Aku sadar, parasku tak menjamin. Namun, aku yakin bisa membahagiakanmu dalam perihal jalin menjalin.
Arief Aumar Purwanto

seen from Malaysia
seen from Sweden

seen from Uzbekistan
seen from China
seen from India
seen from United States
seen from China

seen from Indonesia

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from Thailand
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from China
Aku sadar, parasku tak menjamin. Namun, aku yakin bisa membahagiakanmu dalam perihal jalin menjalin.
Arief Aumar Purwanto
Luka terasa melunak saat kamu datang memulihkan perih yang kian memuncak. Dengan senyuman, kamu hapus berbagai kesedihan. Menentang semua pilu yang datang pada perasaan. Dan aku senang, kedatangan orang yang dapat menghilangkan semua bimbang. Namun, kamu hanya singgah sementara. Sebab kamupun sudah mempunyai orang yang kamu cinta. Dalam kenyataan yang telah disuguhkan. Sesaat aku sadar, betapa pahitnya berharap berlebihan. Ada harapan yang diterbangkan lalu dijatuhkan. Ada bahagia yang kemudian dibiaskan. Senyuman manis dibuat terbalik oleh tangisan. Hati dipaksa melawan terik dari Sang kesedihan. Dan itu sebab berharap berlebihan. — Arief Aumar Purwanto.
Dia ada, namun aku merasa kehilangan. Aneh—cinta selalu membawa perkara yang sulit ditelaah. Atau barangkali aku sendiri yang terlalu resah? Memikirkan hati yang rapuh akibat berpisah.
Arief Aumar Purwanto
Bahkan hingga detik ini pun. Aku selalu percaya pada kebohongan yang kamu suguhi. Pada ketidakpastian yang kamu beri harapan saat aku menuntutnya tempo hari. Aku lelah. Menanti perihal yang belum tentu layaknya dibuat resah. Tapi kamu dengan mudahnya menggantungkan semua harapan yang kamu beri. Dibuat janggal dan ditinggalkan sebab kamupun tak peduli. Kamu dengan mudahnya mempermainkan hati. Tanpa mengerti ada perasaan yang tengah tersakiti.
Arief Aumar Purwanto
Hujan yang sudah reda yang mendamaikan hati
Maafkan air hujan yang jatuh dari langit turun kebumi
Kepada hati
Mungkinkah nkau merasakan kehangatan mesra seperti pelukan antara jemari
Kau pun tah pernah berhenti berlari
Demi menggapai kebahagian yang indah seperti galaksi
Mungkihkah kau mempunyai perjalanan untuk tidak melanjukan perjalanan lagi
Sejauh apapun kau pergi kau akan tetap kembali