“Setiap hal yang di haramkan. Gak akan pernah berakhir menyenangkan”
— Pacaran. Misalkan.
Nah!

⁂

oozey mess

Janaina Medeiros

#extradirty
One Nice Bug Per Day
hello vonnie

Origami Around
KIROKAZE
Keni
art blog(derogatory)
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Xuebing Du

Andulka

Discoholic 🪩

★
AnasAbdin
ojovivo

No title available
Monterey Bay Aquarium
seen from Italy

seen from India

seen from Argentina

seen from Pakistan

seen from Ecuador

seen from United States
seen from Brazil
seen from Argentina

seen from Malaysia
seen from India
seen from Réunion
seen from United States

seen from Canada
seen from Ukraine

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@tarawidiyan
“Setiap hal yang di haramkan. Gak akan pernah berakhir menyenangkan”
— Pacaran. Misalkan.
Nah!
Waktu: Terlalu Mahal Untuk Ditebus
Bahkan detik itu, saat aku terbangun tengah malam melihat bapak datang dari perjalanan jauhnya. Menghampiri dari sudut pintu, menunjukkan hadiah yang dibawanya. Betapa bahagianya suasana tengah malam saat itu. Bahkan hari itu, saat aku tiba di rumah dari perjalanan flight tengah malam yang melelahkan. Ibu di rumah menatapku dan berkata "baru kemarin rasanya ibu gendong kamu, sekarang sudah tidak kuat." Lalu diajaknya aku ke meja makan yang sudah ada masakan kesukaanku.
Suasana yang belum tentu dapat terulang. Haru, sederhana, namun banyak batasan-batasan yang membuat kita sulit menemui mereka. Semakin dewasa, seorang anak yang dirawat dari kecil semakin menunjukkan pergulatannya dengan dunia. Semakin tua, orangtua berusaha kuat dan ingin melihat anak-anaknya menjadi seseorang yang dapat membuat mereka memiliki makna telah merawatnya. Jika sudah sampai pada waktu jenuh kadang kita akan mengucapkan kapan moment seperti dulu dapat terulang. Lalu akhirnya kita pulang, rindu akan suasana yang pernah kita lewati. Maka hargailah, syukurilah, maknailah sepenuhnya setiap detik apa yang terjadi mungkin saja hal itu yang akan kau rindukan suatu saat. Mungkin pula hal itu adalah yang terbaik yang pernah kau alami selama hidupmu, yang diberikan oleh Allah.
__________________________________________________
Tarawidiyan,
Berbuat kebaikan tak perlu khawatir dengan orang lain apakah suka atau tidak. Buat apa terlalu memperhatikan omongan orang apabila pujian, cacian hanya sebatas di dunia saja. Jika kau terlalu khawatir, sebenarnya apa yang kau kejar?
Kamu percaya dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad ialah utusan Allah. Konsekuensinya, kamu harus menjalani dan menuruti segala apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Bukan menentang dan mencari pembenaran sesuai hawa nafsu. Wallahu a'lam.
Banyak bersedekah: Dia semakin sadar bahwa apa yang dimilikinya entah harta, waktu, atau energi bukanlah miliknya sendiri.
Familiar dengan judulnya bukan? Ya, kutipan dari sebuah halaman di novel Bertumbuh karya penulis-penulis hebat yang saya rasa tulisan mereka banyak lahir pula dari platform ini.
Mengapa sih kita harus bersyukur? Secara nalar, karena kita telah diberi, karena segala sesuatu yang kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya. Kita diberi kesempatan untuk ini, untuk merasakan apa yang dititipkan kepada kita.
Selain itu?
Bagi seorang muslim tentu Al-Quran dan Hadits menjadi dasarnya. Tentang syukur? Buka surah An-Nahl ayat 53. Lalu, haditsnya diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim yang artinya "Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.”
Jadi apa yang patut dibanggakan dari seorang manusia? Apa yang patut dibanggakan dari pujian, penghargaan, jabatan dan prestasi dunia?
Saya terkesan dengan tulisan di salah satu halaman pada buku Bertumbuh itu. Ada korelasi antara bersedekah dan bersyukur atas apa yang telah kita rasakan seperti tentang waktu yang telah diberikan kepada kita, kita gunakan dengan menebar kebaikan di setiap menitnya ataupun harta sekalipun yang dapat kita gunakan untuk menolong di setiap nilainya.
Perubahan Arah Tujuan di Separuh Perjalanan
A: Kok kamu mau sih capek-capek buat hal ini?
B: Ya, karna aku yakin ini yang menurutku paling baik.
A: Sudah itu saja?
B: Karna aku harus menjalankan apa yang diamanahkan.
