Di bawah gemerlap bintang malam aku terdiam
Mataku menatap erat sinar cahaya lampu jalanan yang benderang
Gedung perkantoran dengan segala kesibukannya masih bersinar terang
Suara kendaraan berlalu lalang silih berganti memenuhi pikiran
Sedang udara dingin yang merasuk jiwa tetiba membawa kenangan akan tentangmu
Dari halte bus ini ku bisa melihat jelas kegiatan dibalik kaca lantai tiga gedung di depanku
Rasanya baru kemarin kita berada di sana menghabiskan waktu bersama
Meski isi layar monitor kita berbeda, aku tahu betul kau hanya melihat lirik-lirik lagu sambil sesekali memetik gitar kesayanganmu
Berusaha menemani dan menghiburku yang sedang kalut karena PR-PR yang masih harus ku selesaikan
Bahkan ketika jadwalmu begitu padat di luar, kau selalu berusaha kembali lagi ke ruangan hanya untuk menyapaku
Dalam diam, aku tahu kau menungguku, kaupun tahu aku merasa tenang dengan kehadiranmu
Cerita akhir tahunku begitu hangat dibalik lampu yang masih menyala
Begitu selalu sampai cahaya kembang api memenuhi langit malam saat pergantian tahun
Kita masih berada di rooftop yang sama untuk menyaksikannya bersama
Akupun melupa bahwa kita hanya manusia yang terjebak dalam rasa tanpa adanya kata
Menunggu memang tak ada yang mudah, terlebih untuk kita yang minim aksara
Aku yang selalu menunggu apa maksud dari semua tingkahmu, ternyata salah
Kau pun lelah, kau menungguku untuk bersuara terlebih dahulu, menanyakan hal yang tak biasa kau lakukan beberapa bulan terakhir
Hingga keadaan memaksa kita berada diruang dan waktu yang berbeda untuk saling memberi jeda
Seberapa berartikah kita satu sama lain
Ah ternyata bus ku sudah datang, ku naiki dengan perlahan dan duduk di pojok belakang
Dari sini, terlihat jelas kau tertawa bahagia saat bersamanya
Berjalan menyusuri pedestrian area ditemani lampu temarang
Kenapa juga aku harus melihat mereka saat yang ku tahu cahaya malam itu indah?
Mungkin Tuhan ingin sekali menyadarkanku
Tapi bagaimana ku harus menyapa malam setelah ini?
Dan kenapa terasa begitu sesak?
Disaat aku mulai terbiasa dengan keberadaanmu disisiku
Kenyataannya kau mulai bimbang dengan kesabarannya
Dia yang selalu menyapamu tanpa ragu
Dia yang benar-benar memperhatikan setiap perubahanmu
Dia yang tahu betul cara menghargai kehadiranmu
Dia yang pernah kau berikan janji palsu namun setia menunggu
Untukmu, hati-hati di jalan, jagalah dia selalu