Poligami???
Akhirnya, tumblr udah di unblock di Indonesia. Mari kembali nyampah di blog ini.
Yak, saya adalah termasuk orang-orang yang memiliki bakat overthinking. Udah punya bakat itu, eh, kebetulan ada bahan bacaan yang boleh dibilang negatif.
Baru-baru ini baca soal kehancuran rumah tangga akibat poligami. Bisa di cek di instagram mbak @irrasistible, di sana ada highlight soal poligami. Dan kisah-kisahnya kebanyakan (tentunya sih), wanita yang jadi korban. Kurang lebih 80% awal poligaminya itu karena suami awalnya selingkuh lalu menghalalkan dengan cara menikahi wanita yg jd selingkuhannya itu supaya gak kena dosa. Aihhhhhh ngeri ya. Kalo baca highlightnya aja, kesannya wanita itu cuma mengabdi sama laki-laki aja, kudu nurut S E M U A apa kata suaminya.
Biar netral, tentu harus diimbangi dengan asupan-asupan cerita yang positif. Berhubung di agama saya poligami itu boleh, ya saya cari tahu dong, emang gimana hakikatnya poligami.
Memang, ilmunya masih dangkal karena cuma liat kajian poligami via youtube. Menurut saya sih yg bahasanya enak itu Ust. Khalid Bassalamah dan Ust. Adi Hidayat.
Jadi, memang, dalam agama saya (Islam), poligami itu hukum dasarnya boleh. Tapi hukum dasar tersebut akan berubah sesuai kondisi yang ada dari berbagai macam orang yang menjalani rumah tangga. Intinya sih syaratnya memang berperilaku adil, nafkahnya baik lahir dan batinnya adil, walau Allah juga berfirman, namanya manusia kalo soal cinta dalam kehidupan berpoligami maka ada kecenderungan, walau udah berusaha adil. Gak yakin bisa adil? Ga usah. Gitu intinya.
Banyak salah paham soal poligami ini. Memang, syariatnya poligami itu gak butuh izin dari istri pertama. Tapi gini, bagaimana ia bisa mendapatkan sakinah mawaddah warrohmah (SaMaWa) di rumah tangga kedua, bila SaMaWa di rumah tangga pertama ia korbankan? Yang ada malah kehancuran. Sakinah artinya kedamaian, mawaddah artinya cinta atau harapan, warrohmah adalah hasil akhir dari SaMa, yaitu kasih sayang. Nah bayangin, gimana mau mendapatkan kedamaian beribadah (yes, poligami adalah tingkatan tertinggi ibadah pernikahan dalam Islam), ketika istri pertama tidak diberikan pendidikan soal poligami, eh tau-tau suaminya sudah mendua? Hilang sakinah dari rumah tangga pertama, maka mawaddah warrohmahnya juga akan hilang. Jatuhnya, jadi mendzalimi istri pertama.
Salah paham yang banyak muncul adalah, ketika berselingkuh apalagi sampai zina, dan berniat menikah dengan selingkuhan itu untuk menutupi dosa. Ketika berzina, pilihannya itu taubat. Nah, untuk perkara menikah poligami dengan si selingkuhan, itu sebetulnya pilihan. Tapi, bukankah Islam mengajarkan supaya memilih wanita salah satunya dari landasan agamanya? Lantas mengapa harus memilih pezina?
Eh tapi ini no offense ya, hanya rangkuman dari kajian yang saya lihat di youtube. Sebetulnya sih, Islam ini sangat mendetail sekali bahasnya. Tapi yg ditekankan adalah banyaknya salah kaprah (terus ga mau memperbaiki salah kaprah tsb), hanya mau mengikuti syariat yang sesuai dengan keinginannya.
Karena prinsipnya sih, agama itu cara pandang hidup dan gak boleh setengah-setengah ikutinnya. Tapi balik lagi, yang namanya hijrah itu proses, gak semua syariat bisa masuk secara keseluruhan, pasti pelan-pelan.
Dah gitu aja share randomnya. Tapi memang lebih baik dengar langsung kajian dari 2 ustad yang saya sebutkan di atas. Supaya gak memandang poligami adalah suatu syariat yang salah dalam Islam.
____________________________________________
Random thoughts. Insomnia.
Kamar Burung Kecil, Januari 2019










