Segala sesuatu, jika kita kerjakan dengan ikhtiarkan yang benar dan doa yang tak pernah putus, akan dijodohkan dengan takdir terbaiknya
tulisan @ario_muhammad87
hello vonnie
Not today Justin
Today's Document
YOU ARE THE REASON
tumblr dot com
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Stranger Things

PR's Tumblrdome
cherry valley forever

No title available
we're not kids anymore.
dirt enthusiast
TVSTRANGERTHINGS

Product Placement

if i look back, i am lost
Cosimo Galluzzi

Kiana Khansmith
KIROKAZE

shark vs the universe

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Indonesia

seen from Germany
seen from Germany
seen from India
@afidatuldn
Segala sesuatu, jika kita kerjakan dengan ikhtiarkan yang benar dan doa yang tak pernah putus, akan dijodohkan dengan takdir terbaiknya
tulisan @ario_muhammad87
menggenggam doa adalah sebuah ikhtiar, maka doa adalah bahan bakar untuk semangat memperjuangkan
adn
Diawali dengan mimpi , Diakhiri dengan syukur
Siapa yang tak bermimpi? Nampaknya tak ada yang tak pernah merasakannya. Enak emang mimpi itu hahaha. Mimpi identik dengan sesuatu yang tidak real. Hanya ada diangan-angan. Namun, aku tetap percaya dan memberanikan diri untuk bermimpi. Semustahil apapun mimpi itu, menjadi wonder woman, misalnya. Haha. Bahkan terkadang mimpi atau angan-angan ini nampak konyol. Eitssss. Tapi bagi sebagaian orang mimpi bisa jadi sebuah kotak pandora yang menyala-nyala. Hingga akhirnya menyita perhatian orang lain yang dulu mengolok-oloknya. Atau jadi sebuah mata air yang mengalir dengan derasnya. Merubah air mata menjadi mata air bagi khalayak banyak, MasyaAllah. Oke, jadi bisakah kita sepakat untuk mengawali semua dari mimpi?
Aku sepakat sih, karena sesuatu yg ada berawal dari tak ada. Sama halnya impian berawal dari mimpi. Mengawalinya dari mimpi memang tak mudah. TENTU , mimpi ini mudah menjebak orang dalam buaian. Mengelu-elukan sesuatu yang hanya menjadi bualan. TAK MUDAH memang. Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam merawat mimpi. Berusaha menjadikan mimpi ini menjadi sebuah hal nyata. Membumikan usaha dan melangitkan doa agar mimpi ini tak sekedar mimpi saja, tapi bisa menjadi kenyataan dan tentunya kemaslahatan. Duh nyesss. Ibarat mimpi ini adalah proposal ke Allah. Menuangkan mimpi untuk diajukan ke Allah. Perihal nanti hasil seperti apa jangan terlalu dipikirkan, tapi juga perlu dipikirkan agar usaha kita tetap jalan. tentunya harapan atas hasil ya berharapnya ke Allah. Karena Allah yang tau , MAHA TAU. Hasil bagus atau jelek , besar atau sedikit , suka atau tidak suka Allah berikan dengan tujuan tertentu. hehe jadi sepakat nggak kalau diakhiri mimpinya dengan syukur ?
Apapun yang tengah kita usahakan sekuat-kuatnya , sehebat-hebatnya. Hasil itu Allah yang tau. Karena Allah tau yang terbaik bagi hambaNya. Jadi nggak papa banget ketika kita punya mimpi , kita ajukan ke Allah , kita usahakan, tapi qodarullah tidak sesuai target , diakhiri dengan syukur. Terlebih jika hasilnya sesuai target bahkan melampaui ya wajib bersyukur. Itu Allah yang ijinkan , itu Allah yang kasih, itu Allah yang hebat. Tanpa semua dari Allah tak akan pernah jadi. Makanya aku pribadi selalu doa dan meminta : “Ya Allah ridhoi , Ya Allah ijinkan, Ya Allah restui, Ya Allah bantu” untuk semua yang tengah ku usahakan dan aku yakin jika tak sesuai keinginanku maka Allah akan tunjukan agar aku tidak bersedih atau putus asa. Malah makin berkobar hahaha. HABIS MIMPI JANGAN LUPA USAHANYA, DOANYA DAN DIAKHIRI SYUKUR Mengingatkan aku (Afidatuldn) yang suka bermimpi mengingatkan aku (Afidatuldn) yang deadliner Surabaya 23 Mei 2022
#childhood : Buku Bacaan
Kita awali dengan kata mutiara ini
“Buku adalah jendela ilmu”
Nyatanya itu benar, bahkan Imam Syafi’i pun mengatakan: “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.” (Diwan Asy-Syafi’i) Jadi buku adalah kumpulan ilmu yang ‘diikat’ sehingga kita (generasi berikutnya) mendapatkan banyak ilmu walau pemilik ilmu sudah tiada.