A: Lalu? Bila nanti ditengah jalan kamu mengeluh? Kamu akan berusaha memotivasi dirimu sendiri? Atau mencari motivasi dari orang lain?
B: Yaa tentu bila itu memungkinkan.
A: Kamu tahu tidak kenapa jika ingin beribadah kita harus punya niat yang lurus? Yang paling mudah adalah puasa.
B: Yaa supaya kita bisa kuat nahan laper lah. Supaya kita juga dapat pahala nantinya dari puasa itu.
A: Nah, kenapa kamu tidak menjalankan sesuatu itu atas dasar niat yang lurus, niat yang baik? Supaya kamu tidak mengeluh, supaya kamu tidak malas saat menjalaninya. Bahkan dengan niat yang baik pula dapat mendatangkan pahala.
Jadi, sudahkah kita perbaiki niat kita untuk suatu hal? Apakah kita melakukan ini untuk suatu kepentingan? Apakah kita memang menginginkannya? Apakah ada hal lain yang memaksanya? Ikhlaslah, perbaiki niatmu lalukan untuk ibadah itu lebih baik.
Bila kamu sudah berada di perjalanan untuk suatu tujuan yang kamu tidak yakin maka kamu akan merasa gelisah, khawatir, emosional. Itu adalah peringatan bahwa kamu berada pada 'wrong way'. Ingatlah! Best preference menurut mu itu bisajadi second preference untukmu dari Allah. Maka untuk hamba-hamba Allah yang dikasihi-Nya, Allah akan memberikan pertanda-pertanda yang harus dicermati oleh sesorang yang harus memfikirkan lagi, sudah sesuaikah niatku?
Kamu Masih Ingin Mengeluh?
Bismillahirrohmanirrohim
Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan? [QS. Ar-Rahman: 13]
Sebenarnya, Allah memberikan nikmat pada kita itu sangatlah sering. Kembali lagi tentang syukur. Ya hanya saja rasa syukur kita yang kurang sehingga meski nikmat kecil yang diberikan oleh Allah kepada kita, kita memungkirinya. Terkadang kita selalu mengeluh tentang suatu hal, kecewa tentang pilihan dan gelisah atas keputusan.
Itu semua terjadi karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Tentang pilihan, kita selalu memilih berdasarkan apa yang baik menurut kita sedangkan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Maka, ketika pilihan itu tidak terwujud itu berarti kita belum pas untuk mendapatkannya. Bersyukurlah saat itu, saat anda telah berusaha keras dan ikhtiar untuk suatu hal dan itu telah terjadi.
Percayalah bahwa apa yang saat itu terjadi adalah jalan dari Allah, percayalah bahwa itu adalah ketetapan dari Allah yang terbaik untuk kita. Imam ghozali berkata "apabila suatu hal itu telah terjadi maka itulah yang terbaik". Apakah kau masih ingin memungkiri nikmat itu? Cobalah keluar, cobalah untuk mengingat hal apa saja yang terjadi seharian tadi. Saat kau menyadarinya bersyukurlah.
Pesan di Surabaya.
Kemarin saat saya berada di Surabaya, menaiki salah satu ojek online. Karena jarak perjalanan lumayan jauh dan dengan kota Surabaya yang di beberapa titik rawan kemacetan, saya cukup banyak ngobrol dengan abang ojol nya. Hingga sampai pada suatu percakapan dimana perkataan abang ini yang membuat saya ingat akan bersyukur. Berikut sedikit penggalan obrolannya, yang sebenarnya dalam bahasa jawa.
AO = Abang Ojol
SY = Saya -----------------------------------------------------------
AO : mas nya kuliah?
SY : iya mas kuliah, kalo mas? Sambil kuliah apa gimana?
AO : wah saya Alhamdulillah sudah punya anak mas
SY : oh iya? Kok kayak masih kuliah hehe
AO : tidak mas, nikah muda saya 😁
SY : wah yaa bagus dong mas merasa sudah siap langsung hahalkan 😅
AO : hehe dulu saya sempat ragu pas mau melamar. Nggak punya apa apa yang bisa dibanggakan apanya. Ternyata pas saya datang untuk melamar Alhamdulillah orang tua nya menerima saya. Alhamdulillah nya rezeki itu ada aja yaa mas sudah diatur sama yang Kuasa.
SY : kenapa bisa begitu mas?
AO : iya mas. Yaa meskipun orang ngelihat saya yaa tukang ojek tapi Alhamdulillah yaa bisa buat makan sama biayain anak saya mas. Kalo sudah bisa untuk hidup kan berarti rezekinya sudah dicukupkan to mas.
Dan akhirnya ada hamba Allah yang saya dengar sendiri pernyataannya yang intinya "apabila merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah maka tidak akan ada sebutan rezeki itu kurang atau sedikit " dan abang ojol ini sendiri yang sudah menjalaninya dengan merasa cukup dan bersyukur. Dan Allah yang memenuhi kebutuhannya dengan kasih sayangNya kepada hambaNya.
