Jangan katakan;
"Aku baik-baik saja"
Ketika kamu sedang tidak baik-baik saja.
almost home
The Stonewall Inn
No title available

tannertan36
art blog(derogatory)
h
YOU ARE THE REASON

izzy's playlists!
macklin celebrini has autism
he wasn't even looking at me and he found me

Kiana Khansmith
taylor price
Claire Keane

oozey mess
Today's Document
icyghini twinkie
Show & Tell
RMH

★

roma★
seen from United Arab Emirates
seen from United Kingdom
seen from Czechia
seen from Vietnam
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Romania

seen from Russia
seen from United States

seen from Greece
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from Saudi Arabia
seen from United States
@aicitea
Jangan katakan;
"Aku baik-baik saja"
Ketika kamu sedang tidak baik-baik saja.
Orang-orang yang mati rasa.
Tidak ada yang bisa menyakitinya.
Memaafkannya itu urusan niat.
Tapi melupakannya itu urusan hati.
Semoga kelapangan hatiku tergantikan dengan lapangan perkebunan milik pribadi yang rutin panen empat kali dalam setahun.
Aamiinn....
Sedang ujian.
Semoga segera lulus dan naik tingkatan.
Aamiinn...
Bahkan, ingin mengeluh untuk diri sendiri pun seperti tidak diberi kesempatan.
Tidak pernah memiliki hubungan.
Tapi menyakitinya paling dalam.
Bukan
Bukan berarti belum memaafkan.
Hanya terkadang ingatannya muncul ketika malam.
Pada dasarnya manusia sudah punya pilihannya sendiri.
Ketika dia meminta saran, yg dia butuhkan sebenarnya hanya dorongan untuk jawaban yg sudah dia pilih.
Manusia adalah campuran "Malaikat" dan "Iblis" dalam satu tubuh.
Tolong..
Biarkan aku jadi diriku sendiri.
Kenapa aku selalu bertanya "kenapa?"
Sebuah tanya yang menandakan ketidak-ikhlasan.
Tak pernah berbagi.
Tapi mengharapkan simpati.
Mungkin aku yang tak tahu diri.
Wanita.
Hobinya mengorek luka.
Jika sakit, mau menyalahkan siapa?
Terasa sudah biasa saja, katanya.
Karena sudah menjadi habit di suatu lingkungan.
Dan ketika kita memberontak karena alasan kebenaran.
Pada akhirnya kita akan tetap dipandang sebagai suatu kesalahan.
Perihal puisi, memang selalu tentang rasa.
Tapi perihal rasa, tak selalu tentang diri sendiri.
Jangan selalu berbagi masalah.
Karena tak semua orang mau menjadi tong sampah.
Sama halnya...
Jangan selalu berbagi kebahagiaan.
Karena tak semua orang ikut bahagia saat mendengarkan.
Dahulu aku selalu berpikir.
Kesalahan tetaplah sebuah kesalahan.
Sekalipun itu orang tua, guru ataupun atasan.
Ternyata tidak.
Pasal klasik itu nyata adanya.
Pasal 1. Selalu benar