Salah Jurusan? Bukan Masalah!
Mungkin kamu pernah mengalami ini atau ada teman kamu yang mengalami hal serupa. Kuliah sesuai kemauan orang tua, ikut teman, prospek kedepannya atau malahan yang penting kuliah saja.
Untuk anak seumuran jagung seperti aku, memilih sebuah jurusan atau langkah selanjutnya dalam hidup sangat membuat bingung terlebih khusus di daerah yang kurang terpapar oleh informasi tentang perguruan tinggi.
Ada yang memilih untuk tak lanjut sekolah, entah karna alasan ekonomi atau memang sudah lelah dengan belajar duduk dibelakang meja dan langsung terjun kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada yang memilih untuk lanjut sekolah karena tuntutan social bahwa kuliah merupakan bagian dari gaya hidup social di lingkungan masyarakat.
Adapun yang memilih jalan kuliah memang untuk belajar memenuhi nafsu dahaga akan hausnya ilmu pengetahuan.
Alasan paling sering aku temui yaitu untuk mencari kerja, mempermudah mencari kerja dengan jalan kuliah.
Untuk anak SMA yang baru lulus, akupun memilih alasan terakhir untuk tahap selanjutnya, yaitu kuliah untuk mencari kerja, karena orang tua aku yang hanya lulusan SMA dan berlatar belakang pekerjaan penjual kelontong di pasar menyarankan aku untuk kuliah, karena katanya dengan kuliah aku bisa mendapat pekerjaan dengan sedikit lebih mudah ketimbang hanya lulusan di bawahnya.
Pilihan pertama kedoteran UNSRAT, karena pekerjaan seorang dokter merupkan hal yang sangat diinginkan orang tua ku saat itu, andaikan mereka tua dan aku seorang dokter patilah lebih mudah untuk mengobati mereka, dan secara penghasilan seorang dokter dapat dikatan lebih dari cukup, itu yang ada di pikiran org tua ku saat itu.
Pilihan kedua farmasi UNSRAT, karena masih dalam bidang kesehatan, jurusan farmasi dinilai bisa menjadi seorang apoteker yang lebih memahami obat - obatan dan dapat membuka toko obat sendiri, maka dari itu aku pilih jurusan farmasi dipilihan kedua.
Pilihan ketiga Kesehatan masyarakat UNSRAT, dari namanya saja aku baru dengar saat itu yang katanya nanti lulus, aku bisa menjadi kepala Puskesmas, tak ada ketertarikan dari ku untuk memilih kesehatan masyarakat tapi karena pilihan ada tiga maka aku memilih Kesmas dipilihan terakhir.
Pernah sempat berpikir untuk kuliah di salah satu kampus swasta di bidan teknologi informatika karena bisa dibilang aku memiliki kemampuan yang cukup dalam bidang teknologi khususnya yang berkutat tentang hardware dan software computer.
Tapi, karena keuangan ku masih di tanggung orang tua dan ingin menyenangkan orang tua, anak mana yang gak mau orang tuanya bangga dan bisa menyenangkan, akhirnya aku memilih ketiga pilihan tadi. dan alhamdulilah tidak ada yang lulus. ha..ha..ha..
SNMPTN dan SBMPTN taka ada yang lulus, putus asa menghampiri, ketakutan untuk tak diterima kuliah di salah satu universitas ternama di Sulawesi Utara itu menambah depresi, karena tak tau setelah lulua SMA mau kemana, kerja dimana juga tak tau karena semua aku ikut orang tua ku.
Dibukalah tes masuk mandiri universitas dan akhirnya aku di terima dipilihan ketiga karena pilihan satu dan dua sudah tidak dibuka. Kuliah di salah satu kampus yang baru aku dengar membuat aku tak lantas senang. tapi karena proses kuliah semakin dekat aku niatkan untuk kuliah disana. Alhamdulillah sekarang aku bisa lulus. untuk selanjutnya aku kerja dimana mungkin nanti aku ceritakan kapan – kapan.
Next, dari kisah aku tadi bisa dikatakan aku salah jurusan, jujur keinginanku untuk kuliah lebih suka dibidang teknologi tapi karena influence orang tua aku tetap berusaha enjoy kuliah disana demi orang tua ku.
