Teruntuk Kamu...
Semoga jejaring harapan ini bisa menguatkan langkahmu, di 365 hari ke depan yang tidak kamu tahu akan bagaimana kelak kisah perjalananmu. Sudahi kisah lamamu, mari hadapi dan ukir kisah baru. Semoga banyak hal-hal baik menyertaimu!
seen from China

seen from Malaysia
seen from China
seen from Thailand

seen from Poland

seen from Thailand
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Morocco
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom
Teruntuk Kamu...
Semoga jejaring harapan ini bisa menguatkan langkahmu, di 365 hari ke depan yang tidak kamu tahu akan bagaimana kelak kisah perjalananmu. Sudahi kisah lamamu, mari hadapi dan ukir kisah baru. Semoga banyak hal-hal baik menyertaimu!
[ SURAT UNTUKKU DI MASA DEPAN ]
Wahai diriku di masa depan, kini kita bertemu untuk membuat kesepakatan. Kesepakatan yang nantinya akan kujadikan pedoman untuk menemukanmu yang entah akan berprofesi apa engkau nanti dan dengan siapa engkau akan bersanding kelak. Satu hal yang menjadikanku khawatir saat ini ialah aku masih dalam proses berjuang bagaimana caranya untuk bisa struggle dengan hidupku yang sekarang. Bertahan dengan kebiasaan kebiasaan baru di fase bertumbuh yang menguras emosi dan perasaan.
Wahai diriku di masa depan, aku meyakini bahwa setiap takdir baik lahir dari ikhtiar baik yang direncanakan. Saat ini, aku sedang menyusun rencana itu sebaik mungkin. Agar kelak saat tiba masa untuk bertemu denganmu, aku telah siap dengan berbagai bekal yang dapat mencukupi kebutuhan selama proses perjalanan ke fase selanjutnya.
Wahai diriku di masa depan, doakan diriku saat ini agar terus berada di jalur yang benar hingga nanti dapat menemuimu dengan senyum merekah. Maaf jika mungkin waktunya agak lama untuk bertemu. Masih ada beragam tanggung jawab yang belum tuntas ku selesaikan hingga hari ini. Jujur kukatakan kepadamu bahwa aku masih belum selesai dengan diriku saat ini. Cepat atau lambat takdir akan mempertemukan kita di depan sana.
Wahai diriku di masa depan, aku titipkan surat ini kepadamu. Akan ku minta nanti saat tiba waktunya kita bertemu. Sampai bersua kembali wahai diriku di masa depan, masa dimana engkau dan aku akan bernostalgia tentang serangkaian perjuangan yang tak mudah dilalui namun akan membuat kesan berharga untuk kita bicarakan kembali nanti.
©Okyravenialdy
Untuk Diriku
Bismillah...
Sebelum beraktivitas, hayukkk komunikasi sama diri sendiri, berterimakasih padanya.
___
Coba perhatikan, di dirimu; pada dirimu, Allah menitipkan banyak kebaikan. Banyak sekali. InsyaAllah dengan mensyukuri adanya kamu adalah bentuk kesyukuran pada-Nya.
Sekarang bilang,
"Alhamdulillah terimakasih, ya Allah. Allahku, terimakasih untuk diriku. Diriku, terimakasih karena sudah mau diajak kerja sama mengenal Tuhan kita"
MasyaAllah, persahabatan dimulai dari diri sendiri itu menenangkan💚
—dardawirdhaa
Semoga lelah kita jadi Lillah
Lelah. Semacam rasa yang barangkali sengaja Allah hadirkan untuk mewarnai perjalanan kita
bukan mengintruksikan kita untuk berhenti berjalan. Tapi, lelah hadir untuk meminta kita merasakan manis panjangnya perjalanan
ya perjalanan Pejuang spertimu. Karena perjuangan begitu berharga ketika kadar lelah yang kita rasakan juga begitu dahsyat. Biarkan keringat itu jatuh. Biarkan air mata itu turun.
Biarkan mereka menyaksikan perjalanan ini. Dan kelak, mereka akan menjadi saksi atas perjuangan kita dihadapan Allah
Teruntuk yg jauh dsana sering dihinggapi rasa lelah.
Jadikan lelah kita berbuah Lillah,untuk Allah lah kita berjuang
Wahai diri yang sering dihinggapi rasa lelah.
Ishbir! Fashobrun jamiil, bersabarlah, maka sabar itu lebih baik.