Apakah bila sudah benci dengan seseorang kau mengabaikan sedikit saja kebaikan yang ada? Lalu membiarkan sedikit hal buruk menjadi tembok yang mengelilingi kebaikan tadi? Percayalah, setiap orang pasti memiliki kebaikan di dalam dirinya. Kamu harus bisa mengerti, bahwa memandang keburukannya saja itu adalah perbuatan menghakimi. Mulailah mencari tahu agar nantinya kebencian itu hilang.
Menguap Seiring Waktu.
Akhir tahun lalu kakak sudah melangkah ke jenjang baru di kehidupannya, ke jenjang dimana ia akan membangun surga bersama dengan imam keluarga kecilnya. Aku lihat ayah yang saat ijab menjabat tangan dari pria yang nanti akan menjadi imam dari keluarga kecilnya. Terlihat sedikit air mata di sana. Ayah tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia adalah orang terkuat yang pernah aku kenal. Dia selalu menunjukan ketegarannya di depan bunda. Ayah adalah superhero yang selalu memberikan punggungnya untuk menggendongku.
Aku tahu alasan ayah menangis. Tentu saja, kakak ku hanya hidup satu rumah dengan ayahku sekitar 6 tahun. Seorang ayah yang melihat anak kecilnya yang sekarang sudah tumbuh besar bahkan ia tidak sempat mendampingi saat putrinya mengalami siklus pendewasaan.
Dan aku sedikit lebih beruntung daripada kakak ku, aku hidup 9 tahun bersama ayahku dan aku sering bolak balik Kalimantan untuk pulang dari sekolahku di solo. Mungkin temanku kuliah saat ini senang dengan solo, ya aku juga senang. Tapi solo adalah media pemisah untuk kami, aku senang dengan solo karena aku mendapatkan banyak pelajaran. Aku mampu tumbuh menjadi seorang anak yang sedikit tidak menuntut.
Seorang anak kecil yang dulu ketika di bandara berlarian dari ujung gate ke gate lain dan selalu diikuti oleh bundanya karena takut anak kecil ini akan tersesat. Hal itu sudah lama hilang, bahkan anak kecil itu sekarang lebih sering berpergian sendiri. Ayah sering berpergian bukan? Tapi sayang aku tidak dapat menemani ayah. Waktu akan terus berjalan, anak kecil itu bukan lagi seorang yang bisa digendong ayahnya di pundaknya dan bukan lagi yang selalu diajak bersepeda di sore hari. Saat ini aku akan menginjak kepala 2 dan aku tidak ingin kehilangan momen bersama mereka. Tanggungjawab yang besar telah berpindah, terjadi serah terima dari kakak ku kepada ku. Momen bersama mereka pun tidak bisa aku korbankan hanya untuk tujuan hidupku sendiri. Aku tahu mereka pasti mengizinkan aku untuk pergi, tapi aku lebih tahu isi hati mereka.
Teruslah Dalam Sabar
Jangan salahkan aku jika akan banyak kebetulan yang mempertemukan kita. Jangan mengeluh bila yang terlintas di jalanmu adalah selalu aku. Jangan berprasangka aku sengaja lakukan. Karena itu semua jawaban dari do'a ku. Sampai nanti kamu dan aku benar benar pada waktunya, aku akan terus menunduk.
Momentum.
Mungkin aku sudah tidak dapat lagi digendong di pundak ayah tapi meskipun demikian ayah masih memikul beban yaitu ‘aku’. Aku akan berpergian kemanapun aku suka tapi ayah harus mengerti bahwa jiwaku masih bersamamu, aku akan datang kepadamu kapanpun. Karena kau bukan rumah yang hanya ku datangi saat aku ingin pulang saja, tapi karena disana ada jiwaku yang melekat padamu. Meskipun kaki ini melangkah, tapi pikiran ini gusar. Ingin kembali pada jiwanya.
Menerima
Terkadang apa yang sudah menjadi pilihan kita, dari situlah datang ujian. Hidup tidak selalu melulu pada kenikmatan. Terkadang apa yang kau anggap mudah justru malah sebaliknya. Itulah perputaran kehidupan yang harus kau jalani. Allah selalu ada, maha melihat dan maha mengetahui hambanya. Bersyukur, jalani dengan sikap sabar dan qana'ah.
Konsep Hidup Adalah; Mulia
Akhir-akhir ini ada hal yang membuatku gatal di ubun ubun. Bahwa, ada 'beberapa' orang yang berteriak dengan hinaan untuk mengkritisi sesorang yang berada pada kondisi tertentu. Giliran saat dia berada pada posisi itu belum tentu dia bisa menjalankannya dengan sempurna bahkan mungkin ogah-ogahan. Kritik boleh, menghina jangan! Kalau kamu punya kritik atau solusi nya sampaikan dengan bijak sesuai dengan syariat, tidak perlu ada hinaan atau bahkan merendahkan cukup do'akan dia. Ayo sama-sama kita menjadi manusia yang bermartabat.
Hallo;