Tipisnya Realistis dan Pesimis
Hidup di dunia tidaklah mudah. Banyak sekali tantangan dan cobaan, meski ada kesenangan yang bisa dijanjikannya. Tipis sekali perbedaan antara realistis dan pesimis karena dunia ini tidak selalu berjalan dengan keinginan kita. Jika kita mengatakan saya akan menjadi dokter pada saat dewasa, ternyata kenyataan anda terhalang oleh cacat indra anda sehingga anda tidak dapat izin untuk hal itu. Jika anda lebih realisitis dengan menyadari cacat indra anda tidak memungkinkan anda untuk menjadi dokter, rasa kecewa yang timbul tidaklah besar bahkan mungkin tidak ada sama sekali.
Terlebih lagi kalau ini berhubungan dengan impian, harapan, dan cita-cita. Kita boleh saja dengan berpikir ideal bahwa semua akan terkondisi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Optimis dengan apa yang akan kita dapat di masa depan akan menjadi suatu alasan kenapa kita masih ingin hidup di dunia ini. Tapi akankah kita akan sampai tahap itu sebelum tutup usia. Apakah kita akan mencapai segala sesuatu sesuai dengan rencana bahkan sebelum tutup usia? Pada kenyataannya, dunia berputar bukan untuk dirimu saja.
Semua orang akan mati, dan mati itu pasti ntah bagaimana pun caranya. Hidup abadi? Hal seperti itu semua masih hanya sebatas tahayul atau fiksi belaka. Sampai sekarang tidak ada benda yang bisa abadi, hingga dapat dipastikan bahwa kemungkinan terbentuknya senyawa yang membuat benda menjadi abadi itu tidak ada.
Karena mati yang bisa datang kapan saja dengan cara apa saja, sehingga tidaklah mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan di masa depan, karena gampangnya semua benda disekitarmu saat ini bisa saja jadi alat untuk mencabut nyawamu. Bukan berarti dengan ini anda harus paranoid. Ini lebih ke anda siapkan diri bahwa setiap saat, kapan saja anda harus siap menerima kematian anda. Sama seperti cita-cita anda yang tiba-tiba tidak bisa tercapai karena cacat, ketika anda menerimanya tidak ada penyesalan ketika hal itu terjadi, begitu pula sebaliknya.
Penting sekali untuk menerima kematian setiap hari, karena setiap hari, setiap saat, bisa saja anda tidak terbangun lagi di dunia ini. Itu kenapa kunci terbaik untuk hidup adalah hidup kekinian dengan penuh kesadaran sehingga tidak ada waktu yang tersia-siakan dalam hidup ini.
PS. Ini bukan promosi asuransi jiwa yak.