Kelak, dirimu akan mengetahui mengapa Allah menitipkan amanah umat ini kepadamu, bukan kepada dia ataupun dia. Kelak, dirimu akan mengetahui mengapa Allah tidak memberikan jalan yang mulus atas perjuanganmu. Tetap sertakan sabar dalam perjalananmu. Biarkan lelah datang, dan sapa rasa lelah itu dengan senyuman.
"Ah, semoga lelahku juga lelahmu menjadi Lillah.Ridho Allah untuk kita, Wallahu A'lam"
Surat cinta dari aku kepada diriku
Lelah? Ingin menyerah? Ah, jangan begitu gegabah. Setiap orang yang kau lihat begitu hebat hari ini, percayalah mereka sudah melalui banyak proses. Jadi, jika kamu ingin menaklukan segala mimpi mu, hargailah proses itu. Percayalah semua orang bisa berangkat dari tidak bisa. Tak ada orang tiba-tiba bisa. Mereka yang kau lihat dengan tatapan decak kagum adalah bisa karena mereka banyak belajar dan berusaha. Mereka bisa karena mereka tidak pernah menyerah. Ini tidak mudah. Itu pasti! Tidak ada ceritanya perjuangan itu mudah. Bukan berjuang namanya. Tapi percayalah, apa-apa yang kamu anggap sebuah ketidakmungkinan hari ini, esok akan menjadi mungkin. Asal kau berusaha, maka kenyataan akan membuat mu tidak percaya, bahwa ternyata segalanya telah kamu lalui. Dan lebih bahagia nya, kamu mendapati kenyataan bahwa dulu yang kau anggap susah ternyata begitu mudah. Namun, apa yang kelak kau dapatkan jangan terlalu cepat puas diri. Ini masih belum apa-apa. Sebab, kelak kamu akan terus tumbuh. Semakin dewasa kamu, rintangan akan semakin tak mudah. Tapi sesulit apapun, percayalah kamu bisa menaklukan nya. Angan akan menghasilkan reaksi dan hasil jika kamu mau mengusahakan nya. Dan sebaliknya ingin tanpa usaha tidak akan pernah membuahkan apa-apa. Nikmatilah proses mu hari ini. Meski tertatih. Meski begitu melelahkan. Meski begitu menguras air mata. Nikmatilah segala rintangan dan perjuangan mu hari ini. Esok, segenap perjuangan, lelah, keringat dan air mata mu akan terbayar dengan tuntas. Hari ini kamu menangis, percayalah esok kamu akan tersenyum. Hari ini kamu masih berproses, percayalah asal kau tak menyerah, maka esok kamu akan menuai kan hasil yang tak kau kira. @kitasulawesi
Memahami
Satu kata banyak makna. Setiap orang berbeda pandangannya. Dan kamu tak pernah tau apa alasannya. Maka jangan salah paham atas satu kata yang mengusik jiwa.
Karena lagi-lagi ini tentang memahami. Memahami cara pikir orang lain. Cara yang tak dapat terlintas di pikiran kita. Pahami atau kau akan salah paham lagi.
Untuk lebih memahami cukup diam. Pikirkan tentang pembicaraan singkat itu. Jangan tergesa mengucap satu kata. Berpikir sebelum bertindak itu kuncinya.
”Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.” - Imam Syafi'i
Tenggarong, 27 June 2020
Berjuang
Matahari mulai meninggi. Tapi nyatanya semangat mereka. masih tetap sama seperti pagi tadi. Aku lihat semua orang sibuk. Sibuk dengan urusannya masing-masing.
Dibalik sibuknya mereka. Aku tahu mereka sedang berusaha membuat hidup mereka lebih baik. Setidaknya usaha mereka Allah catat sebagai amal ibadah.
Karena pada akhirnya semua orang sedang berjuang untuk hidupnya bukan? Sebagai seorang pelajar kita berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik. Berjuang sesuai dengan profesi masing-masing.
So, have you struggled?
Tenggarong, 16 June 2020
Satu Senyuman
Malam ini, kudapati ruang penuh sesak, ramai orang bersorak gembira, saling berbincang tentang apa hingga bagaimana. Aku memandangi pemandangan itu, sungguh sumringah wajah-wajah itu, bisakah aku seperti mereka? Wajah berisikan tawa dan canda. Menyisakan kenangan malam yang indah tuk dikenang. Aku disini, tapi pikiranku tidak. Aku disini, tapi hatiku pun tidak. Pernahkah kau seperti itu? Kosong. Hampa. Rasa ingin bahagia, tapi tidak bisa. Satu hal yang dapat membuat aku tersenyum malam ini, untuk tawa, bahagia mu, terima kasih. Aku akan merindukan masa-masa ini.✨
Tenggarong, 13 March 2021 at 23.26