tak berhak sombong atas apa yang kita punya sewaktu kita punya tenaga dan kekuatan yang berasal dari makanan itu.
Ihdinasshiral mustaqim
Yang berpuasa itu orang yang punya iman, sedangkan kita tak akan dibiarkan begitu saja setelah kita berikrar kita beriman tanpa adanya ujia dan cobaan untuk membuktikan keimanan tersebut.
Lupa sahur, puasa di tengah orang - orang yang tak puasa, Ramadhan di Negeri Korea.
Daejeon, 04th April 2022