Kedua aku tanya ke kalian Masih ingatkah buku pertama yang kalian baca waktu kecil ?
Aku benar-benar ingat buku bacaan yang dibawa ibuku pulang. Beberapa judul yang aku ingat sekali adalah 1. Adhitya Tidak Mau Potong Rambut : menceritakan tentang seorang anak yang tidak mau potong rambut, dan akhirnya mau potong rambut karena dia terlihat seperti perempuan. Dia ditawari seragam rok oleh pegawai toko hahaha 2. Mawar : cerita tentang proses mawar itu tumbuh dan bermanfaat walau dia berduri. 3. Ibuku Penjahit : menceritakan tentang anak seorang penjahit yang selalu membantu ibunya dan suatu hari dia tidak sengaja merusakan pesanan baju. Namun karena dia mengakui kesalahan dan meminta maaf dia tidak dimarahi oleh pelanggan ibunya. Ibuku seorang guru TK dan membuka bimbel belajar membaca. Jadi banyak buku anak-anak saat itu. Entah itu disengaja oleh ibuku agar aku rajin membaca atau tidak aku belum mengklarifikasinya, insyaAllah aku coba klarifikasi ke beliau nanti hehe. Selain buku bacaan ibuku juga berlangganan koran Jawa Pos dan majalah Jayabaya.Walau hanya seminggu sekali, setiap hari minggu. Pada umumnya orang desa tidak melakukan hal itu. Terkadang pun aku dibelikan majalah bekas, walau bekas itu berkesan sekali hingga saat ini.
Nyatanya itu menjadikanku suka membaca, open minded, melatihku untuk penasaran. Bersyukur sekali orang tua ku melakukan hal itu saat aku kecil. Jadi stimulus waktu anak-anak sangatlah membentuk karakter dimasa depan.
Thanks a lot pak buk, sorry for my late appreciate of this kind of love. I don’t realize that. Surabaya 11 Agustus 2021 Aku yang sedang berjabat tangan dengan inner child ku
Inner child
Sebuah bahasa psikologi yang patut kita pahami, karena ini adalah memory chip masa lalu yang membentuk kita sekarang dan nanti. DAN AKAN SELALU TERHUBUNG !!
Inner child mencakup aspek-aspek yang membangun kepribadian seseorang sejak masa kecil. Pengalaman dan pengetahuan yang didapat seseorang di masa kecil lah yang membentuknya menjadi orang dewasa.
Setelah saya belajar tentang Self Concept dan Talent Mapping, saya paham kenapa saat ini saya punya karakter dan bakat seperti sekarang. MasyaAllah Allah sebaik-baik perencana, hal ini semacam merunut kejadian yang menjadi takdir dari hidup kita dan mengetahui bahwa Allah telah memberikan kita peran masing-masing dalam hidup (lihat Al Isra’ : 84). Itulah kenapa sebaiknya paham dengan inner child. Oh iya, pengalaman masa kecil kita tak semuanya positif, bisa jadi negatif. Nah ini alasan kenapa kita perlu memahami inner child kita. Karena bisa jadi karakter dan kondisi saat ini dintentukan oleh diri kecil kita dan menjadi sebuah boom masa depan. Setidaknya saat kita paham inner child kita dan bisa berjabat tangan dengannya , bisa mengantisipasi hal negatif yang bisa muncul akibat karakter kita.
