Pict: tumblr/cileklipalet
Mengajarkanmu Aneka Ragam Bentuk Cinta
Dear Sabian,
Lelaki yang kamu panggil Ayah itu baru saja pulang selepas shalat magrib di masjid dekat rumah, sementara kamu dalam dekapanku sedang kukASIhi. Tiba-tiba Ayahmu berkata, "apa sayang?"
Kami yang tak pernah sama sekali menggunakan panggilan itu tentu membuat Bubu terkejut diikuti ledakan tawa Bubu memecah ba'da magrib kala itu.
Kamu yang masih beradaptasi dengan dunia, tak terbiasa dengan suara keras lantas ikut meledakkan suara, tetapi bukan tawa—melainkan tangis. Buru-buru Bubu tenangkan kamu sambil tawa Ayah tak terkondisikan pula. Entah manusia satu itu aneh, pulang-pulang melontarkan ucapan yang tak biasa. Sumpah, Bubu menulis ini sambil ingin tertawa lagi, Nak.
Sab, kalo nanti kamu telah mulai mengerti dan kamu jarang melihat Ayah dan Bubumu berucap sayang-sayangan selayaknya pasangan, Bubu beritahu bahwa cinta itu banyak bentuknya. Tidak harus terselip kata sayang dalam percakapan whatsApp ataupun kata-kata di meja makan.
Rasa sayang itu seperti ketika Ayah khawatir kamu dirubung nyamuk, malam itu juga Ayah langsung check out lotion anti nyamuk khusus bayi di toko Oren, saat kamu jauh Ayah rindu dan minta dikirimkan setiap harinya foto-foto kamu, dan masih banyak hal lainnya perkara cinta Ayah kepadamu.
Begitu juga Ayah kepada Bubu. Cintanya tak pernah terbendung, selalu mengalir menjadi tindakan-tindakan penuh haru. Seperti pernah di suatu masa Ayah menabung setiap harinya dari uang ngopi tiga ribu rupiah demi bisa membelikan Bubu kejutan sushi di hari ulang tahun, atau tiba-tiba menghadiahi meja kerja di ulang tahun berikutnya karena Bubu ingin, atau tetap melahap masakan Bubu meski keasinan.
Meski begitu kamu perlu mengerti bahwa tidak semua keinginan patut dikabulkan, jikapun patut dikabulkan tidak harus selalu sekarang juga waktunya, ada sesuatu yang perlu ditunggu terlebih dahulu sebelum akhirnya terwujud, maka kamu akan mengerti indahnya bersabar.
Di rumah ini akan selalu kamu dapati kata maaf, tolong, terima kasih. Akan kamu dapati seribu kata maaf dalam percakapan WhatsApp antara Bubu dan Ayahmu. Begitu juga ucapan maaf dan terima kasih akan sangat mudah kamu dengar di dalam rumah ini.
Ayah kerap meminta maaf jika pulang terlambat, atau minta tolong Bubu untuk memeriksa sesuatu, juga mengucap terima kasih atas pengertian Bubu terhadapnya.
Nak, tumbuhlah jadi sosok yang berharga dan pandai menghargai—terutama menghargai mereka yang mencintaimu. Dan kamu perlu ingat bahwa dirimu teramat berharga di mata orang-orang yang mencintaimu.
_
Sepatan, 12 Juli 2024 | 14.07
Bersamamu yang mulai terlelap dalam dekapku
















