Semua Bucin, Ada Porsinya
Akhir-akhir ini suka nggak habis pikir sama postingan teman yang sudah punya pasangan. (ehmm, walaupun bukan pasangan halal, tapi sebut saja begitu) Tentang sesuatu yang menurutku oversharing, sampai kadang-kadang nyeletuk “Bucin banget deh” | “apasih, kok kaya gini aja di share” padahal tanpa oranglain tahu diri ini sebenernya bisa dibilang bucin juga. Yaa gimana nggak bucin, apa namanya kalau diam-diam suka bercerita tentangmu, kalau saja orang-orang tahu bagaimana aku beruntung mencintai makhluk sepertimu, mengapresiasi, dan mengungkapkannya dengan kalimat demi kalimat manis yang sebenarnya itu mengarah menujumu, pasti mereka juga akan menilaiku demikian...
Tapi setiap orang kan punya cara bucin nya masing-masing ya. Mungkin aku bukan tipikal suka memamerkan hal itu terang-terangan, entah, karena menurutku kamu belum pasti atau memang tak sesuka itu mengapresiasi didepan umum. Yang jelas bucin sesuai porsi itu lebih membahagiakan. Bahkan kalau bisa ya biar yang bersangkutan saja yang tahu kalau kita semanis itu. Kenapa memang kalau orang lain tau? Ya gapapa, lagian kadar cinta kan nggak butuh validasi...
Yang pasti, semakin rahasia, semakin tenang...
Menenangkan untuk ku, dia, dan orang lain hehe, iya, agar tidak menyakiti banyak pihak, karena kita tidak akan pernah tahu siapa-siapa saja yang berharap ada di posisiku atau di posisimu. Maksudku, menjaga hati orang lain lebih baik daripada harus dilukai oleh sesuatu yang belum pasti. Lagian, kau juga belum tentu benar takdirku kan...