Anak pada fase golden age mudah sekali mengingat dan menyerap informasi hingga bisa membentuk karakter mereka kedepannya. Jadi mungkin hal ini bisa membantu kalian agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan mendidik orang lain (bisa anak, bisa keponakan, anak jalanan atau siapapun itu) sebaik mungkin.
Aku ingin berbagi tentang inner child ku lewat tulisan di tumblr ini. Judulnya : #Childhood
Semoga bisa diambil manfaatnya ya
Tentang Mimpi #randomthoughts
Hidup ini harus punya mimpi, jika tidak bukankah hidup ini akan sangat miskin? Karena sesuatu yang gratis aja tak kita dapat .
Sekarang sudah punya mimpi, namun dihadapkan dengan realita dan dunia luas semua mimpi itu akan berbeda.
Saat mengejar mimpi, semua akan dihadapkan tekanan dan ujian. Mungkin bisa jadi semua itu akan mengubur semua mimpi besarmu.
Kenyataan akan menguji kita. Masih bisakah kita bermimpi dan mewujudkannya.
Kuncinya adalah menghadapi semua kemungkinan yang menjadi nyata, entah itu berupa keindahan atau kepahitan. Terima dan hadapi.
Sekarang sudah saatnya untuk menguji diri sendiri atas semua mimpi dan mempertanggungjawabkannya.
Surabaya, 3 Agustus 2021 aku yang sedang diusik oleh mimpiku sendiri ditanyai oleh mimpiku “sampai kapan aku (mimpi) kau simpan” ku jawab “sejujurnya aku takut kau (mimpi) hanya menjadi bualan” hingga terlahirlah tulisan ini yang terinspirasi dari sebuah film China berjudul “The Brothers”
Fokus Prosesnya !
Alhamdulillaahil ladzii bini’matihi tatimmush saalihaat. Pokoknya alhamdulillah sekali, baru kali ini aku merasa mudah bersyukur karena Allah masih memberi nafas dalam hidup ini. Artinya masih diijinkan hidup, diijinkan berbenah dan diberi kesempatan baru lagi. Tuh kan Allah Maha Baik !!!! BAIK BANGET! Aku masih suka berbuat salah tapi Allah kasih kesempatan lagi, pengen nangis , makasih yaa Allah. Yuk bersyukur
Ramadhan ini ceritanya ingin hati membuat daily remind di tumblr tapi ternyata bikin konten di Instagram lebih dari cukup untuk saat ini. hehe. Masih banyak segudang target lagi yang ternyata aku sendiri belum mampu manage waktu. BTW ngomongin target, jadi ada sesuatu yang menarik nih. Kenapa menarik karena ada hal penting yang sering miss saat kita memenuhi target.
Untuk orang macam aku gini, lebih suka dikasih target atau challenge, karena merasa ditantang itu seru. Suka kompetisi. Jadi target adalah kunci untuk upgrade diri. Maka dari itu aku membuat target dalam hidupku dan harus sering-sering dilihat. Nah itu hacks ku saat ini untuk upgrade diri. Nah target ini kan pasti adalah goals yang ingin kita capai. Bicara mengenai goals kita pasti pandangan utama kita adalah di tujuan itu. NAH ! iya target penting, tapi karena terlalu fokus ke target akhirnya kita lupa PROSES adalah penting. Karena bisa saja kita membabi buta untuk mendapatkan target/tujuan. Sehingga saking membabi butanya kita lupa ada bahwa Allah sudah menentukan hasilnya terlebih dahulu, sehingga saat hasil tak sesuai ingin kita mudah sekali kita mengingkari hasil itu. Sedih ? bisa lebih dari itu yakni menyalahkan Allah secara tak sengaja. Jadi proses itu penting juga agar pikiran dan hati kita senantiasa waras. Sekali lagi mari fokus ke proses ! ibarat naik kendaraan kita emang harus fokus ke depan (tujuan) namun sesekali lihat spion agar tak terjadi kecelakaan apalagi saat ngebut dan nyalip. hihihi
draft dari tahun ramadhan 2020 hingga ramadhan 2021 belum dipost akhirnya dipost juga hehe Surabaya, 6 Juli 2021
It's too early to feeling satisfied :)
Setidaknya kamu sudah melewati batas itu. Yang awalnya males jadi terbiasa. Yang awalnya tidak bisa jadi bisa. Ternyata semua butuh belajar juga butuh sabar. Semua ada prosesnya.
