Pulanglah sesering yang kamu bisa sekalipun ambisi terbesarmu adalah menaklukkan dunia. Karena di rumah ada dua orang yang ambisi terbesarnya adalah melihatmu sesering mungkin sebelum bertemu ajalnya.
— Taufik Aulia

tannertan36
AnasAbdin
🪼
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

shark vs the universe

祝日 / Permanent Vacation
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

PR's Tumblrdome

Kaledo Art
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess
h
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium
Peter Solarz
we're not kids anymore.

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
todays bird
$LAYYYTER
seen from Rwanda

seen from Argentina

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Mexico
seen from United States

seen from United States

seen from Japan

seen from Brazil
seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aidahlam
Pulanglah sesering yang kamu bisa sekalipun ambisi terbesarmu adalah menaklukkan dunia. Karena di rumah ada dua orang yang ambisi terbesarnya adalah melihatmu sesering mungkin sebelum bertemu ajalnya.
— Taufik Aulia
Sebuah Doa, Banyak Pinta.
“Bila kau punya ingin yang banyak, mintalah padaNya. Dengan selengkap-lengkapnya deskripsi. Dengan serendah-rendahnya hati.”
-
Aku berharap semua orang akan mengucapkan doa ini, setiap saat tangan mereka menengadah. Meski itu pada malam yang pendek dengan doa yang begitu panjangnya.
:
Aku berharap aku akan dipertemukan dengan seorang yang tidak mengecilkan nilaiku, apalagi perjuangan-perjuanganku dalam proses meraih segala mimpiku.
Aku berharap aku akan dijodohkan dengan seorang yang tidak membuatku mempertanyakan arti diriku bagi dirinya, makna hadirku dalam hidupnya. Karena ia tidak pernah bosan membuktikan, bahwa aku adalah penting baginya.
Aku berharap aku bertemu dengan seorang yang mau menemaniku dalam segala sedih dan lelah hidup ini, namun masih bersedia menertawakan segalanya demi kewarasan diri.
Aku berharap aku akan dijodohkan dengan seorang yang mampu menjadi kekasih paling setia, sahabat dalam suka dan duka, serta saudara yang rela membenarkan segala keliru dan salah.
Aku berharap aku akan disatukan dengan seorang yang menghargai segala hal kecil terkait diriku, menghargai keluarga dan juga semua orang yang menyayangiku.
Aku berharap aku akan selamanya diberikan kesempatan bersama dengan seorang yang mengingatkanku bahwa aku pantas mendapatkan cinta yang sama seperti cinta yang kuberikan.
Aku berharap aku akan mencintai seorang yang juga mencintaiku, dan mendoakan segala hal baik yang sama, seperti aku mendoakan kebaikannya.
Aamiin…
-
© Tia Setiawati | Palembang, 2 November 2017
I would like to be known as an intelligent woman, a courageous woman, a loving woman, a woman who teaches by being.
(via safanoora)
i’m a strong believer in keeping my religion private…i personally connect with God more when i don’t showcase what i’m doing 24/7. like you don’t have to tell people you donated, you don’t have to tell people how much you’ve read qur'an, you don’t have to tell people you’ve helped someone or that you’ve done a good deed that day. you don’t have to tell people how often you go to the mosque, you don’t have to tell people what you “think” is right in terms of religion. just keep it to yourself, nobody needs to know. more importantly, why do people need to know. the relationship you have with God is private, nobody needs to have a second look.
Perfect ?
someone who makes everything a little bit easier, days a little bit brighter & smile a little bit wider when life hits us so hard. Someone who will pick up the weights & make the struggle endurable - at the same time constantly challenges us to become our better selves, touches our hearts & nourishes our souls. Now that - is what I would call perfect ❤️
Read a thousand books, and your words will flow like a river.
(via safanoora)
Aamminnnn