Saat kuliah di bidang kesehatan preventifdan promotif aku berusaha untuk tetap melek dengan teknologi dan social media, tapi karena lingkungan pengetahuan tentang hal ini bisa dikatakan tak mendukung. Untuk install- install software, bongkar pasang hardwre lumayanlah aku bisa sedikit bisa.
Kembali ke kampus aku, disana ada salah seorang dosen di kuliah perdana, pada saat itu mengatakan “Kalian disini ini bukan karena pilihan kalian, kalian disini karena kehendak Tuhan, Tuhan menempatkan kalian di kampus ini” sekejap aku berpikir benar juga, mungkin kedepannya aku akan sukses disini atau minimal mendapat sebuah pengalaman dalam proses belajarnya nanti.
Masuk ke tahun kedua, aku di Tanya lagi apakah mau pindah jurusan tapi karena otak pragmatis aku, aku memilih untuk tetap stay di kesmas, karena slogan mahasiswa kesmas “Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”. dan juga biaya untuk kuliah kedokteran sangat tinggi.
Dalam mengarungi tahun demi tahun masa kuliah terjadi proses pendewasaan untuk menerima dan menyadari tujuan aku kuliah itu apa. Pasti beberapa dari kamu pernah merasa seperti ini, “apa sih yang aku cari sehingga aku lama-lama kuliah”.
Jadi buat kamu yang salah jurusan, banyak kok orang – orang sukses yang salah jurusan, bahkan bisa mendirikan startup startup yang bisa membantu org lain, aku gak akan bahas kisah mereka tapi kamu bisa belajar bagaimana mereka menemukan proses pendewasaan untuk dapat berpikir bahwa salah jurusan gak akan mematikan apa yang kamu inginkan, karena bisa dibilang kamu kuliah ujung-ujungnya untuk kerja, kerja untuk dapat uang, setelah dapat uang kamu mau cari apa lagi?
Misalnya suatu ketika kamu punya tujuan ke pantai tapi kamu kesasar ke hutan, dari pada kamu balik dengan tangan kosong gak dapat apa – apa lebih baik kamu explore hutan itu, kamu nikmati pemandangan di hutan, ambil buah – buahan yang ada di hutan, setelah balik kamu malah kenyang gak kelaparan, jadi kamu bisa manfaatkan apa yang ada saat di hutan tadi.
Kalau aku sendiri lebih berpikir demikian, dan cara untuk dapat menemukan proses pendewasaan di posisi seperti ini, amu bisa mencoba menemukan hal – hal ini dalam dunni perkuliahan.
Pertama adalah Komunitas atau Organisasi, kamu harus gabung komunitas, gak harus komunitas yang selinear dengan jurusan kamu tapi kamu juga bisa gabung dengan komunitas misalnya seni, untuk belajar menemukan bakat seni kamu atau komunitas Reksa dana yang dimana kamu bisa belajar banyak hal – hal keuangan yang tidak kamu pelajari di jurusan kamu dan masih banyak lagi komunitas – komunitas lainnya.
Kedua yaitu Problem, bukan yang dimaksud cari masalah tapi lewat problem yang kamu hadapi di komunitas atau hambatan dalam perkuliahan kamu bisa menghadapinya dan belajar dari problem – problem tersebut, ingat masa muda hanya sekali carilah pengalaman sebanyak – banyaknya untuk bekal setelah lulus nanti.
Ketiga yaitu Hidup Bukan tentang kebahagiaan Uang, memang uang tidak dapat membeli kebahagiaan tapi kebahagiaan bisa kamu capai apabila memiliki uang. punya gaji besar, mobil dan rumah banyak tapi pada akhirnya setelah semua itu kamu dapatkan, terus apa yang kamu cari lagi? toh semua sudah kamu dapatkan, pasti ada saat kamu gak akan butuh semua uang itu.
Jangan pernah berpikir demikian karena itu dapat menghambat proses pendewasaan kamu. jangan sampai salah jurusan itu membuang – buang waktu, setelah kamu capai, dapat uang kamu cari yang lain yang ternyata itu bukan tentang hal semata, mending sedini mungkin utuk berpikir bahwa kebahagiaan uang itu hanya semu.
Itu Pengalaman aku tentang Salah Jurusan dan mungkin kamu juga pernah mengalami atau saat ini tengah mengalami hal demikian. Percaya dan yakin akhir cerita kamu telah ditentukan, tak ada kata terlambat selama otak kamu masih terus berkerja.