Jadi ini adalah pengalaman memilah sampah dan mengolah sampah (masih sangat cupu). Ini sudah 2 bulan memilah sampah dan difoto itu adalah hasilnya. Saat diawal itu sangatlah susah, tapi aku meyakinkan diri sendiri bahwa #NoChallangeNoChange . Akhirnya dibuatlah list yang mudah-mudah dan mendukung gerakan #selamatkanbumi atau biasa kita sebut #zerowaste. Kalau aku sendiri membuat list dari yang mudah-mudah dan kecil, kurang lebih seperti ini:
1. Memisahkan sampah organik dan anorganik. Ini penting (menurutku) karena hal ini berdampak pada diri kita dan orang lain. Kita lebih mudah membuang sampah, kucing pun tidak memporak-porandakan sampah kita. Nah untuk orang lain SUNGGUH INI MULIA SEKALI bagiku 😇 hehe. Kita lebih memuliakan bapak ibu petugas sampah karena mereka akan dimudahkan, meminimalisir bau, belatung tidak muncul disemua kantong sampah dan banyak lagi. Pengalaman waktu ngompos 2 minggu pertama (pengen nangis terusss) sering sekali sampah organikku keluar belatung dan nyebar ke lantai rumah , dimana mana , sungguh banyak !?!?!. Setelah itu kok aku bayangin betapa sulitnya pekerjaan petugas sampah. Harus berjibaku sama belatung setiap harinya, menahan bau menyengat yang itu bukan perbuatan mereka. Jadi semenjak itu tekadku semakin kuat karena aku ingin memuliakan para petugas sampah. Setidaknya aku memilah sampah dan memudahkan kerja mereka.
2. Memilah sampah yang masih bisa diloakan. Ini juga hal mulia juga lo hehe. Karena sering lihat para pemulung mengorak-arik bak sampah , sungguh tak semua pemulung care dengan petugas sampah. Kenapa ? Sampahnya jadi berceceran kemana-mana. :( ya gimana ya , sebisa mungkin kita itu memudahkan orang lain agar jika juga dipermudah ya kan. Jadi akhirnya untuk botol plastik kardus kaleng dsb (yang bisa diloakkan) dikumpulin dan dikasihkan ke pemulung. Mungkin butuh space ya , tapi kurasa tidak besar. Kalau tidak ingin memakan space ya buang aja di bak sampah tapi dikasih tempat sendiri. Ya intinya kita pilah juga sampah yang masih jadi emas buat orang lain. InsyaAllah keberkahan akan muncul disini.
3. Kurangi plastik , ya ya ya ini kadang aku juga masih lupa. Tapi setidaknya mari kita selalu ingat kalau konsumsi kita juga banyak, maka akan ada banyak hal yang perlu dipertanggungjawabkan. Ya seperlunya saja kalau emang butuh plastik ya pakai aja. KITA MENGURANGI YA bukan tidak menggunakan sama sekali. Karena bagi pemula (kaya saya) mengurangi plastik adalah suatu kerja keras 😆. Bawa tempat makan, bawa tumbler dsb bisa dikira-kira sendiri.
Nah kayanya itu dulu aja ditelateni dulu. Sungguh kalau sudah biasa kamu hebat gaisss :') tak perlu muluk-muluk. Tapi ingat jangan mudah puas, karena kehidupan ini ada levelnya kalau kamu sudah melangkah ke level berikutnya ya kenapa tidak mengambil kesempatan untuk terus level up. Koentjinya adalah sabar dan istiqomah. Hahaha ternyata sulit.
Semakin hari semakin suka men-challenge diri sendiri biar jadi lebih baik dan punya banyak pengalaman.
