Surat kecil untuk teman kecil
Halo sak, mungkin terkesan tiba-tiba.. Harap maklum ya, emang anaknya begini, random, heheh
Aku baca kembali kalimat panjang yang pernah kamu utarakan dulu, pun juga sudah aku balas langsung sebenarnya, tapi disini aku mau mengenang kembali, boleh kan ya? Aku harap jawabannya iya :)
Sak, aku menyadari, dari dulu kamu selalu berjuang, sangat berjuang. Kamu nggak mau aku sedih, kamu nggak mau aku kepikiran ini itu, kamu memaafkan apapun yang pernah aku perbuat, mengesampingkan banyak hal. Kamu yang hampir selalu menjangkau aku, “hei, lagi sibuk ta? kalau butuh ditemenin bilang ya” padahal kamu juga sibuk, tapi kamu mau meluangkan waktu untuk itu. Waktu berjalan begitu cepat ya, mungkin bagimu tidak. Menunggu orang seperti ku pasti membuatmu muak haha:”) so sorry..
Sama seperti balasanku waktu itu, aku terlalu takut untuk memulai kembali, seperti namamu yang idealis, ya aku takut kamu berekspektasi lebih ke aku, sak, aku.. nggak bisa.. Aku jauh sangat jauh di tempat kamu bernaung sekarang, kita berdua sudah terlepas jarak yang bukan hanya lokasi namun juga kondisi. Tak perlu ku sebut disini, karena kamu pun tau cerita kelamku.
Pun juga, kedudukan kita berbeda. Aku masih mahasiswa yang belum bisa ngebahagian orang-orang disekitarku bahkan masih menjadi beban, sedangkan kamu? Disana, kerja keras, mandiri dan berusaha buat ngebahagian orang-orang disekitarmu, termasuk aku dulu.
Selain itu, mungkin memang kita jarang ngobrol yang serius ya. Hehe, seringnya kamu selalu nemenin aku ngelakuin sesuatu, atau cerita2 ringan pengantar tidur, kamu sibuk:( dan itu nggak salah.
Aku cuma mau bilang maaf dan terima kasih sekali lagi. Jika memang ada kesempatan, entah denganmu atau bukan, aku mau berdiri di samping orang tersebut bukan seperti almira yang sekarang, tapi almira yang mandiri, anggun, dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus selalu terisak haha.
Oiya, aku mau membalas kebaikanmu, walau mungkin nggak bisa sepenuhnya. Kabari aku ya kalau kamu kembali. Salam hangat dari aku, teman kecilmu.
Surabaya, 26 November 2020
















