Kamu sudah sejauh ini. Jangan gara-gara ucapan tak seberapa, hatimu melemah.
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Italy
seen from United States
seen from Vietnam

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Algeria
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Kamu sudah sejauh ini. Jangan gara-gara ucapan tak seberapa, hatimu melemah.
Focus on your goal is the right step to rich your dream.
Co-Assistant : “Jaga” Malam :3
Assalamu’alaykum
Sabtu, 2 April 2016
10.14 WIB
Alhamdulillah, hari ini libur coass hehe, jadi ingin cerita kejadian kemarin saja ._. Saat ini saya sedang di minggu tiga stase Interna, dan kemarin baru jaga malam. Haha, jaga malam kali ini sungguh berbeda dari biasanya. Agak santai dan bawaannya tidur melulu ._.
Pukul 20.00 saya dan beberapa teman jaga sebut saja si Ennur, Wildan, Dinda, beserta Chief, Pat dan Jes (keren nama mereka ._.), mendiskusikan jadwal jaga kami, biasalah agak-agak berdebat, bersiteru gitu, apalagi kami memang bawel-bawel orangnya, haha. Setiap orang memilih yang paling enak untuk dirinya sendiri hoho. Saya bersikukuh ndak mau jaga di IGD (Instalasi Gawat Darurat) dengan alasan sedang migrain (beneran ini ...). Si Wildan bersikukuh bahwa yang jaga IGD itu harus minggu-minggu bawah. Karena pembagian jam di IGD itu terbagi tiga (20.00-00.00, 00.00-.04.00, 04.00-08.00), maka yang kena ya minggu-minggu bawah, Saya, Dinda, dan Verris. Ku tokok juga si Wildan ini -..-
Kemudian pembagian jam tidur, saya mendapat bagian jam tidur pukul 04.00-08.00, nyehehe ... enak sih, gak perlu mikirin folketan (follow ketat) lagi, jadi bisa langsung pulang gitu bawaannya. Di IGD, saya dapat pukul 00.00-04.00, hmmm saya sudah pernah mendapat jam segini sebelumnya, dan hasilnya, saya ngantuk berat, karena memang jam segitu lagi ngantuk-ngantuknya. Tertidur di IGD karena saking ngantuknya.
Pembagian folketan saya mulai pukul 21.00-00.00, nah disini saya bermain haha. Pukul 21.00, 22.00, 23.00 hanya 1 orang yang difolket, masih enak, pukul 00.00, ada 3 orang yang difolket. Saya mengatur jadwal supaya bisa tidur-tidur jambu karena kepala saya nyut-nyutan dan minta dibawa baring plus memang udah ngantuk berat. Pukul 22.50 saya menuju kamar coass dan tidur-tiduran. Folketan jam 23.00 saya percepat ngukurnya jadi saya bisa tidur-tiduran tiga puluh sampai empat puluh menitan gitu di kamar coass, hehe.
Berbekal alarm, saya terbangun pukul 23.30, masih santai-santai, pukul 23.40 baru saya bangkit dari tempat tidur. Memfolket tiga orang sekaligus, lalu tepat pukul 00.00 saya menuju ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Sampai disana, ternyata pasien saya yang akan disorong ke rawat inap ada 1 orang, seorang bapak ditemani istrinya.
Terkadang melihat pasien-pasien di bangsal RA2 (pasiennya laki-laki semua) apalagi yang didampingi istrinya, saya suka terharu melihat kesetiaan dan bakti istri kepada suaminya. Yang mengoleskan balsem di punggung suaminya, yang menampung dahak dan muntah suaminya, yang menyuapinya dengan sabar, yang menangis saat melihat suaminya sedang sesak napas. Ada juga yang saat gawat hingga meninggal dunia, sang istri menangis tersedu-sedu sembari mengguncang kedua bahu suaminya. Sungguh pemandangan yang mengharukan, begitu berat ternyata bila ditinggal oleh pasangan ya. Hmmm, jadi baper, sebelum air mata saya berceceran, mari kita lanjut.
Di IGD, saya berjumpa dengan Tiak, hohoho. Kami agak menggila malam itu, pukul 00.30, kami mengatakan kepada abang-abang perawat senior gitu, kalau ada pasien interna agar menghubungi kami. Para PPDS nya juga sedang beristirahat dan akan kami hubungi bila ada pasien baru. Lalu kami naik ke IGD lantai 4, dan tidur di Musholla IGD kira-kira seluas 3x2 meter. Sudah ada dua orang sebelumnya, emang enak tidur disitu, hangat hehe. Apalagi saya memang sudah ngantuk berat, jadi tak menolak bila mau sekongkolan untuk tidur.
Tidur saya cukup nyenyak sebenarnya, tapi ada kalanya saya sengaja membangun diri untuk melihat handphone adakah yang menghubungi atau tidak. Ternyata tidak, Alhamdulillah hehe. Tepat pukul 02.00, ada telfon masuk. Langsung saya angkat, ternyata dipanggil kebawah. Hooo, tergopoh-gopoh.
