Manusia itu rapuh. Tapi ketika Allah menggenggam, tak ada yang mampu meruntuhkan.
seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Ukraine
seen from Germany
seen from China
seen from T1

seen from Australia

seen from Ukraine

seen from T1

seen from T1
seen from Kyrgyzstan
seen from T1

seen from Germany

seen from T1

seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Nigeria
seen from T1
seen from Malaysia
Manusia itu rapuh. Tapi ketika Allah menggenggam, tak ada yang mampu meruntuhkan.
Perihal: —
Untukmu,
Mungkin kau sedang membaca ini di sela-sela kesibukan, atau mungkin surat ini tidak akan pernah sampai. Tidak apa. Aku hanya perlu menuliskannya.
Aku sering memperhatikanmu dari jauh. Bukan dengan tatapan menghakimi, tapi dengan kekaguman yang sunyi. Aku melihat caramu tersenyum pada kasir, caramu menepuk bahu temanmu, caramu mengangkat telepon dengan suara yang tenang seolah tidak ada badai yang sedang berkecamuk di dalam kepalamu.
Aku ingin kau tahu, aku tidak iri pada kesuksesanmu. Aku tahu kau membayarnya dengan harga yang mahal. Aku juga tidak iri pada lingkaran pertemananmu; aku tahu betapa sepinya berada di tengah keramaian.
Yang aku iri, dan ini terdengar konyol, adalah caramu bernapas.
Napasmu terlihat begitu teratur. Begitu dalam. Seolah kau telah berdamai dengan beban yang kau pikul, sementara aku masih terengah-engah hanya dengan memikirkannya.
Aku selalu ingin bertanya padamu: bagaimana caranya? Bagaimana caranya membangun dinding yang begitu kokoh hingga tak ada satu pun retakan yang terlihat dari luar? Di mana kau sembunyikan puing-puing dari pertarungan kemarin? Apakah kau menyimpannya di kantong celanamu, di dasar cangkir kopimu, atau di keheningan singkat saat lampu merah?
Tolong jangan salah paham. Ini bukan surat keluhan. Ini adalah surat pengakuan. Pengakuan bahwa aku melihatmu. Aku melihat kekuatanmu. Dan di hari-hari saat aku merasa paling lemah, aku meminjam sedikit kekuatan itu hanya dengan melihat punggungmu yang tetap tegap saat berjalan pulang.
Terima kasih, karena tanpa kau sadari, kau telah menjadi mercusuar bagiku, sebuah perahu kecil yang masih takut pada ombak.
Hormatku,
Seseorang yang masih belajar.
Roni. | 5 Agustus 2025
Semoga yang sekarang sedang putus asa, kebingungan, merasa hampa hidupnya, dapat diberikan kesabaran, diberikan ketenangan olehNya.
⠀
Apapun bisa terjadi dalam hidup ini, kapan terjadinya juga gak ada yang pernah tau. Biar itu jadi rahasia Tuhan.
⠀
Hanya karena sedang ada masalah berat, jangan sampai juga ya jauh dari Tuhan, justru seharusnya belajar untuk makin mengenal Tuhan.
⠀
Percayalah, setiap masing-masing kita sudah dipersiapkan jawaban yang terbaik.
⠀
Sabar ya. Pasti bisa ngelewatinnya.
⠀
➡️ Boleh dishare untuk teman kalian yang lagi butuh semangat.
@arioagio
Jangan begitu berharap dan bergantung ke manusia, karena ekspektasi berlebih kerap menghadirkan perasaan kecewa ketika tidak terealisasi lalu menyalahkan mereka.
Hidup hanya senda gurau belaka, jangan begitu dramatis lalu menciptakan istilah trauma atau mati rasa.
Dewasalah dalam menyikapi karena semestinya yang harus dilakukan adalah bersikap realistis.
Bukankah sudah jelas, Allah selalu menghadirkan sesuatu ketika kita berusaha.
Allah menghadirkan kesabaran kepada kita ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita kejar.
Hidup tidak lebih hanya tentang bersabar, maka bersabarlah dan bersabarlah.
bukan cerita manis
kita mungkin bukan cerita manis dalam puisi. kita hanya berbagi tawa untuk banyak hal. juga menertawakan diri.
kita mungkin bukan cerita manis dalam puisi. kita hanya berbagi tangis untuk banyak hal. juga menangisi jalan hidup.
kita mungkin bukan cerita manis dalam puisi. kita hanya saling memeluk dalam banyak kesempatan. mencoba mengalirkan kekuatan.
kita mungkin bukan cerita manis dalam puisi. ternyata aku memang tidak pandai membuat puisi.
Apresiasilah dirimu sendiri dengan sebaik-baik yang kamu bisa. Namun sebelum itu pastikan kamu telah melakukannya dengan terbaik.
Aku ingin bahagia dengan caramu ya Allah, bukan didoktrin oleh kebahagiaan orang lain yang telah engkau beri, aku takut iri aku takut menfonis diri dengan selalu melihat dunianya manusia-manusia lain, beri hambamu ketenangan bahwa apapun yang aku lihat belum tentu wort it untuk kehidupanku.
"Doa adalah sebuah kekuatan ketika semuanya sudah tidak bisa kau kendalikan".
Lombok 31 mei 2022
Sudah Berapa Kali?
Sudah berapa kali kamu menangis di tahun ini?
Kalau diingat-ingat, cukup sering ya kita berharap. Hi june, i hope my happiness come in this month. Hi june, please be nice. Hai juni, semoga jadi bulan yang baik, dan kesedihanku menghilang.
Tapi, kenyataannya kamu masih menangis hingga malam ini juga.
Harapan yang melangit, mengobati sedikit luka yang dirasakan. Bersyukur atas nikmatnya hidup yang Dia berikan. Dan tetap berjalan meskipun landai dan menegangkan.
Aku tahu, begitu banyak yang ingin kamu ceritakan. Begitu besar penerimaan yang ingin kamu dapatkan. Begitu beratnya waktu mengujimu berulang kali, seolah tidak ada kata "cukup, ujianmu berhasil semua".
Tetap ada pengulangan, meski terlihat salah dan benar.
Dan, sudah berapa kali kamu terisak dalam pekatnya malam?
Mungkin kamu pikir, bumi yang tidak memiliki sudut ini tak mampu menyembunyikan bayangan kesedihan. Tapi, bumi punya waktu malam yang siap untuk melahap semua rasa sakitmu, menyembunyikan kebingunganmu, menenggelamkan bayangan kesedihan di balik punggungmu. Meski ketika pagi datang, ketakutanmu tetap membayang di belakang.
Kadang, aku ingin memeluk rasa sedih ini. Biarkan dia bersamaku, meski menyakiti berulang kali.
Namun terkadang, perasaan itu merobek dinding hati. Membuat semua yang terlihat satu, berubah menjadi tidak berbentuk.
Aku tahu, kesedihanmu tetap ada. Menangislah jika itu membuatmu lega. Cukup hanya dirimu yang tahu seperti apa luka itu. Karena belum tentu seseorang sanggup mengobati atau sanggup melihat seberapa dalam lubang kesedihan dalam hatimu.
Mungkin, jika lubang itu bisa menenggelamkan seseorang, butuh ribuan tahun mereka sampai ke dasar.
Tidak apa-apa. Peluklah dirimu sendiri. Karena yang memiliki secara utuh perasaan itu, hanya dirimu sendiri.
Ngawi, 13 Juni 2022