No challenge no change
Surabaya, 15 Agustus 2020
Hati dan Syaiton
Ingat tulisan pertamaku di tumblr ini, tentang hati yang harus hati-hati. Lagi dan lagi diingatkan perihal hati. Ternyata masing sering hati ini kotor. Terlalu sering digunakan untuk meresapi sesuatu yang sebenarnya tak dibutuhkan (aka: suudzon). Kesal, kesal sekali dengan dzon yang kubuat sendiri. Ingin menyalahkan diri ini, tapi ada salah satu orang menasehati.
“dengan menyalahkan diri saja bukanlah sebuah solusi, terkadang itu adalah bentuk kehati-hatian yang akhirnya sia-sia”
Sejenak aku berpikir, ini sangat sulit. Jika tak menyalahkan diri sendiri maka dzon akan terus mengalir hingga membusuk dalam dada. Tapi jika menyalahkan diri sendiri maka hati diri ini akan terluka bisa jadi dia trauma. Lantas harus bagaimana mengelola hati ini agar dzon tidak menguasai diri. Sehingga menjadikan budak atas diriku sendiri. Ternyata beginilah
“Kuncinya adalah memahami konsep hati dan tablis syaiton”
Katanya, semua rasa ingin gibah, ingin menyalahkan orang lain, dan banyak lagi yang lainnya. Itu semua adalah salah satu ujian kita dari Allah. Bagaimana kita menyikapinya, masihkah kita medekati sesuatu hal penyebab kesia-siaan. Selain memandang itu adalah bentuk ujian hati. Kita juga harus paham itu adalah salah satu tipu daya setan. Cara setan agar hati iki memunculkan suudzon baik ke orang lain atau Allah. Setan akan sangat kegirangan jika dia bisa membuat hati kita condong ke suudzon. Itu memang goal dan job mereka. Jadi kita harus paham dua hal ini. Jika kita ber-suudzon dengan yang lain maka perlu kita ingat ini ujian hati dari Allah dan tablis syaiton. Bismillah , insyaAllah kita akan berjalan dengan lega.
Surabaya, 17 April 2020 Menulis ini karena hati ini perlu dibersihkan atas dzon ku terhadap orang-orang disekitarku.
Nikmat = Upgrading diri
Alhamdulillah kalau kita masih ingat bahwa ada yang harus disyukuri dalam hidup ini. Tandanya berarti kita masih bergelimang kebaikan. Nah nikmat adalah salah satu hal yang perlu disyukuri tak terkecuali besar-kecilnya. Namanya nikmat berarti sesuatu yang membuat kita enak, nyaman, senang dan perasaan bahagia lainnya. Kalau dilihat-lihat ternyata kok banyak ya nikmat dari Allah kepada kita. Bahkan hal seremeh temeh saat kita masih bernafas dengan gratis saja itu sebuah nikmat terbesar dalam kehidupan. Ok, kita cari contoh yang sangat remeh sekali dan sering diabaikan, nikmat bisa memilih makanan yang ingin kita masukan dalam tubuh (wuuuuh). Seringkan bisa merasakan memilih makanan yang akan kita makan ? Padahal banyak orang diluar sana bingung bisa makan atau tidak saat itu. Ya Allah ampuni kami jika kami lupa akan nikmat-nikmatmu. Ada lagi nikmat yang kita lupakan, nikmat ketika sedang berada diposisi sekarang. Haa maksudnya ? iya saat kita sedang diposisi sekarang. Jarang mengakui nikmat dan sukanya melihat yang punya orang lain. Kerjaan, keluarga, bahkan tentang diri sendiri. Tuh nikmat juga nggak tuh, itu juga nikmat!!. Nikmat itu sangat lekat dengan syukur, sepaket gitu. Saling mempengaruhi, jika ingat nikmat haruslah bersyukur jika ingat syukur maka terasa sekali banyak nikmat. Bahkan kita sering lupa dengan janjia Allah
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscahya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu......” QS Ibrahim : 7
