Kriteriamu Ketinggian. Makanya Belum Nikah
Kadang aku berpikir, apakah kriteria calon pasangan yang kuinginkan terlalu ketinggian? hingga begitu sulitnya aku menentukan kepada siapa aku harus menjatuhkan pilihan. Ejekan dari teman-teman pun membuatku semakin ragu dengan standar kriteria yang sudah aku tetapkan sejak lama. "Ga ada pria yang sesempurna itu, Ri. Kalau standar kamu masih ketinggian gitu, kapan nikahnya?" Begitu katanya.
Bukankah setiap orang harus memiliki target sendiri dalam mencari calon Ayah terbaik untuk anak-anaknya? Apakah salah jika aku menginginkan yang terbaik sebagai partner untuk ke surga? Apakah salah jika aku menolak mereka yang datang dengan alasan kurangnya keshalihan?
Aku pernah menulis, bahwa aku hanya ingin bersama dengan seseorang yang tingkat keimanannya setara atau satu tingkat lebih daripada aku. Kenapa? Karena kami akan sulit untuk saling mengimbangi satu sama lain.
Aku tidak pernah khawatir tentang makan, tentang tempat tinggal, atau apapun itu. Karena aku meyakini bahwa selama kita taat, Allah akan berikan rezeki dari arah yang tak terduga-duga. Bila aku meyakini itu, lalu dia sendiri tidak yakin, lantas bagaimana bisa kami bertahan?
Bila nanti harus bersama dia yang kurang iman, lalu kami menemui kesulitan di tengah perjalanan, mungkin aku akan menyarankan untuk lebih banyak sholat, dzikir, istighfar dan sholawat sebagai pembuka pintu rezeki. Apakah dia bisa seyakin itu, sama sepertiku?
Ah, benar-benar sulit dipercaya. Mungkin setiap perempuan berbeda dalam menentukan kriterianya masing-masing. Mereka berpikir semudah itu dalam memilih pendamping. Namun bagiku, perjalanan panjang adalah proses untuk mencari yang terbaik di antara yang baik.
Kupikir tidak ada yang salah. Hanya saja memang jodohnya belum datang. Karena sosok yang terbaik, pasti butuh waktu yang lama untuk diproses dengan cara-caraNya. Tidak bisa langsung tumbuh baik begitu saja. Mungkin saat ini, imannya sedang dibentuk oleh Allah. Agar kelak bila bertemu kita sudah bisa saling mengimbangi satu sama lain.
Standar keshalihan bukanlah sesuatu yang menjadi penghalang terlambatnya jodoh. Selama standarmu itu di jalur ketaatan, ya tidak masalah. Bukankah kita diperintahkan untuk menerima laki-laki yang baik akhlak dan agamanya?
Yang salah itu, ketika kamu ngebet pengen nikah, lalu menerima saja siapapun yang datang, tanpa mengukur dari segi keimanan. Jangan salah pilih ya my dear. Karena perjalanan ini tidak sebentar. Melainkan sampai di akhirat.
📝@gadisturatea #nikahasik #nikahmuda #jofisa #nikahbarokah #muslimahberdakwah #hijrah