Syukuri Pekerjaan = Menghargai Usaha
Bersyukurlah untu kamu yang memiliki pekerjaan, sebab banyak diluar sana sekarang ini yang sedang menganggur atau bahkan sedang mengirimkan resume CV dan menunggu panggilan. Untuk kalian mahasiswa yang merasa mengambil jurusan yang salah, bersyukurlah kalian merasakan bangku perkuliahan. Banyak ada muda diluar sana yang mendambakan kuliah, tetapi tidak mampu!
Tak mudah memang mengambil pilihan di masa-masa yang sudah genting. Atau orang sering bilang “ A Quarter Life”. Namun, disitu pula kita akan diuji, kita akan bertahan atau mengambil pilihan yang lain.
Singkat cerita, masa itu di usia hampir 25an. Kemudian pekerjaan saat itu belum kelihatan titik kejelasannya. Mencoba dan mengambil pilihan pekerjaan baru yang bukan bidangnya butuh ‘kenekatan’. Walaupun ‘aji mumpung’ tapi tetap butuh keseriusan, persiapan dan usaha. Bidang pekerjaan di Kemenkumham untuk posisi Penjaga Tahanan men-syarakatkan lulusan SMA, dengan rentang usia 18-27 tahun. Karena, takdir Allah kemudian di pekerjaan tersebut saya mengabdi. Setelah beberapa tahap tes dalam waktu singkat, berkah doa ibu akhirnya pengumuman kelulusan membawa kabar baik. Hari itu, Jumat 10 November 2017 lewat portal online kabar baik itu datang. Serta setalah beberapa saat menunggu, SK turun per tanggal 1 Desember 2017. Mulailah kemudian beberapa rangkaian kegiatan orientasi kami ikuti di Kanwil Kemenkumham DIY. Penerjunan atau penempatan di masing masing UPT dimulai tanggal 3 Maret 2018, dan ‘kandang’ baru itu adalah Lapas Kelas II A Yogyakarta / Lapas Wirogunan.
Well, tantangan baru dimulai.Yaitu dunia ke-penjara-an. Selama kurang lebih satu tahun ini atau saat tulisan ini keluar. Dalam pekerjaan ini dituntut umtuk terus belajar, peka dan disiplin. Belajar tentang tugas dan fungsi pekerjaan, peka terhadap segala kemungkinan yang terjadi serta disiplin terhadap peraturan yang diterapkan dalam pekerjaan ini.
Akhirnya, tetaplah bersyukur untuk hal apapun agar kita lebih menghargai atas apa yang kita miliki.