Beberapa orang memang layak ditinggalkan diam-diam. Bukan karena kita tak punya hati. Tapi karena dia yang tidak tahu caranya menghargai. Dan kepada mereka, kamu tidak perlu izin untuk pergi.
08:27 a.m || 13 Maret 2026
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from Greece
seen from China
seen from Chile
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Uruguay

seen from Netherlands
seen from Czechia
seen from T1
Beberapa orang memang layak ditinggalkan diam-diam. Bukan karena kita tak punya hati. Tapi karena dia yang tidak tahu caranya menghargai. Dan kepada mereka, kamu tidak perlu izin untuk pergi.
08:27 a.m || 13 Maret 2026
Karena takwa adalah kunci keberhasilan rumah tangga.
Rumah tangga adalah ibadah terpanjang yang dipenuhi kompleksitas tak berujung. Tidak ada rumah tangga yang tumbuh tanpa konflik, tidak ada rumah tangga yang kokoh berdiri tanpa ujian, pun tidak ada rumah tangga yang lahir tanpa peluh dan pilu.
Mereka yang menua hingga kini, hadir dari tengkar yang tidak sedikit. Pun lahir dari pemakluman yang banyak dengan jutaan air mata yang diseka berulang-ulang.
Tapi rupanya, cinta saja tidak cukup untuk mengukuhkan pilar sebuah rumah. Cinta saja tidak cukup untuk menghalau badai yang menghantam geladak kapal yang dipunya.
Kamu butuh energi yang lebih besar dari sekadar cinta, yakni ketakwaan dan rasa takut kepada pemilik cinta itu sendiri.
Ketakwaan yang senantiasa membuatmu melihat segala macam warna dari pernikahan dengan kacamata Islam.
Ketakwaan yang membawamu senantiasa berhati-hati dalam bersikap, bertutur bahkan bergaul. Ketakwaan yang membawamu pada rasa takut perihal hak yang terabaikan. Atau tanggung jawab yang luput ditunaikan.
Karena baik saja tidak cukup untuk perjalanan panjang itu. Kau butuh pasangan yang bertakwa.
Dan tentu, takwa itu bukan tentang pakaian. Bukan tentang celana cingkrang atau kain penutup wajah. Tapi tentang hati yang senantiasa tunduk dan patuh pada perintah-Nya serta senantiasa menjauhi larangan-Nya.
10.49 p.m || 23 Oktober 2025
Source : @ulvafdillah
Beberapa orang tidak senang dengan nasihat. Bukan karena terlalu melukai saat disampaikan. Tapi karena hati mereka enggan tuk disalahkan.
Padahal nasihat adalah sebaik-baik bentuk dari cinta. Yang mengingatkan, yang mengarahkan. Yang mengajak untuk memperbaiki kesalahan. Yang berharap akan lahirnya kebaikan.
Karena nasihat bukan untuk menjatuhkan. Tapi untuk menyadarkan bahwa dalam setiap langkah yang kita arungi di kehidupan ini, ada kalanya kita hilang arah dan berbelok meninggalkan syariat. Ada kalanya prinsip kita mulai kendor dan tak lagi kuat.
Sehingga kita butuh untuk disadarkan sejenak. Dengan apa? Dengan fakta terkait diri kita yang terlampau jauh berjalan. Sehingga kita tidak lagi jeli dengan perintah Allah. Sehingga kita tidak lagi peduli dengan ajaran Rasulullah.
Karena jangan sampai kita sibuk membenahi penampilan diri. Tapi nyatanya yang kurang adalah kepala yang tidak lagi terisi dan hati yang mulai mati.
Maka ketika nasihat itu sampai di depan matamu, cobalah sesekali untuk acuh. Karena boleh jadi ia datang sebagai pengingat yang Allah kirimkan untukmu.
Pengingat jika langkahmu sudah terlalu jauh. Pengingat agar engkau kembali seperti dulu.
Dalam balutan syariat dengan tekad sami'na wa atho'na - kami dengar dan kami taat.
12.05 a.m || 24 Januari 2026
Untuk perempuan yang bergelar istri
Kamu harus bangga, jika punya suami yang tidak pernah mengajak healing ke tempat-tempat yang penuh syubhat. Semisal kafe yang penuh musik dan campur baur. Atau semisal tempat wisata yang dipenuhi aurat terbuka.
Kamu harus bangga, jika punya suami yang melarang ini dan itu. Yang membatasi tiap langkahmu untuk sampai ke sini dan ke situ selain pada tempat yang penuh berkah, ilmu dan ridho Allah.
Kamu harus bangga, jika fotomu tidak pernah ia pajang di sosial media. Kau disembunyikan, bahkan pada rekan-rekannya kau pun masih tersembunyi. Ia mengatur jarak antara dirimu dengan temannya. Ia tidak ingin matamu tertangkap basah oleh mata temannya.
Kamu harus bangga diratukan dengan cara yang berbeda. Tidak ada upload foto, tidak ada kunjungan ke tempat-tempat penuh campur baur. Tidak ada pakaian warna-warni yang mencolok. Bahkan dalam perkara jual beli, jika ia mendapati sang pemilik jualan adalah lelaki, ia berdiri di hadapanmu. Menjadi tameng untukmu agar tidak terlihat dan terlibat percakapan.
Penjagaannya meliputi tiap jengkal dirimu. Ia memuliakan dengan sebaik-baik cara. Ia memilihkan pakaian terbaik untukmu keluar rumah. Ia menjaga batasanmu pada lelaki yang bukan mahram, meski pada hal-hal mubah.
Berbanggalah, duhai engkau yang bergelar istri. Jika lelakimu "se-ekstrim" itu dalam bertingkah laku.
Berbanggalah, jika ia tidak lahir dan hadir untuk memamerkanmu. Tapi ia ada untuk memuliakanmu sebagaimana istri-istri para nabi dimuliakan.
Berbanggalah karena ia menjagamu dengan sebaik-baik penjagaan.
Dan meski kau tidak dipamerkan. Tapi semua orang tahu bahwa dia milikmu dan kalian adalah sepasang.
03 April 2026 || 10.17 p.m
Pilihanmu memang tidak selalu baik di mata orang lain. Tapi setidaknya kamu tahu bahwa pilihan itu mampu menenangkanmu.
07.41 p.m || 23 April 2025
Kita mungkin bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tapi ingatan? Ia adalah apa-apa yang menetap lama, meninggalkan bekas, memberi pelajaran. Dan barangkali ia hadir melalui denting lagu, aroma tubuh, ruas-ruas jalan, suara atau bahkan raut wajah.
02 Januari 2026 || 01.46 pm
Lelaki - sekalipun tiap keputusan berada di atas telapak tangannya, namun melibatkan perempuan dalam setiap pengambilan keputusan adalah salah satu bukti bahwa ia menghargai perempuan.
01 Januari 2026 || 12.52 a.m
Stop normalisasi posting foto atau video yang ada aurat orang lain. Ketika kamu sekuat tenaga menjaga auratmu, maka jangan bermudah-mudahan mengekspos aurat temanmu. Saling menghargai itu penting dalam hubungan manapun 🫶.
14 Februari 2026 || 12.23 a.m