Sebenarnya syukur ini sangat sulit dikembangkan, karena belum tentu rasa syukur ini akan selalu ada didada manusia kecuali mereka-mereka yang paham akan adanya Dzat Yang Maha Agung. Sering kali sudah paham dan yakin adanya Dzat tersebut tapi masih sulit memupuk rasa syukur. Intinya kalau ada rasa syukur dalam diri, ingin berdoa ‘Ya Allah pupuklah rasa syukur ini dalam dada’. Karena saking merasa diri ini banyak tak bersyukur. Syukur dapat diwujudkan dalam banyak bentuk, ada yang dengan mengucap hamdallah tapi sering juga tak diresapi. Tak apa mari belajar bersyukur. Aku sedang memahami konsep syukur yang satu ini. NIKMAT = UPGRADING DIRI. Gimana ya itu? Pernah nggak sih kalian dapat hadiah dari orang lain, terus tiba-tiba secara tak terduga senengnya kita itu menjadi menambah produktivitas kita. Awalnya rebahan tapi karena adanya hadiah itu jadi berapi-api untuk lebih baik. Nah seharusnya gitu juga nggak sih , jadi nikmat-nikmat dari Allah kita jadikan sebagai motivasi untuk jadi lebih baik. Lebih dari sebelumnya. Jadi seakan-akan Allah memotivasi kita lewat nikmat-nikmat tadi. Syukur ada dalam dada, paham akan banyak nikmat dalam diri dan kita pun semakin baik dari hari ke hari hanya karena sebuah konsep kecil dalam bersyukur. Mungkin agak susahnya saat kita tak menyadari adanya nikmat dari Allah. Bahkan sangat susah mengetahui Allah telah memberi nikmat setiap harinya. Namanya Manusia tempat lupa dan lalai. Ya belajar , mari belajar mem-breakdown nikmat Allah. Nikmat yang kita terima harus sebanding dengan upgrading diri kita.
Selamat mencoba ya, menerapkan konsep NIKMAT = UPGRADING DIRI dalam bersyukur from Afida to Afida Surabaya, 18 Maret 2020
Merenungkan sesuatu eps.1
A ship in harbor is safe, but that’s not why ships are built.
Ini quote yang pernah ditulis seseorang dalam instastorynya. Seseorang yang sedang bergelut di dunia maritim bersama asa tak lupa doa. Semoga Allah selalu membantumu dan melindungimu.
Sedikit spesial quote ini, tapi tak perlu membahasnya. Mari dienungkan hingga merasuk dalam kehidupan. Sebuah kapal yang aman, ombak tenang, awak kapal pun nyaman, tapi bukankah kapal itu dibuat untuk berlayar ? Untuk mengarungi ombak dan berkemungkinan bertatapan dengan badai lautan. Dibuat untuk menyebrangi pembatas berupa lautan. Hingga bertemu daratan yang lain. Merasakan daratan-daratan lain yang memiliki kenyamanannya tersendiri saat kapal dapat singgah dermaga. Namun jangan lupa perjuangan kapal untuk berlabuh didaratan setelah berlayar juga penuh perjuangan yang tak mudah.
Begitu pula kita, layaknya kapal, yang ditakdirkan untuk berjuang walau bisa memilih untuk diam ditepi pelabuhan. Iya, sama halnya dengan kita dan zona nyaman ini. Saat kita di zona nyaman ini, semua terasa enak tenang nyaman baik-baik saja. Tapi tidak untuk itu kita hidup, ada sebuah perjuangan yang harus kita lewati untuk sebuah keabadian. Kita dengan segala zona nyaman yang terkadang menenangkan tapi juga bisa menenggelamkan. Kita butuh keluar zona nyaman, butuh berlayar dan menemukan daratan lain. Karena ada banyak kemungkinan jika kita keluar zona nyaman, salah satunya peningkatan dalam hal apapun. Hidup perlu diperjuangkan bagaimana itu, dengan standar kita masing-masing tentunya berbeda dengan yang lain. Kita memang harus berjuang dan kemenangan itu nyata bagi mereka yang berjuang. Tak ada yang sukses tanpa berjuang. Seperti pada kutipan ayat berikut:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.
(QS. Ar-Ra’d:11)
Tuh, berarti ada hal yang perlu diperjuangkan agar kita bisa mengubah nasib kita sendiri. Ada hal yang patut diperjuangkan dan keluar dari zona nyaman. Mari berlayar, jangan lupa berlabuh untuk sekedar mengisi bahan bakar.
