Yang Terjajah
Manusia yang terjajah. siapasih yang mau dirinya merasa terjajah? tapi hal ini ternyata bisa terjadi tanpa kita sadari. beberapa yang ku simak dari kajian kemerdekaan ustadz Muin tadi pagi diantaranya..
terjajah oleh hawa nafsu diri sendiri, tidak bisa mengontrol diri karena hawa nafsu yang mengontrolnya. Apa-apa yang di dalam diri ini inginkan selalu saja di turuti tanpa berpikir panjang, tanpa memedulikan benar-salah baik atau buruk, tanpa melihat syariat sesuai atau tidak.
memiliki sifat yang lemah. tidak luput selain hawa nafsu yang mendominasi diri ditandakan bahwa diri orang tersebut lemah. Sebab ketidakberdayaan adalah sesuatu hal yang buruk. Ia mengetahui ada yang lebih baik, ada amal sholeh kebaikan di depannya, namun justru jalan yang ia pilih jalan yang tidak baik, jalan lain yang menuju arah keburukan. Memilih yang berbahaya dan meninggalkan yang manfaat. Masih mau bertahan gini terus, jadi salah satu orang yang lemah?
Syirik. Ia menyamakan yang lemah dengan yang Maha Kuat.
Bergantung selain pada-Nya. tidak beda jauh dengan syirik. Padahal kita ini sebenarnya tau Allah selalu mengawasi, tapi tetap saja takutnya kalau suatu keburukan diri sendiri diketahui oleh orang lain. Padahal kita tau Allah selalu di sisi, tapi tetap saja lebih sering mengadu pada manusia dari pada Penciptanya. Istighfar banyak-banyak yuk. Astaghfirullah :”)
Sekarang diri ini sendiri yang menentukan, masihkah mau jadi barisan diantara orang-orang yang terjajah? Semoga hati kita selalu terketuk untuk menjemput hidayah tanpa menunggu untuk dijemput. Semangat!
#TulisanKemerdekaan 🇮🇩 Klaten, 17 Agustus 2020












