Ulah Nyeleneh Para Pengunjung
Hidup memang penuh kejutan. Apalagi jika hidup dari berdagang. Saban hari, selalu saja ada orang-orang baru yang berkunjung. Baik yang sekedar iseng tanya-tanya harga, pembeli beneran, peminta-minta sumbangan yang nggak jelas, sampai sales-sales dari produk bahan bangunan yang mereknya bikin bengong karena belum pernah dengar sebelumnya. Kesemuanya memang berkesan. Tapi yang tahan lama diingatan tentu saja ulah para pengunjung yang nyeleneh. Lain daripada yang lain.
Pernah, kira-kira 3 minggu setelah toko ini baru saja di buka, ada salah seorang pengunjung yang mengaku sebagai mandor bangunan di rumah salah seorang pelanggan kami. Ia minta cepat-cepat dilayani. Total transaksi yang dia lakukan hampir 2 juta rupiah. Sewaktu nota telah selesai dibuat dan dia diminta oleh kami untuk membayar, dia cuma bilang: "Pokoknya untuk urusan pembayaran gampang. Barang dikirim dulu. Cepat, nggak pake lama."
Karena ragu, akhirnya transaksi itu terpaksa saya tahan. Orang itu kecewa, tapi berjanji akan kembali lagi nanti setelah mengambil sepeda motornya yang tadi menurutnya sedang diperbaiki di tukang tambal ban sekitar toko kami.
Setelah 1 jam berlalu, orang tersebut tak kunjung kembali. Karena takut dikira tidak mempercayainya, kami mendatangi pemilik rumah, tempat orang tadi mengaku sebagai mandor. Sang pemilik rumah yang sudah 3 kali lebih membeli barang dari kami mengaku tidak pernah menggunakan jasa mandor. Ia cuma menggunakan jasa tukang. Dan kalaupun akan memesan barang kepada kami, ia akan memesan via telepon seperti yang selama ini memang dia lakukan Lagian, pemilik rumah tersebut telah selesai memperbaiki rumahnya. Jadi, pemilik rumah itu berpesan: "Jangan dikasi. Bisa saja itu penipuan."
Dan benar, sampai sekarang pun orang itu tak pernah kembali. Jadilah toko ini selamat dari bentuk penipuan. Konon, menurut para sales bahan bangunan, penipuan seperti ini memang marak ditujukan kepada toko-toko bahan bangunan yang baru saja berdiri.
Pernah juga, ada seorang pengunjung yang hendak membeli cat. Setelah membayar seharga cat yang dia beli, ia meminta agar catnya dibuka saat itu juga. Alasannya, ia hidup seorang diri, dan menurutnya membuka cat itu tidak gampang. Setiba dirumah nanti, ia akan langsung mengecat dinding rumahnya sendiri. Tapi, ia tidak punya cukup tenaga untuk membuka tutup cat karena ia sudah tua. Sikap yang cukup jujur dan apa adanya :)
Dan yang paling nyeleneh adalah kunjungan dari seseorang yang menyatakan ingin melamar kerja di toko ini. Ia mengaku pernah bekerja di toko bahan bangunan setempat, yang lokasinya dekat dengan toko kami. Karena kami kurang berminat, maka kami tak menerimanya. Kemudian ia pamit, sembari meminta nomor telepon toko kami. Selang beberapa jam kemudian, di hari itu juga, ia kembali ke toko kami, dan meminta uang sebagai bekal untuk pulang kampung. WTF?! Tentu saja kami menolaknya. Tapi walaupun begitu, ia cukup berani dan tahan malu :D
Sebenarnya, masih banyak ulah nyeleneh para pengunjung toko ini. Tapi terlalu panjang untuk menuliskannya satu per satu.