Surabaya, 22 Februari 2020
Bersabarlah dengan tenang. tunggulah di ruang tunggu kita masing-masing. Karena menunggu akan sangat terasa menenangkan bila dilakukan dengan rasa sabar. Hingga diri kita menjadi lebih paham bahwa segala sesuatu memang akan tiba di waktunya masing-masing. Tidak lebih cepat. Tidak lebih lambat.Tidak akan juga keduluan yang lain. Karena aku percaya, suatu saat nanti, kita akan saling menemukan
Tulisanmu
Cinta Tak Berujung
Tentang sebuah cinta yang tak berujung walau banyak kesalahan. Walau banyak ketidak sepahaman atau pun sering berselihan. Tapi insyaAllah cinta itu tak ada ujungnya. Meskipun kehidupan didunia sudah berakhir, Yakni cinta antara anak dan orang tuanya. Sedahsyat itu ternyata cinta antar anak dan orang tuanya.
Butuh sebuah alasan untuk menyadari cinta tak berujung itu. Menurutku alasan yang tepat adalah perjuangan ayah dan ibu saat kita dititipkan dalam kandungan ibu hingga kini. Loh itu banyak dan panjang prosesnya ya hehe. Tapi yang krusial adalah dimana proses hamil-melahirkan-disusui. Proses ini yang sangat bisa dijadikan alasan untuk memahami cinta tak berujung itu. Tak perlu diingat cara membersarkanmu seperti apa, perlakuan mereka kepadamu seperti apa. Ehmm..mereka juga manusia biasa yang wajar dengan kesalahan, kegagalan dan hal lain yang tidak mengenakan. Just improve our relationship with them. Dimulai dari kita. Apalagi kalau bagi wanita sebelum pindahnya pintu surga yang utama. Semoga bisa memaksimalkannya aamiin (aminnya kenceeeng).
Apalagi setelah dapat cerita melahirkan dari mbak Ani dan cerita pertemuan sahabatku dan anaknya hanya dalam 3 bulan dalam kandungan. Semakin yakin pengorbanan ibu dan ayah adalah sebuah hal yang tak terbalas didunia. Semoga bisa kita balas dengan ridhoNya. aamiin
Habis denger yutub kajian Ustadz Oemar Mita dengan judul “4 Pertanyaan Dalam Hidup” ini poin yang pertama yakni hubungan dengan orang tua.
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. -- Al-Ahqaf ayat 15
Surabaya, 28 Januari 2020
Bukan sekedar bencana alam
Ada yang bilang ini adzab , mungkin bisa jadi. Ada yang bilanh ini teguran, tentu bisa jadi. Ada yang bilang ini bencana alam, pastinya iya. Apapun yang tenggah kita kira-kira, semua ini tak hanya bencana alam yang terjadi begìtu saja. Tidak semata-mata adzab yang didatangkan untuk membasmi kita. Tidak pula hanya teguran dari Sang Khalik tanpa sebab. Semua beralasan. Tiap orang akan berbeda-beda dalam menarik kesimpulan tentang semua ini.
Allah sedang sayang dengan kita. Sayang kok ngirim bencana. Jangan suudzon terlebih dahulu. Sayang karena tenggah mengingatkan. Sayang karena Beliau memberi kesempatan kita berbuat kebaikan, yakni meringankan beban yang lain. Sayang karena salah satu tabiat manusia adalah mudah jauh dari Tuhannya. Dan masih beribu-ribu kata sayang kalau mau dipikir terus menerus.
Jadi mari diambil hikmah dan menjadi lebih baik lagi. Sudah tau kan kenapa ini bukan sekedar bencana alam?
