Siang ini, di Bulan Romadhon. Tepatnya tanggal belasan, bentar cek aplikasi adzan dulu... Brb. Yep! 17 Romadhon 1441H, Hari Al Ahad. Tunggu, ini hari Qur'an ya? Masyaaa Allah alhamdulillah.
Siang ini aku ingin menulis.
Karena ternyata di 2020 aku belum sama sekali menulis disini.
Ada yang tidak membuat melambung tapi tetap tidak membuat jatuh.
Ada yang berdiri kuat, meski jadi tidak lembut.
Ada yang berusaha lembut, tapi entah setelah itu kenapa jadi menyakitkan.
Apa gerangan yang terjadi di seberang?
Sebenarnya kali ini aku memang tak bisa menerka.
Sedikit pun aku kesulitan meraba gambarannya.
Sespesyel itu kah Allah siapkan?
Kutulis apa lagi? Untuk menggambarkan saat ini?
Aku gak mau kena 'ain. Itu sangat menyeramkan bukan? Na'udzubillah.
Tapi catatan seperti ini mungkin bisa untuk dikenang.
Ada yang sangat halus, hingga membius.
Ada yang begitu sabar, hingga sabarnya menular.
Ada yang begitu santun sejak dulu kala, nyaris tanpa cela.
Semua punya masa lalu, sama seperti semua berhak punya masa depan.
Jika sedari dulu manis, bisa saja sekarang mulai tercemar pahit. Kudoakan manismu kembali dan bertahan bahkan membaik selamanya, aamiin.
Jika dulu sempat tersesat, semoga jalan kembali sekarang mengantarkanmu pulang, mari kutemani dalam perjalanan. Nanti tolong kau kenalkan aku jika sudah sampai rumah ya?
Pada semesta juga pada senja yang sering orang-orang bilang itu.
Semua gambaran saat ini sebenarnya tidak ada yang pasti. Orang hanya bisa menebak saja. Maka ekspektasi janganlah terlalu tinggi. Penghambaan kepada Tuhan menjadi satu dasar yang cukup. Itu saja, sudah cukup.
Tulisan ini hanya untuk mengisi 2020 setidaknya agar tidak kosong.
Semoga ketika aku berkesempatan membaca ini lagi suatu nanti, aku masih bisa paham apa isi dibalik ini. Hehe. Semoga saja.
Jadi, semoga dibalik ini, suatu nanti yang manis tak hilang, hanya updated ke versi lebih baik, dengan no bug dan fixing sana sini. Semoga saja begitu. Harapanku sih begitu. Aku percaya pada Rabb ku. Asal sesuai spo eh, sop Nya setidaknya jika mengikuti aturannya kita tidak lagi kena hukuman kan?
Siapa sih yang gak takut hukuman?
Apalagi dari Sang Rabb Semesta Alam, Robbul 'alamin.
Tapi Allah lebiiiiih sayang lagi pada hambaNya. Masyaaa Allah tabaarokalloh. Alhamdulillah.
Subhanalloh wabihamdik subhanallohil 'adzim.