Cahaya Pendidikan untuk Masa Depan
Habis gelap terbitlah terang, begitulah arti pendidikan yang awal kita pahami. Kehidupan ini , semuanya gelap tanpa penerang.
Pendidikan merupakan proses pengubahan dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perluasan, dan cara mendidik. Semasa kita kecil, orangtua selalu memberikan pendidikan yang terbaik. Banyak hal yang mereka lakukan dari kita bayi tumbuh menjadi balita yang sehat, ceria dan semakin tumbuh berkembang lagi menjadi seperti yang sekarang ini. Orangtua adalah sosok pendidik utama dalam hidup. Mereka yang mengajari cara makan yang baik, cara berjalan, cara memakai baju, cara shalat dan mengaji, cara berdoa , cara mengontrol emosi saat marah dan menangis serta masih banyak lagi.
Semakin usia kita bertambah, semakin banyak nasehat orangtua dalam mendidik anaknya. Selain pendidikan akademis, orangtua juga memberikan banyak pendidikan tentang kehidupan seperti cara menyayangi sesama manusia, cara kita memberikan kepedulian terhadap tumbuhan dan hewan, pendidikan dalam menyayangi dan melestarikan alam seperti membuang sampah pada tempatnya.
Ada Empat kata ajaib yang selalu orangtua berikan kepada kita. pertama selalu mengucapkan ”terimakasih” atas bantuan dan kebaikan orang lain, kedua mengucapkan kata “permisi” jika meminta ijin atau lewat didepan orangtua, ketiga berani mengucapkan “maaf” jika berbuat kesalahan dan yang keempat mengucapkan kata “tolong” saat ingin meminta bantuan kepada orang lain. Hal-hal tersebut adalah pendidikan moral yang harus di pahami sedari kecil.
Selain orangtua, guru juga merupakan sosok pendidik penting dalam kehidupan. Dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kelas Empat Sekolah Dasar (SD) sekarang, kita bisa bertemu dengan guru-guru yang luar biasa hebat. Mereka mendidik dengan penuh kesabaran dan ketelatenan sehingga banyak ilmu yang bisa aku peroleh di lingkungan sekolah. Terkadang teriakan mereka begitu kuat, karena nasehatnya yang tidak didengar oleh muridnya. Namun tanpa rasa letih dan putus asa, guru selalu membimbing dan mendidik muridnya dengan ketulusan hati dan keiklasan agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.
Bagi kita pendidikan itu universal, banyak pendidik-pendidik luar biasa yang aku temui dalam kehidupan. Meskipun mereka tidak dipanggil sebutan “guru” tapi banyak pelajaran berharga yang bisa aku dapatkan. Misalnya saat kita bertemu para penyapu jalanan, saat melihat petugas kebersihan mengambil sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Banyak orang tua yang dengan semangat tetap bekerja demi keluarga tak hirau usia, panas, hujan mereka tetap lalui demi keluarga. Para petani yang tak hirau sengatan terik matahari tetap semangat menanam padi demi kehidupan manusia, pedagang - pedagang keliling dan pedagang di pinggir jalan yang tetap sabar meski barang dagangan mereka tidak laku, bapak- bapak tua renta yang tetap tersenyum meski koran dagangannya belum laku. Mereka semua adalah pendidik yang luar biasa untuk kehidupan.
Sebagai seorang siswa Sekolah Dasar (SD), kita selalu semangat untuk belajar setiap hari. Setiap pagi doa mama dan ayah membawa kita menuntut ilmu ke sekolah. Kita selalu belajar dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab terhadap kewajiban sebagai seorang siswa. Rajin mengerjakan tugas-tugas sekolah, tak malu untuk bertanya jika tidak paham tentang pelajaran di sekolah. Di sekolah kita juga selalu bermain bersama teman, belajar menghargai, membantu dan menyayangi semuanya. Selain rajin belajar, kita juga harus rajin membantu pekerjaan orangtua di rumah. Menjaga dan menyayangi adik, taat melaksanakan perintah, shalat dan mengaji.
Jangan sampai harapan palsu menyelimuti kehidupan ini. Semua kosong, gelap, hampa tak terlihat, tak berilmu. Hanya kebodohan, penindasan, kemiskinan, tak mengerti apapun tentang dunia. Jangan sampai kita membuang waktu begitu saja tanpa melakukan hal hal yang bermanfaat. Apa yang ada di masa depan nanti kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi . Tapi dengan usaha dan ikhtiar tanpa henti Tuhan pasti akan memudahkan semua harapan dan cita–cita kita menuju kesuksesan.
Kata mama, mulai ukirlah kertasmu dengan pena, jelajahi ilmu dengan buku. Hidup tanpa ilmu bagai rumah tanpa lampu. Gelap gulita bagai abu kayu hanya seperti bayangan semu, karena itulah setiap hari kita selalu menyemangati diri ”kita harus mengerti dunia” agar kelak kita bisa menjadi manusia sukses yang penuh manfaat untuk umat manusia dan alam semesta.
Kata ayah, adap itu diatas ilmu. Meskipun kita bisa mengejar pendidikan setinggi- tingginya tetapi kita tetap harus bisa menjadi manusia yang memiliki adap dan budi pekerti yang baik, mampu mengakui kelemahan diri sendiri dan berani mengakui kelebihan orang lain. Sopan dan santun terhadap orang lain. Bersikap toleransi dan saling menghormati serta selalu jujur dalam keadaan apapun.
Kata guruku, jadilah anak yang selalu disiplin ilmu, bermanfaat untuk sesama, dan berbaktilah kepada orangtua. Jangan pernah menunda pekerjaan, belajarlah sungguh- sungguh. Rajinlah berlatih dan banyaklah membaca buku. Karena buku adalah jendela dunia yang akan membawamu menjadi anak yang penuh wawasan.
Jika Tuhan memberi kesempatan untuk kita, akan kulewati hari - hari dengan penuh tanggung jawab untuk menggapai impian. Kita tidak boleh malu untuk mencoba hal hal yang baru. Kita juga harus percaya diri dalam menjalani kehidupan. Jangan pernah takut gagal, karena kegagalan akan menjadikan orang-orang sukses dikemudian hari. Semoga kesuksesan selalu berpihak kepada kita semua. Dengan pendidikan yang luar biasa kita dapatkan dari orang - orang yang luar biasa pula. Selalu menyayangi sesama serta terus menjaga alam semesta.
Kami berharap dengan kesuksesan ini, suatu hari nanti bisa menjadi manusia yang penuh manfaat untuk semua umat manusia, bisa membantu orang-orang yang kesusahan, bisa memberantas kemiskinan, bisa membuat lapangan pekerjaan untuk banyak orang, memberikan pendidikan untuk anak-anak yang putus sekolah, bisa mengajak semua manusia untuk tetap menjaga dan melestarikan alam semesta ini dari kepunahan, dan masih banyak lagi harapan positif lainnya.
Tinta senja harus selalu kutorehkan dalam jiwa dan benak terdalamku. Masa kanak-kanak harus selalu bahagia. Rasa syukur kepada Tuhan harus selalu ada setiap hari. Dunia harus selalu indah seperti cahaya lentera, sinar pelangi, warna- warni bunga melalui satu jalan menuju kesuksesan .