#30haribercerita #30hbc2002
#bencana #ibrah #hikmah
Surabaya, 2 Januari 2020
Tanggalnya cantik, sayang kita belum diijinkan ketemu eh hehe
2020, bisa jadi pertanyaanmu terjawab
Merasa 2019 gagal ? Tak apa. Merasa 2019 banyak yaang belum terungkap ? Tak mengapa. Merasa 2019 banyak hal yang membuatmu bertanya kenapa aku? Sama haha. InsyaAllah akan banyak yang dipelajari. Belajar untuk menghadapi kehidupan berikutnya. Sering sekali banyak pertanyaan 5w1h yang terus berada dikepala dan seolah-olah membuatnya pening. Maksud hati ingin santai melepas pening malah hanyut dan hening (kebablasan). Tapi poin pentingnya, alhamdulillah bisa sadar. Tapi kesadaran itu menyisakan tanda tanya. Banyak sekali pertanyaan yang belum ditemukan jawabnya. Bahkan tak hanya pertanyaan ditahun 2019 bahkan tahun sebelumnya bertumpuk-tumpuk jadi gunung , gunungan yang disertai imajinasi. Bertumpuk dan masih menjadi misteri gunung imajinasi.
Kalau diingat-ingat kejadian yang dulu-dulu, ternyata beberapa terjawab saat ini. Kenapa kuliah di PT ini? Apa yang membuat diri menjadi seperti ini saat itu? Siapa dia yang menolong? Bagaimana bisa bertahan dihari melelahkan? Tak semua terjawab langsung. Jadi wajar ya? Kalau pertanyaan 2019 kemarin belum terjawab. Semua hanya perihal waktu, waktu yang tepat dari Rabbmu. Satu persatu benang merah terurai. Yang tadinya rumit ruwet tak karuhan menjadi benang yg dapat ditarik perlahan.
Belajar memahami kalau semua ini ada hal yang tersimpan dari Allah untukmu. Jadi tak perlu tergesa-gesa bukan untuk menjawab pertanyaan ? Biar jawabannya benar 🙃
Jadi curhat ya , iya emang. Kan namanya #30haribercerita . Pengen cerita ini , sapa tau ada yang juga mengalaminya
Surabaya, 1 Januari 2020
Supporting System
Ada hati-hati yang tulus dari awal hati ku terlahir ke dunia. Hati yang berharap pada Yang Kuasa akan hadirnya hati ku ini. Hati yang hingga saat ini selalu tulus ketika ku meminta tolong ini itu. Sebuah hati tulus yang tak bisa ku bayar dengan apapun kecuali kumintakan tempat yang terbaik pada Rabbku yang Maha Kaya.
Hati itu tulus saat ku masih kecil, tangisanku tawaku ocehanku sudah mampu menghapus kekhawatiran hati mereka. Hati itu tulus saat ku menjadi remaja, kebandelanku kenakalanku tak membuat hati mereka putus harapan untuk mendidikku. Hati itu tulus saat ku pergi menyongsong masa depan meninggalkan sesuatu hal yang ku sebut beban, tapi hati itu tak pernah menganggapnya beban. Hati itu tulus saat ku datang penuh luka, luka yang terobati dengan ketulusan. Hati itu ternyata adalah supporting system yang baru kuketahui setelah banyak hal yang terjadi. Ternyata hatiku ini tak cukup peka dengan hati-hato yang tulus itu. Semoga aku tak akan mengecewakan hati-hati yang tulus itu. Iya, hati tulus itu adalah mereka yang ku sebut bapak dan ibuk tentunya hati yang lahir dari rahim yang sama denganku, mas ndutku. Aku lah buah hati mereka, hati tulus itu. Ditulis sambil mendengarkan lagu Surat Untuk Ibu - Fiersa Besari-
→ Subscribe ke Lampu Islam: http://goo.gl/HtCS6t → Donasi: https://kitabisa.com/dakwahlampuislam TOPIK Inilah penyakit hati yang tersebar dimana-mana di zama...
Tentang hati manusia yang rentan berpenyakit
Walau awalnya disebabkan hanya sebutir debu kesombonganku. Walau awalnya hanya dikarenakan sepucuk rasa kalau Allah menye-spesial-kan ku. Walau awalnya diniatkan karena Allah tapi niat tak terus kujaga.
Sungguh peluang penyakit hati ini sangat besar dan tak terduga. Semoga Allah selalu menjaga hati kita dari sebiji dzarrah penyakit hati.