“Kekecewaan lahir dari ketidakmengertian kita tentang keikhlasan”
Kurniawan Gunadi (via ceritakalbu19)
Malu itu….
Umur berkurang,
tapi amal tidak bertambah…
Akan Ada Hari
Saya masih kagum dengan kekuatan Tuhan membolak-balikkan hati. Hari ini kita benci besok sudah bisa jatuh cinta lagi. Pun saat hari ini luka, hari ini patah, hari ini perih, besok sudah bisa membuka hati.
Ah jangan dilihat berapa lama tidak bisa move-onnya, tapi coba syukuri…akan ada hari dimana kita benar-benar bisa memaafkan, bisa berhenti menyakiti diri sendiri, bisa benar-benar merapikan kenangan. Lalu takdisangka kita sedang menerima. Menerima seseorang yang kita percaya, lagi.
Akan ada hari dimana kita berhenti menggugu dalam menunggu, lalu mendongak menyambut ajakan dia yang baru. Tiba-tiba yakin. Tiba-tiba percaya. Tiba-tiba saja!
Atau tak usah jauh-jauh. Akan ada hari dimana kita berhenti menangisi dia yang pergi. Meski belum ada sepotong hati yang baru, tetapi setidaknya hari itu…setelah sembab di matamu menggunung, kamu mulai tersenyum. Memberanikan diri berkata pada dunia : aku tak remuk lagi. Aku sudah kembali.
Ya secepat itu Tuhan membolak-balik hati. Hari ini kita hancur, esok sudah utuh lagi.
Akan ada, jika kamu percaya. Cukup Dia sebagai penolong.
karena aku sangat mudah untukmu
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
Ada hal-hal yang sebenarnya lebih mudah untuk kamu dapatkan tapi kamu enggan untuk mengambilnya menjadi milikmu. Dan sebaliknya, ada hal yang begitu sulit untuk kamu dapatkan tapi kamu mau bersusah payah untuk menjadikannya milikmu. Padahal bisa jadi sesuatu yang bisa dengan mudah kamu dapatkan belum tentu tidak berharga :)
Pernah mengalami? Seperti tatkala ada seseorang yang kita kenal, ia menyukai kita dan ia bisa menerima kita apa adanya. Tapi kita tidak memiliki perasaan sama sekali kepadanya. Sehingga kita lebih sering mengejar orang lain yang lebih sulit kita dapatkan dan belum tentu juga menjadi milik kita.
Tantangan. Kita suka tantangan. Ada perasaan menang dan bangga saat kita berhasil memenangkan sesuatu.
Hanya saja, di dunia ini banyak hal yang berjalan tidak seperti prasangka kita. Yang sulit kita dapatkan, bisa jadi berharga bisa jadi juga tidak. Begitupun dengan hal-hal yang mudah kita dapatkan, belum tentu hal itu tidak berharga. Bisa jadi hal yang mudah itulah yang amat berharga.
Seperti tatkala kita berjuang untuk sesuatu. Dan kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan berkat doa dari kedua orang tua kita. Dan hal-hal yang terasa mudah kita dapatkan itu, adalah sesuatu yang amat berharga bukan? Sesuatu yang membahagiakan, sesuatu yang memang menjadi keberkahan untukmu.
Coba lihat sekeliling, barangkali kamu menemukan hal-hal berharga yang bisa dengan mudah kamu raih :)
Yogyakarta, 12 September 2017 | ©kurniawangunadi
(via kurniawangunadi)
Kita hanyalah ruh-ruh yang tersimpan dalam raga, yang suatu saat kelak akan merapuh karena masa, atau memang telah tertakdir untuk pergi lebih dulu meninggalkan dunia. Dan diantara milyaran ruh itu, semenjak Adam berpijak di wajah bumi sampai manusia terakhir menghembus nafas terakhirnya, berapa milyar yang enggan, lupa, atau dibuat lupa, bahwa kelak kan datang hari dimana semua pekerjaan diperhitungkan dan gerak gerik diminta pertanggungjawaban. Oleh sebab itulah, jika Allah takdirkanmu masih leluasa bersujud pada-Nya dengan amat mudahnya, bayangkan betapa besar kasih-Nya padamu. Ia memilihmu untuk menjadi manusia utuh yang tak lupa dan tak dilupakan. Manusia utuh yang diberi nikmat penghambaan. Di saat manusia lain “gundah kemana harus mencurahkan kegundahannya”, kamu tahu kemana harus mengadu, ada langit dalam hatimu, ada samudera cinta di mungilnya ragamu.
@edgarhamas (via edgarhamas)
I fall in love with people who have strong opinions. Who know what theyre talking about. Who value themselves and the way they see the world
- Expherience