Aku selalu menutup diri dari orang-orang
sekali pun itu orang terdekat.
Aku tak pernah bisa mengungkapkan emosiku dengan baik, terutama emosi negatif.
Semuanya kutelan bulat-bulat;
seorang diri.

Origami Around
DEAR READER
he wasn't even looking at me and he found me

PR's Tumblrdome
I'd rather be in outer space 🛸
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe

if i look back, i am lost
NASA
Claire Keane

No title available
taylor price
wallacepolsom
sheepfilms

blake kathryn

JVL
No title available
almost home

tannertan36
One Nice Bug Per Day
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from Canada

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@willyrangkuti
Aku selalu menutup diri dari orang-orang
sekali pun itu orang terdekat.
Aku tak pernah bisa mengungkapkan emosiku dengan baik, terutama emosi negatif.
Semuanya kutelan bulat-bulat;
seorang diri.
Teruntuk kamu yang aku cinta; Apakah ketika aku sibuk dan tak menyertakan dirimu, kau tidak bermain di belakangku? Aku tak bermaksud menuduh. Hanya saja gelagatmu seakan mengatakan bahwa jika kehilanganku, kamu tak apa-apa.
Fp:Bariskata
“maaf, aku bukan buang kau dari hidup aku, tapi aku lepaskan kau dari hati aku, supaya kau tak terikat dengan satu pilihan.”
—
Kamu selalu menuntutku untuk menjadi apa yang kamu mau, tapi kamu tak pernah sekali pun mengerti betapa tersiksanya aku harus menjadi sesuatu yang bukan diriku.
Fp:Bariskata
Kamu pantas mendapatkan yang terbaik.
Mungkin karena itulah,
aku diharuskan pergi dari hidupmu.
Karena bukan aku yang terbaik untukmu.
Andira Wu
Seringkali kita lupa, memberi banyak makan pada akal namun abai dalam perihal mendidik hati.
Yang perlu ditata bukan hanya pemikiran kita saja, namun hati kita pun perlu untuk ditata.
Ketika ada manusia yang menemui dirimu, meminta bantua apa saja, maka terimalah ia dengan sebaik-baiknya penerimaan, sungguh itu adalah kebaikan yang Allah beri untuk kita melalui perantara manusia.
Vivi Aramie
Tulisan : Untuk Dirimu Sendiri
Ada saatnya kamu harus melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri. Melakukan sesuatu benar-benar untuk diri sendiri tanpa terlalu banyak mempertimbangkan bagaimana nanti orang lain. Tulisan ini tidak mengajak untuk menjadi egois, tapi mengajak untuk mengembalikan sebuah peran kesadaran yang cukup penting di tengah masa krusial, terutama di fase Quater Life Crisis. Tulisan ini pun tidak berlaku bagi orang-orang yang selama ini sibuk dengan diri sendiri, tulisan ini saya buat untuk teman-teman saya yang begitu semangat melakukan kebaikan sosial, semangat untuk terlibat peran dimana-mana, bercita-cita ingin membangun kehidupan yang lebih baik untuk banyak orang.
Saya percaya, untuk bisa berdaya dan menyelamatkan lebih banyak orang, membangun kebermanfaatan diri yang lebih besar. Seseorang harus memiliki waktu untuk mengembangkan dirinya, menajamkan potensi dirinya, mendidik dirinya dengan pengetahuan baru yang lebih luas dan menyeluruh. Sebuah keputusan yang tentu sulit diambil oleh orang-orang yang hatinya terpikat dengan begitu banyak berbuat baik. Keputusan yang terlihat sangat mementingkan diri sendiri, hanya saja bila dikaji lebih jauh, ini seperti mengasah sebuah pedang sebelum digunakan untuk berperang. Waktu yang diambil untuk mengasah itu tentu tidak sedikit, membutuhkan kesabaran, membutuhkan ketelitian.
Analogi lain, untuk bisa menyelamatkan lebih banyak orang yang tenggelam, seseorang harus bisa berenang dan menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Kalau tidak, tentu dirinya akan tenggelam dan tidak akan lagi menjadi bermanfaat.