Ternyata, hasil foto thorax bapak yang ditemani istrinya tadi sudah keluar lima belas menit yang lalu. Ketika saya menuju bed bapak tersebut, istrinya langsung bangkit (baru tiduran dilantai dengan sehelai selimut), dan berkata,
“Dokter, kapan ya mau masuk ruangan?”
“Oh iya iya, Bu, sebentar ya Bu”
Argh, rasa bersalah benar-benar nusuk banget ke saya, pasien tersebut sudah ada sejak pukul sembilan atau sepuluh malam, menunggu hasil pemeriksaan dan sebagainya, eh saya malah tidur nyenyak dan hangat diatas sajadah sementara Ibu tersebut tertidur di lantai dengan sehelai selimut dan pasti dingin ditambah udara IGD yang memang dingin T.T Kalau saja saya lebih cepat .... T.T Saya langsung menuju ke kamar PPDS dan kakak tersebut memeriksa segala macam, hingga akhirnya pasien tersebut disorong ke rawat inap. Huhu maafkan ya Pak, Bu jadi lama menunggu T.T Disorong pukul 02.00 lewat T.T
Setelah menunggu sekitar 10 menit, saya dan Tia, keluar IGD dibagian depan. Duduk dan menempel ke dinding, entah berapa kali saya ketiduran dan terantuk di dinding, berganti-ganti posisi, yang pasti gak tiduran karena tetap jaga marwah khan, saya tertidur bangun tidur bangun disitu sampai pukul tiga pas. Lalu Tia mengajak saya kembali ke dalam, saya langsung mengambil posisi kursi dan kembali tergeletak tidur di atas meja, sampai saya mendengar seorang PPDS dan dua coass senior sedang mendiskusikan suatu penyakit. Karena saya malu, saya bangun dan pindah kursi ._.
Tia kembali mengajak tidur di atas, karena sudah pukul 03.10 dan dari hawa-hawanya sepertinya gak ada pasien baru. Akhirnya kami kembali ke lantai 4 dan tertidur di atas meja-meja belajar, karena di Musholla sudah ada enam orang dan ndak muat lagi. Cukup nyenyak juga, kami tidur bareng Khansa dan Febby dari stase Anak. Pukul empat kurang lima, Tia membangunkan saya dan kami menuju kamar coass untuk ....... tidur sebenar-benarnya tidur. Ya, sampai di kamar coass, langsung tergeletak dan saya buat alarm pukul 05.45, jahat banget saya tadi T.T Berniat Shubuh pukul 05.45 T.T
Pukul 05.30 saya terbangun sendiri, emang gitu kalau di tempat orang, pasti nyenyak-nyenyak jambu, saya tidur-tiduran sebentar sampai pukul 05.40 baru gerak ke Musholla PJT (Pusat Jantung Terpadu). Shalat, berdoa, lalu ...... tertidur lagi di atas sajadah sampai dibangunin sama coass Cardio, hehe. Karena dia mau meminjam mukena Musholla yang saya pakai tidur, hehe. Saat itu pukul 06.30, saya bingung mau ngapain, jadi manasin mobil seperti pesan Papake harus tetap dipanasin dahulu biar mesinnya awet.
Sekitar sepuluh menit manasin, saya kembali ke Lab membuka loker dan menulis surat, hehehe ._. Lalu kembali ke Nurse Station mengecek seluruh folketan dan pasien baru serta amprahan jaga malam ke jaga pagi. Bantuin chief :p Dan ngobrol sama PPDS jaganya, Kak Wawa ._.
Jaga malam kali ini enak karena saya ndak menerima pasien baru, PPDS di IGD dan PPDS jaga ruangan unyu-unyu dan baik hati, serta waktu tidur yang walaupun pindah-pindah tapi nyenyak dan aah bersyukur banget bisa istirahat banyak tadi malam :3 Total waktu tidur saya lima jam setengah, huooo .-.
Sampai jumpa di jaga berikutnya :p
Hidup Coass, Nikmati saja hehe :D
11.09 WIB
Saat kita memudahkan urusan orang lain, Allah pasti akan mempermudah urusan kita
mb wiwi said
Kuliah “akselerasi”
Bukan apa-apa, hanya sekedar ingin berbagi keluh kesah saja.
kuliah “akselerasi” dengan waktu 1,5 bulan materi dan tugas-tugas, kemudian UAS disaat prodi yang lain UTS ituuu..... ya udahlah yaa, tetap semangat jalani :3
Entah kenapa syemangat bertambah karena novel Bulan karya Bang Tere syudah di tangan XD Bisa ngebut 2 blok XD Syemangaaats~
Saat aku putus asa dan merasa benci pada diriku sendiri, selalu ada suara dari sudut hatiku yang terus memberiku semangat.. :)
syemangat.! ^^9