Sebelum saya menikah, saya diberi nasehat-yang-tak-diminta tentang bagaimana saya harus berubah supaya terlihat “lebih menarik” untuk lelaki. Para saudari dengan sukarela memberitahu saya bahwa saya harus mengubah cara berpakaian, kepribadian, dan semangat dalam aktivisme supaya saya tidak membuat mereka (para lelaki-pen) takut.
Saya frustasi. Sejak kapan tujuan hidup kita adalah untuk menikah? Di mana di dalam Quran, Allah Sang Pemberi Rezeki-Dia Yang telah menuliskan takdir kita untuk setiap aspek kehidupan-meminta kita untuk mengubah kepribadian kita dan mengurangi aktivisme kita dalam rangka mendapatkan pasangan? Kenapa saya harus mau mengubah diri saya untuk menyenangkan orang lain dan menikah dengan seseorang yang tidak benar-benar menghargai siapa saya sebenarnya?
Bagaimanapun, karena pernikahan menjadi perhatian besar bagi masyarakat kita, banyak orang yang menghadapi godaan untuk mengubah diri mereka yang sebenarnya dan nilai-nilai internal mereka demi untuk menemukan pasangan.
Ini idenya: Daripada berusaha untuk menyenangkan orang yang berpotensi melamar, mungkin pertama-tama kita harus berusaha untuk menyenangkan Allah SWT, Dia Yang bisa menaburkan benih cinta dalam hati kita dan Dia Yang bisa memberkahi kita dengan suami idaman atau istri idaman atau memberikan hal lain yang terbaik bagi kita jika itulah yang terbaik untuk kita.
Maka, untuk mereka yang sedang berusaha untuk menikah, selain mencari jalan untuk menikah dengan menghadiri bermacam acara, mari mengharapkan pernikahan melalui hubungan kita dengan Al Wahhab, Yang Maha Pemberi. Pemberi Segalanya. Mari jujur. Kita bicara tentang Al Mujib, Yang Menjawab Doa. Itu adalah beberapa di antara nama-nama Allah. Allah memberi dan Dia menjawab!
Jika kita adalah individu yang berjuang untuk menundukkan pandangan dan menjaga mata, hati, lisan, dan tubuh kita dari hal-hal yang dilarang, tidakkah kita tahu bahwa Allah Azza wa Jall (Yang Maha Perkasa dan Maha Agung) tentunya akan membalas kita dengan balasan yang besar?
Setiap kali kita mengangkat pandangan dan melihat seseorang yang kita harap kita bisa bersamanya, kemudian kita mengalihkan pandangan, di saat itu kita bisa sungguh-sungguh meminta pada Allah untuk memberkahi kita dengan pasangan yang akan menjadi penyejuk mata kita. Tidakkah Allah Azza wa Jall mendengar dan menerima doamu padaNya? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendorong kita untuk berdoa, “Mintalah dan kau akan diberi, minta dan kau akan diberi” (At-Tirmidzi).
Di momen seperti sepertiga malam terakhir, dalam dua rakaat shalat yang kita lakukan karena rasa frustasi yang murni kita alami dari situasi yang kita hadapi, terisak, meminta Allah SWT untuk menjawab kita - tidakkah kita berpikir bahwa Allah rabbul ‘alamin (Tuhan semesta alam) akan merespon kita? Bagaimana bisa Allah, Yang Menjawab, tidak akan menerima doa dari hambaNya yang teguh, yang berjuang dalam perjuangan yang berat dan sulit untuk menjaga kesopanan dan kesucian dirinya? Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar), ini adalah Allah! Tanpa ragu Allah SWT akan menjawab kita!
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan dari Allah, Tuhan semesta alam, dalam sebuah hadits qudsi:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’” (HR Bukhari)
Apa artinya mendekati saudara dan saudari di Facebook jika kita tidak lebih teguh menjaga hubungan dengan Dia Yang bisa membantu kita?
As Syaikh Muhammad Faqih pernah berkata, “Mendekatlah pada Allah, maka Allah akan mendekatimu/menolongmu!”