Ada kalanya, seseorang harus menguatkan keyakinan pada diri sendiri. Bahwa ada masa yang perlu ia ambil untuk mengembangkan dirinya, terlepas dari semua aktivitas yang saat ini dijalani dan begitu memikat hati. Waktu yang saya sebut sebagai sebuah jeda, jeda untuk memberikan jarak yang tepat bagi diri untuk melihat lebih jauh dan lebih luas tentang apa yang selama ini telah dilakukan.
Waktu yang saya sebut sebagai jeda, jeda yang bisa dipakai untuk mengakselerasi diri dengan kembali menempuh pendidikan, mengambil kursus keahlian, menjelajah dunia dan bertemu dengan orang banyak, dan hal-hal lain yang tentu saja akan membuat seseorang menimbang. Apakah waktu yang akan dikorbankan ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat?
Sebuah kota, 18 Agustus 2016 | ©kurniawangunadi
Berserah by @rezarusandi #telusursejati https://www.instagram.com/p/B7fC7NMAzxk/?igshid=eiot37kfe2jf
Ketika kamu melakukan sesuatu dengan hati. Tuhan akan mengirimkan orang lain untuk memberikan hatinya padamu.
Kata seseorang begitu
Bersamamu, aku dapat merasakan seperti apa itu ‘selamanya’ dalam waktu yang singkat.
I know now. // Andira W.
Bandung, 25 April 2019.
“Saat kamu jatuh cinta dengannya, saya harus menelan bulat-bulat perasaan saya untuk kamu.”
—
Karena kita teman. // A.W.
12 Juni 2017.
““Aku lelah melihat dunia yang seperti ini,” ucapnya tiba-tiba memecah kesunyian. “Apa maksudmu?” “Iya, aku melihat begitu banyak pasangan tetapi nyatanya mereka tidak saling mencintai. Sedangkan mereka yang saling mencintai malah tidak bisa bersatu.””
—
If that’s not fucked up, then I don’t know what is. // A.W.
1 Juli 2017.
?
atas nama rindu yang tertahan
atas nama perjumpaan yang tertunda
atas nama jarak yang terbentang
atas aku yang diam tidak tahu harus apa
Pujian dan hinaan.
Hinaan itu menguatkan, pujian itu melemahkan.
Terlalu sering di puji memberi dampak keras hati menjadi sulit untuk menerima kritikan atau celaan.
Terlalu sering dihina/dipandang sebelah mata, melatih diri menjadikan hati kuat dan terus menunjukkan yang terbaik.
Ingatlah, pada dasarnya kita semua hanya hamba yang penuh kehinaan dimata Allah.
Menulis untuk menginspirasi orang lain? Ah, kita yang paling tahu aib diri kita. Menulis untuk kewarasan diri. Mengabadikan nasihat yang sering kali paling cocok ditodongkan ke hadap muka diri sendiri, terlebih dahulu.
#diri
Kita Mulai Hari yang Baru
Selamat mencoba memulai kembali. Selamat mencoba untuk kembali dari keadaan patah. Selamat mencoba untuk tidak lagi melukai diri sendiri. Selamat mencoba kembali untuk lebih bekerja keras. Selamat mencoba sekali lagi untuk percaya, bahwa tidak semua laki-laki yang datang padamu hanya untuk bercanda saja.
Selamat, karena esok akan menjadi hari yang baru. Selamat, untuk kembali memulai menjalankan misi demi mimpi yang telah lama dibiarkan tidur. Selamat kembali mencoba, untuk tetap berusaha walau gagal sering memeluk erat. Selamat mencoba kembali, untuk tetap menjadi optimis, bahwa orang-orang masih mencintaimu dengan segala kurang pada dirimu. Selamat, karena tetap bisa hidup dengan pikiran yang masih bergandengan dengan kematian.
Besok kita akan memulai hari yang baru, mari mencoba sekali lagi. Gagal, kita coba sekali lagi. Jatuh, kita bangkit kembali. Terluka, kita sembuhkan sekali lagi. Asal tak patah semangat.
Ingat, besok kita harus memulai kembali. Menjadi se-baik-baiknya manusia, menjadi se-sabar-sabarnya manusia. Memaafkan masa lalu dan bergandengan berjalan menuju masa depan.
Selamat, karena masih ingin mencoba sekali lagi.