Aku Berusaha Menjadi Obat Untuk Diriku Sendiri
Terimakasih semua yang hadir dalam segala keterlibatan denganku baik ketika jalan berdampingan, bertemu di persimpangan, mengalami sesuatu yang beririsan atau bahkan bersinggungan.
Kita manusia, aku sama denganmu, tidak sempurna. Dengan kesalahan yang terkadang ingin dimaklumi, namun juga kadang tidak bisa memaklumi kesalahan orang lain.
Aku pun sama denganmu, ingin selalu diterima dan kecewa ketika terjadi penolakan.
Aku juga tidak lebih beda denganmu, ketika melihat orang lain bisa mendapat yang diinginkan, kemudian aku terbesit ingin hal yang serupa. Pernah juga ketika ditinggal pergi, nyatanya keikhlasan itu tidak kunjung menyapa.
Sabar adalah sebuah kata yang sangat menyebalkan ketika orang-orang berniat menghibur, alih-alih tenang malah bebal.
Aku sama denganmu, manusia yang tidak sempurna. Semanis apapun resep yang ku racik, tetap saja yang terbaik bukan takaran manusia.
Aku yang seringkali menangis, kerap juga mengutuk takdir, mengurung diri dari hiruk piruk duniawi. Iman yang bahkan selalu di bawah ini sangat melelahkan.
Tapi do’a yang selalu ku panjatkan selalu tentang kebaikan, semoga hubunganku dengan-Nya senantiasa erat, pun hubungan dengan sesama manusia semoga tidak ada sedikitpun hal yang menyakitkan.
Aku juga mengusahakan apapun untuk keberhasilan dunia akhirat, apalagi menjaga hati ini sebaik mungkin agar tidak terkotori, sebagaimana harapan orang tuaku yang terselip pada sebuah nama -Suci
3/1/2024