Mari mendekat dengan shalat! Mendekat dengan Al Quran! Mendekat dengan kerja komunitas karena Allah saja! Dan milikilah keyakinan bahwa ketika kita berjuang untuk membuat Allah ridha, Allah, Asy-Syakur, adalah yang Maha Mensyukuri, yang mengapresiasi pekerjaan kita dan tidak diragukan lagi akan membalas kita.
Apakah balasannya dalam bentuk pasangan yang luar biasa atau pernikahan yang luar biasa? Allah lebih tahu yang terbaik. Bisa jadi demikian, bisa jadi tidak. Bagaimanapun, bagian terbaiknya adalah Allah SWT tahu apa yang TERBAIK bagi kita dan apapun hasilnya, kedekatan kita dengan Allah telah meningkat dengan adanya ujian ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang berdoa, dan doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutus silaturahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan: (1) Allah kabulkan doanya, (2) Allah hindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan isi doanya, dan (3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuknya di akhirat.” (HR Ahmad)
Jadi, kita harus tahu bahwa jika kita mendekat pada Allah, kita bisa percaya bahwa Dia akan mendekatkan kita dengan apapun yang terbaik untuk kita, apakah itu sesuai yang kita minta atau sesuatu yang lebih baik dari itu. Allah mendukung kita! Siapa yang lebih baik untuk diserahi kepercayaan tentang masa depan kita selain daripada Dia Yang sudah tahu tentang itu?
Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan? Mungkin. Tapi apa ruginya? Jika pada akhirnya kita hanya mendapatkan kedekatan dengan Allah SWT, kita lebih banyak tilawah Al Quran, akhirnya kita merasakan manisnya shalat, kita lebih banyak berdoa daripada sebelumnya, maka, dengan izin Allah, kita akan mendapatkan lebih dari waktu “pencarian pasangan” di facebook sementara kita mencoba menemukan separuh diri kita.
Mereka yang ingin menikah harus menempuh jalan yang diperlukan - bertemu orang baru, terlibat dengan organisasi dan proyek baru, mempertimbangkan pilihan online atau acara khusus lajang.. Kita harus menggunakan sarana yang ada untuk hasil yang diharapkan. Tapi jangan lupa bahwa Dia Yang akan menentukan hasilnya harus selalu berada dalam pikiran kita, dalam hati kita, dan kita sembah melalui perbuatan kita secara lebih bersemangat, sungguh-sungguh dibandingkan dengan waktu dan usaha yang kita lakukan dalam mencari separuh diri kita.
Dan jika pernikahan tidak terwujud untuk alasan apapun yang terbaik, maka dengan fokus meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT, kita akan mendapatkan jauh lebih banyak di dunia ini dan di kehidupan yang akan datang, insya Allah; derajat yang lebih tinggi di Surga tertinggi, dan hubungan yang luar biasa dekat dengan Pencipta kita dan hubungan baru yang tak tertandingi dengan doa kepada Dia Yang selalu mendengar dan merespon.
Tuhan semesta alam bicara pada kita dan memberitahu kita, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah: 186)
Kita datang pada Allah dengan raja (harap), dengan kombinasi yang kuat antara mencari keridhaan Allah, berjuang untuk meninggalkan apapun yang akan mendatangkan kemurkaanNya, dan berusaha dengan konsisten untuk meminta padaNya untuk membukakan yang terbaik untuk kita. Dan dengan semua itu, kita menyerahkan kepercayaan kita padaNya bahwa Dia akan memberikan apapun yang terbaik untuk kita. Tentu saja Allah mendengar dan pasti akan menjawab kita.
Seperti yang pernah dikatakan, “Tidak mungkin seseorang menaruh kepercayaan pada Allah untuk dikecewakan olehNya. Allah tidak akan mengecewakan mereka yang yakin, tawakal, dan bersangka baik padaNya”.
Mendekatlah pada Allah, dan Allah, Yang Maha Bijaksana, pasti akan menolong kita dengan cara yang sebaik-baiknya.