Ketuhanan itu barangkali sudah berubah sekarang. Kuasanya sudah lagi tak adikuasa dan maha kuasa, kekuatannya dimatikan oleh Tuhan buatan manusia, uang.
Tiada Tuhan selain Uang. Barangkali, itulah kata yang sesuai dengan jaman sekarang. Sampai, pada akhirnya Tuhan pun sekarang juga sepertinya butuh uang. Tuhan yang sekarang barangkali sudah rakus akan harta, kekuatannya disalahgunakan oleh diri-Nya.
Tuhan yang sekarang sangat rakus, kerjanya adalah Calo untuk orang-orang kelas atas, terutama untuk masalah politik dan popularitas, itulah kerjanya sekarang.
Barangkali kamu tidak suka dengan seseorang, cukup bayar setumpuk uang, hanya dalam waktu singkat dipidanalah orang itu, dan dipenjarakanlah ia.
Atau kamu ingin mengalahkan lawan politikmu, mudah sekali, titipkan "Ajudan Tuhan" sekoper uang. Maka dijamin, sebelum pemilihan umum, musuhmu sudah di meja hijau, tunggu hasil, sedangkan kamu cukup berucap sesuai teks yang sudah "dijampi-jampi" oleh Tuhan, selesai urusanmu.
Kamu ingin populer? Cukup berucap kamu sudah mengikuti jalan Tuhan yang "Lurus" setelah sebelumnya tersesat, maka niscaya, kamu akan naik popularitas. Atau, cukup jadi "Ajudan Tuhan", ia yang bercerita dan mengajarkan Ketuhanan. "Ajudan Tuhan" sendiri juga mendapat komisi dari berbincang atau dengan ditunjuk Tuhan jadi "Perwakilan-Nya" untuk turun ke jalan, menyerukan "KEBENARAN" Tuhan.
Barangkali itulah kenyataan sekarang, Bahwa Semua Mahluk tunduk dibawah Uang, Manusia, Alam bahkan Tuhan pun tak luput dari kuasa uang. Uang, Sungguh kuasa-Mu tak terkalahkan, Maha Kuasa. Barangkali sekarang kita seharusnya berkata, " Ke-Uang-an yang Maha Esa" atau "Ketuhanan, yang berdasar pada Uang dan Kekayaan"